Penyebab Harga Cabai Rawit Mahal

Penyebab harga cabai rawit mahal beberapa bulan terakhir terjadi karena beberapa hal yatiu kondisi cuaca, kurangnya petani yang menanam cabai dan serangan hama. Ketiga penyebab tersebut secara langsung berakibat pada berkurangnya jumlah produksi. Dampaknya adalah jumlah cabai yang ada dipasar tidak mampu memenuhi jumlah permintaan konsumen.

Penyebab Harga Cabe Rawit Mahal

Secara umum harga cabai rawit menjadi mahal adalah karena tingkat permintaan tinggi sementara jumlah produksi rendah. Rendahnya jumlah produksi karena sebagian petani tidak menanam cabe rawit. Faktor lainnya adalah kondisi cuaca yang juga menjadi penyebab terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai.

Kondisi Cuaca

Tanaman cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat sensitif dengan kondisi cuaca. Jika terus menerus diguyur hujan maka bisa terserang penyakit. Sebaliknya jika musim kemarau panjang terserang oleh hama. Sementara dalam rentang bulan oktober sampai pebruari sentra produksi cabai di pulau jawa terus menerus diguyur hujan.

Dikutip Dari money.kompas.com “Pemerintah menilai kondisi kenaikan ini disebabkan cuaca buruk dan banjir yang membuat penurunan tingkat produksi dan gangguan terhadap distribusi cabai. Hal ini membuat ketersediaan pasokan di pasar tak mampu memenuhi tingginya permintaan.”

Kurangnya Petani Yang Menanam Cabai Rawit

Peningkatan harga cabai juga diakibatkan karena kurangnya petani yang menanam cabai. Tentu saja hal ini berdampak langsung pada jumlah produksi. Petani tidak menanam karena pada panen raya sebelumnya harga cabe sangat rendah.

Menurut Abdullah Mansuri (Ketua Umum Ikatan Pasar Indonesia) yang dikutip dari merdeka.com “Menurutnya, alasan harga cabai rawit merah tinggi dikarenakan pasokannya minim. Di mana para petani tidak memproduksi atau tidak menanam cabai rawit merah. Ini kasusnya terjadi pada saat periode panen raya kemarin, lantaran tidak terserap dengan baik dan harganya drop.”

Jumlah Produksi Berkurang Akibat Serangan Hama Dan Penyakit

Curah hujan yang terlalu tinggi menyebabkan munculnya serangan penyakit pada tanaman cabe. Akibatnya adalah pada penurunan jumlah produksi dan gagal panen.

Menurut Taufik, salah satu petani cabe rawit asal desa gumuk, kecamatan licin, banyuwangi yang dikutip dari news.detik.com “dari satu hektaran tanaman cabai saya sebagian besar terserang cacar. Mungkin karena hujan terus, sehingga tanaman cabai tidak tahan dan terserang cacar. Ini juga yang mengakibatkan cabai rawit harganya melambung tinggi.”

Kenaikan harga cabe serentak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kenaikan tertinggi mencapai harga Rp. 150.000/ Kilogram dari harga normal Rp. 30 ribu – 40 ribu/ Kg.

Baca: Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150 Ribu/ Kilogram.

Jika harga cabai rawit tidak segera stabil bisa mendatangkan dampak lain. Baik itu dampak kepada petani, pedagang dan juga konsumen.