Kategori Pupuk Tanaman

Cara Budidaya Tanaman Kol Sistem Hidroponik

Budidaya Kol Sistem Hidroponik. Kol merupakan jenis tumbuhan Brassica oleracea (suku Brassicaceae) yang termasuk dalam kelompok botrytis, kol ini berasal dari Mediterania. Selain lezat untuk menamani santap makan, ternyata kol juga memiliki kandungan yang sangat baik bagi kesehatan diantaranya.

Riboflavin, kalsium, magnesium, tiamin, niasi, fosfor, besi, zink dan juga sangat baik untuk serat makanan seperti vitamin B6, pantotenat, asam folat, kalium dan asam. Namun, sayur kol ini memiliki sedikit lemak januh dan sangat sedikit kolesterol.

Cara Budidaya Tanaman Kol Dengan Sistem Hidroponik

Setelah beberapa sebelumnya kita membahas Cara Budidaya Kentang Menggunakan Sistem Hidroponik, maka kesempatan kali ini kita akan kembali mengulas tanaman dengan sistem Hidroponik, tepatnya cara budidaya Tanaman Hidroponik dengan sistem DFT (Deep Flow Technique), berikut caranya.

Pemilihan Media Tanam dan Persemaian

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah memilih benih yang memiliki kualitas baik dan daya berkecambah tinggi. Kemudian, pilihlah rockrool sebagai media tanam sebab rockrool memiliki daya serap air dengan baik.

Jika dirasa semua sudah selesai, lubangi media tanam atau rockrool sebelumnya lalu isi lubang tanam dengan satu benih bunga kol. Kemudian berikan air secukupnya, hingga dirasa kebutuhan air tercukupi.

Penanaman Kembang Kol

Langkah selanjunya pindahkan benih tersebut setelah tumbuh daun sejati, daun sejati ini pada umumnya akan bertumbuh setelah berumur 15-20 hari. Media tanam sebelumnya tidak perlu diganti, cukup menambahkan media lain seperti pecahan genteng untuk penguat saat tanaman semakin besar.

Untuk pemindahan tanaman ini sebaiknya lakukan pada waktu pagi dan sore karena pada waktu tersebut kondisi sangat sejuk dan sangat baik jika akan melakukan pemindahan. Perhatikan juga jarak antar tanaman jangan terlalu dekat dan jangan terlalu renggang, idelanya 25-30 cm.

Saat tanaman sudah mulai berkembang dan tumbuh, maka sudah bisa dipasangkan ajir agar tanaman tidak gampang roboh, perhatikan juga pada saat menancapkan ajir jangan sampai merusak akar dari tanaman tersebut. Tali ajir tersebut dipasang pada bagian pipa DFT dan diikat pada bagian atas.

Pemberian Nutrisi

Untuk nutrisi yang bisa anda berikan pada bunga kol adalah nutrisi AB mix yang khusus bunga. Untuk dosis pertama kali tanaman baru dipindah adalah sebesar 700-800 ppm. Selanjutnya, tingkat ppm bisa dinaikan sesuai dengan kondisi tanaman kira-kira 1700-2100 ppm.

Perawatan dan Pemeliharaan

Untuk perawatannya tidak begitu rumit, hanya saja anda diperlukan melakukan monitoring setiap hari. Bagian yang termasuk dalam monitoring adalah seperti hama, penyakit, nutrisi, pH, suhu serta cek peralatan pastikan dalam kondisi baik.

Dikhususukan untuk hama atau penyakitnya sendiri bisa dilakukan pengengalian secara mekanik. Pengedalian menggunakan pestisida merupakan alternatif terakhir jika sudah melakukan pengengalian sebelumnya tidak berhasil. Biasanya hama yang sering menyerang bunga kol adalah ulat dan jamur yang dapat menyebabkan bercak hitam.

Masa Panen

Saatnya melakukan pemananen, umur bunga kol yang bisa dipanen jika sudah mencapai usia sekitar 2,5-3 setelah pindah tanam. Ciri – ciri bunga kol yang sudah siap di panen adalah bunga mekar dengan maksimal dengan bentuk bunga mampat. Untuk waktu pemananen sebaiknya lakukan pada waktu pagi atau sore hari.

Baca Juga: Cara Budidaya Bawang Merah Menggunakan Sistem Hidroponik.

Demikianlah ulasan cara budidaya tanaman kol dengan sistem hidroponik DFT. Jika ada yang belum dimengerti bisa ditanyakan pada kolom komentar dibawah ini, sekian semoga dapat bermnafaat untuk kita bersama.