Kategori Pupuk Tanaman

Cara Budidaya Tanaman Porang Agar Cepat Berbuah

Budidaya Tanaman Porang. Porang, adalah salah satu jenis tanaman iles-iles yang tumbuh di dalam hutan. Nah, apakah anda sudah mengenal jenis tanaman yang satu ini ? Porang dengan nama latinnya Amorphopallus oncophillus merupakan tumbuhan semak yang berumbi di dalam tanah dan menghasilkan karbohidrat.

Manfaat Tanaman Porang

            Manfaat tanaman porang ini diketahui sangat menguntungkan, diantaranya sebagai bahan pangan, bahan baku industri, lem bahkan untuk bahan kosmetik. Dengan begitu, melakukan budidaya tanaman porang tentu sangat menguntungkan, terutama bagi anda yang tidak memiliki lahan luas, anda bisa mencoba menanam porang dengan sistem hidroponik.

Syarat Tumbuh Tanaman Porang

            Tanaman porang dapat tumbuh baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Disamping itu, tanaman ini dapat tumbuh secara tumpang sari, sebab porang ini tahan terhadap naungan. Namun pada umumnya, porang yang ditanam pada lahan terbuka memiliki peluang akan tumbuh lebih optimal daripada lahan yang ternaungi.

Untuk syarat tumbuh tanaman porang sendiri adalah diperlukan kelembaban yang cukup yaitu dengan suhu 25 hingga 35 derajat celcius. Sedangkan untuk kondisi tanah yang dibutuhkan agar porang dapat tumbuh kembang dengan baik adalah dengan tanah yang bertekstur lempung pasir dan bersih dari alang-alang dengan pH netral 6-7.

            Kualitas tanaman porang ditentukan oleh kadar air pada umbi tersebut. Ya, semakin sedikit kadar air maka akan semakin mahal pula harganya. Hal ini disebabkan umbi porang yang siap untuk di ekspor adalah yang berbentuk tepung atau chips kering. Saat ini harga porang basah berada pada kisaran harga Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per kilogramnya. Adapun untuk harga porang kering yang siap ekspor bisa mencapai harga Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per kilogramya.

Cara Budidaya Tanaman Porang

            Bukankah budidaya tanaman porang akan sangat menguntungkan ? Nah, berikut ini cara budidaya tanaman porang yang bisa anda lakukan dengan sistem hidroponik.

Persiapan Bibit Porang

Langkah utama dalam budidaya porang adalah menyiapkan bibit porang yang dapat diperbanyak dengan cara vegetative dan generative. Adapun untuk bibit yang baik, dipilih dari umbi dan bupil yang sehat.

Penyemaian Bibit Porang

Langkah kedua adalah penyemaian bibit porang. Anda harus menyemai biji porang dalam keadaan lembab. Gunakanlah rockwool sebagai media tanam porang, kemudian gunakan penutup untuk 1 hingga 2 hari setelah semai. Jika telah muncul bakal tunas, maka berilah sentuhan sinar matahari yang hangat. Semai benih porang di bawah paparan sinar matahari langsung, semprot setiap pagi dan sore untuk menjaga kelembaban tanaman.

Untuk pertumbuhan yang lebih baik gunakan pupuk Herbafarm Cair setiap dua minggu sekali. Dosis yang digunakan adalah 3 tutup botol untuk tangki 14 liter air. Semprotkan secara merata ke tanaman porang

Pada umumnya, pertumbuhan tanaman porang ini akan mengalami petumbuhan pada musim penghujan selama 5-6 bulan tiap tahunnya. Nah, di luar masa itu, porang akan mengalami masa dorman atau masa istirahat, sehingga daunnya menjadi layu dan tampak seolah-oleh mati.

Masa Panen

Tanaman porang akan tumbuh kembali pada musim penghujan dan umbi yang ada didalamnya akan tumbuh membesar. Nah, adapun untuk proses pemanenan tanaman porang, yaitu pada umumnya dapat dipanen selama tiga tahun baru dapat dipanen untuk pertama kalinya. Setelah itu, barulah porang bisa dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

Waktu pemanenan porang umumnya dilakukan sekitar bulan April hingga Juli, yakni pada saat tanaman mengalami masa dorma. Untuk ciri-ciri porang sendiri yang dapat dipanen adalah sebagian besar atau seluruh tanaman porang sudah mati dan tersisa batang kering, dna lubang kecilnya menjadi petunjuk keberadaan tanaman porang tersebut.

Baca juga: Cara Budidaya Bawang Merah Sistem Hidroponik

            Demikianlah cara budidaya tanaman porang yang bisa anda praktekkan di rumah. Semoga artikel ini bermanfaat ya!