Cara Budidaya Tomat Sistem Hidroponik

Budidaya Tomat Sistem Hidroponik. Bercocok tanam dengan sistem Hidroponik dewasa ini menjadi trend baik itu di pedesaan ataupun di perkotaan. Untuk anda yang tinggal di kota dan tidak cukup luas lahan untuk bercocok tanam, sistem Hidroponik ini bisa menjadi solusi terbaik. Beraneka ragam dapat ditanam dengan sistem Hidroponik ini terlebih lagi sayuran baik itu sayuran buah ataupun daun.

Budidaya Tomat Menggunakan Sistem Hidroponik NFT

Salah satu buah yang paling banyak di tanam dengan sistem Hidroponik adalah tomat. Pada umumnya menanam tomat secara Hidroponik menggunakan sistem NFT (Nutrien Film Technique), bagaimana cara budidaya tanaman tomat dengan sistem Hidroponik yang menggunakan NFT? Cari tahu pada artikel dibawah ini :

Persiapan Instalasi NFT

Sebelum memulai budidaya tomat dengan sistem Hidroponik, langkah awal adalah mempersiapkan area dan mempersiapkan Instalasi Hidroponik dengan sistem NFT. Pada umumnya tanam Hidroponik dengan sistem NFT ini menggunakan peralon, beberapa bahan yang diperlukan untuk Instalasi NFT ini diantaranya tandon, pipa air, selang, pompa air dan rak.

Fungsi Tandon : Fungsi dari tandon ini adalah untuk menampung nutrisi Hidroponik tersebut, tidak perlu membeli yang mahal cukup siapkan saja yang sederhana seperti ember, box ataupun sterovom.

Fungsi Pipa Air, Selang dan Pompa Air : Fungsi dari ketiga bahan ini adalah untuk mengalirkan air nutrisi yang di pompa dari dalam tandon ke pipa peralon yang telah dilubangi sebagai tempat menanam tomat. Ukurang lubang sendiri disesuaikan saja dengan netpot umumnya jarak lubang adalah 60-70 cm.

Pemilihan Benih

Untuk pemilihan benih tomat yang akan ditanam Hidroponik dengan sistem NFT, pilihlah benih tomat yang memiliki kualitas baik dan sesuai dengan lokasi tempat penanaman. Untuk mendapatkan benih tomat yang terbaik anda bisa membuatnya sendiri, pilihlah tomat yang sudah matang serta kondisi utuh, ambil bijinya tersebut dan bersihkan hingga lendirnya hilang, kemudian jemur sampai kering. Jika, ingin menghemat waktu anda bisa membeli benih tomat di toko pertanian.

Penyemaian Benih

Langkah selanjutnya adalah penyemaian benih, perlu diketahui penyemaian benih ini dilakukan setelah benih siap disemaikan. Penyemaian bisa menggunakan rockwool, langkah awal pertama tama potong rockwool berbentuk kotak, ukurannya sesuaikan saja dengan netpot yang hendak anda gunakan. Kemudian basahi rockwool, lalu berikan lubang untuk media penyemaian.

Setelah langkah-langkah diatas selesai, tempatkan rockwool pada sebuah nampan dan isilah benih tomat pada lubang rockwool tadi. Kemudian tunggu hingga benih berkecambah, dan pindahkan benih tersebut ke tempat yang terkena sinar matahari cukup. Untuk kebutuhan nutrisi anda bisa menggunakan nutrisi AB mix dengan ppm yang relatif rendah.

Penanaman Bibit

Semua persiapan Instalasi dan pembenihan sudah selesai, selanjutnya cara penanaman tomat Hidroponik sistem NFT. Isilah tandon dengan air serta larutan AB mix, untuk awalan karena bibit masih kecil nutrisi cukup berikan dengan takaran 500 ppm. Alirkan air dari tandon tersebut ke pipa peralon yang sudah disiapkan sebelumnya, kemudian pindahkan bibit tomat ke dalam netpot.

Dosis Larutan Nutrien Tanaman Tomat Hidroponik sistem NFT

Dalam budidaya tanaman tomat dengan Hidroponik, juga diperhatikan setiap takaran yang diperlukan setiap usia bibit tersebut. Lengkapnya seperti dibawah ini ;

  • Tanaman berusia 0-7 hari diberikan dosis 500 ppm
  • Tanaman berusia 7-14 hst diberikan dosis 750 ppm
  • Tanaman berusia 14-30 hst diberikan dosis 1500 ppm
  • Tanaman berusia 30-45 diberikan dosis 2500 ppm
  • Tanaman berusia 75-90 diberikan dosis 3500 ppm

Baca juga: Cara Budidaya Cabe Menggunakan Sistem Hidroponik.

Demikian, itulah cara budidaya tanaman tomat dengan sistem hidroponik yang bisa kita bahas. Penting juga untuk anda ketahui bagaimana cara merawat tanaman tomat hidroponik seperti ; pH larutan nutrisi harus selalu stabil pada kisaran 6-6,5 dan pencegahan pengendalian hama.