Cara Budidaya Bawang Merah Yang Benar

Cara Budidaya Bawang Merah. Memulai usaha budidaya bawang merah memang bukanlah hal yang mudah. Selain modal yang dibuthkan cukup besar perawatannya pun harus dilakukan intensif. Jika salah dalam teknik budidaya bisa terjadi gagal panen yang menyebabkan kerugian. Oleh karena itu sangat penting untuk memahami apa saja yang harus dilakukan dalam menanam bawang merah yang benar.

Syarat Tumbuh Bawang Merah

Tanaman bawang merah dapat tumbuh subur jika memenuhi syarat tumbuhnya. Terlepas dari adanya faktor lain yang berpengaruh seperti perawatan dan pemupukan serta kualitas bibit. Namun sebagai langkah awal untuk memulai budidaya tanaman bawang merah adalah memastikan lahan tempat penanaman sesuai dengan syarat tumbuhnya.

  • Iklim

Sebagai salah satu jenis komoditas unggulan Indonesia, bawang merah sangat cocok dibudidayakan di iklim tropis. Dengan suhu udara berkisar antara 25-32C dan penyinaran matahari 75%.

  • Kelembaban Udara

Tanaman bawang merah membutuhkan kelembaban yang cukup tinggi 50-70%. Oleh sebab itulah, pembudidayaan bawang merah pada musim kemarau yang sangat kering sangatlah mempengaruhi produktivitasnya.

  • pH tanah

Tanah atau media budidaya bawang merah haruslah kaya dengan bahan organik, gembur dan juga subur. Sedangkan pH Tanah yang dibutuhkan adalah tanah yang agak asam dengan pH 5,6-6,5.

  • Jenis Tanah

Salah satu keunikan tanaman bawang merah adalah dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Itulah sebabnya bawang merah dapat dibudidayakan diberbagai pulau di Indonesia. Adapun jenis tanah yang cocok untuk tanaman bawang merah adalah Latosol Coklat, Asosiasi Latosol-Andisol, Andisol, Aluvial.

  • Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat tentu mempengaruhi iklim makro dan mikro bawang merah. Oleh sebab itu, disarankan untuk membudidayakan bawang merah pada rentang ketinggian tempat antara 0-1000 mdpl.

Pemilihan Lokasi Budidaya Bawang Merah

Setelah mengetahui syarat tumbuh tanaman bawang merah selanjutnya adalah pemilihan lokasi budidaya. Hal ini dilakukan jika budidaya bawang merah dilakukan dalam jumlah besar dan tujuan agribisnis. Adapun persyaratan yang sebaiknya dipenuhi adalah sebagai berikut.

  • Dekat Dengan Sumber Air

Budidaya bawang merah membutuhkan air yang cukup untuk melakukan penyiraman dan pemupukan. Sehingga seyogyanya memilih areal sawah yang dekat dengan sumber air dan punya sistem irigasi yang baik.

  • Lahan Bukan Bekas Tanaman Terung-Terungan (Terung, Tomat, Cabai & Kentang)

Budidaya bawang merah tidak bisa dilakukan pada lahan bekas tanaman terong, cabai, kentang, dan tomat karena memiliki beberapa jenis hama yang sama.

  • Disarankan Bekas Tanaman Padi, Jagung Atau Tebu

Budidaya bawang merah biasanya dilakukan dua kali dalam setahun, salah satunya setelah tanam padi. Hal ini karena cuaca yang mendukung serta rotasi tanam akan berdampak baik bagi kesuburan tanah.

  • Bukan Daerah Endemik Penyakit Layu Bakteri Dan Layu Fusarium

Lahan budidaya bawang merah yang dipilih bukanlah daerah yang endemik penyakit-penyakit yang sangat berbahaya bagi keberhasilan budidaya bawang merah. Salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya adalah penyakit layu bakteri dan layu fusarium akibat jamur fusarium.

Persiapan Lahan Dan Pengolahan Tanah

Langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan dan pengolahan tanah. Berikut ini beberapa upaya persiapan lahan dan pengolahan tanah yang perlu Anda lakukan sebelum menanam bawang merah:

Pembersihan Dan Penggemburan Tanah

Sebelum Anda melakukan perlakuan terhadap tanah, lakukan dulu pembersihan tanah dari gulma. Sisa-sisa bagian tanaman pada musim tanam sebelumnya, memastikan tidak ada bahan tertentu yang dapat membawa/ menyimpan penyakit.

Selanjutnya, lakukan pengolahan tanah dengan cara menggemburkan tanah. Penggemburan dapat dilakukan secara mekanis dengan membajak menggunakan traktor atau dicangkul secara manual.

Selain untuk menggemburkan tanah, pembajakan tanah ini juga untuk menghilangkan penyakit tular tanah yang dapat menyerang tanaman.

Pembuatan Bedengan

Setelah tanah gembur, kini saatnya Anda membuat bedengan dengan lebar 1,0-1,2 meter dan panjang yang telah disesuaikan.
Setelah membuat bedengan. Disarankan juga untuk membuat parit dengan kedalaman 20-30 cm.

Pemupukan Dasar

Pemupukan dasar adalah langkah awal untuk mempersiapkan tanah sebagai media tanam sebelum menanam bawang merah. Disarankan untuk menggunakan produk organik untuk pemupukan dasar agar bisa menjaga keseuburan dan kelestarian lingkungan.

Pemasangan Mulsa

Memasang plastik mulsa ini diterapkan untuk menyelimuti tanah bedengan. Tujuan pemasangan mulsa pada budidaya bawang merah ini adalah:

  1. Untuk menjaga kelembaban tanah
  2. Melindungi permukaan tanah
  3. Menghalangi pertumbuhan gulma.

Cara Memilih Bibit Bawang Merah

Setelah memahami tentang cara pengolahan lahan maka langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit. Bibit berkualitas akan menentukan pertumbuhan dan produksi bawang merah nantinya. Oleh karena itu sangat penting untuk memahami apa saja yang harus dilakukan terhadap bibit bawang merah.

  • Umbi Bibit Berasal Dari Pertanaman Yang Sehat Dan Cukup Tua

Umbi bibit adalah salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya Anda yang paling penting. Salah satu ciri umbi bibit yang baik adalah:

  1. Berasal dari pertanaman yang sehat
  2. Sudah cukup tua (sudah ditanam dengan umur lebih dari 2,5-4 bulan)
  3. Berukuran sedang, sehat, keras dan permukaan kulit luarnya licin/ mengkilap.
  • Berasal Dari Varietas Unggul

Saat ini, untuk bersaing dengan bawang merah impor, Anda bisa memilih bibit bawang merah yang berasal dari varietas unggul dan bisa menghasilkan hasil panen yang maksimal dan berkualitas baik.

Varietas bawang merah unggul yang bisa Anda coba adalah sembrani, trisula, pancasona, dan maja.

  • Kemampuan Tumbuh >80%

Kemampuan tumbuh pada benih/bibit yang Anda gunakan harus memiliki kemampuan tumbuh >80%. Kemampuan tumbuh yang baik bisa dilihat dari kondisi fisik umbi yang sehat, lama penyimpanan, dan kondisi pangkal tunas.

  • Kondisi Segar, Kekar, Tidak Cacat Dan Bebas Hama Penyakit

Salah satu cara mengetahui bibit bawang merah yang baik dapat dilihat secara kasat mata pada tampilan fisiknya.

Secara fisik, bibit bawang merah yang baik adalah tampak segar, sehat, dan bebas dari bawaan penyakit, seperti penyakit fusarium.

Ukuran Umbi Bawang Merah

Besar: Diameter >1,8 cm dengan Berat >10 Gram. Umbi bawang merah yang digolongkan dalam kelas umbi besar adalah yang >1,8 cm dan berat >10. Jika untuk pembibitan, maka besar biaya produksi untuk pembelian benih juga cukup besar, karena kelas ukuran umbi besar ini tergolong cukup mahal harganya.

Sedang: Diameter 1,5-1,8 cm Dengan Berat 5-10 g. Bawang merah ukuran sedang banyak dipilih untuk pembibitan karena biaya produksi pembelian bibit bisa ditekan, namun tetap produktif. Salah satu syarat bibit masuk kedalam kelas bibit berukuran sedang adalah memiliki diameter 1,5-1,8 cm dengan berat 5-10 g.

Kecil: Diameter <1,5 cm Dengan Berat <5 g. Ukuran bawang merah kecil tidak cocok untuk pembibitan, karena akan berakibat kurang baik pada tanaman budidaya bawang merah. Umbi bibit yang masuk dalam katogeri kecil ini umumnya memiliki produktifitas yang rendah.

Perlakuan Umbi Bibit Bawang Merah

Umbi bibit bawang merah yang akan ditanam harus melewati perlakuan yang tepat untuk mencegah penularan penyakit tular benih. Terlebih pada musim kemarau, bibit bawang merah sudah harus siap sebelum ditanam di lahan.

Perlakuan benih terbaik yang disarankan adalah dengan merendam umbi bawang merah dengan menggunakan larutan Pupuk Organik Herbafarm Cair.

Baca Juga: Cara Budidaya Tanaman Semangka

Cara Menanam Bawang Merah

Setelah melakukan perendaman terhadap umbi bibit menggunakan Pupuk Organik herbafarm cair, kini saatnya untuk mengikuti panduan cara menanam bawang merah.

  • Potong Ujungnya Untuk Mempercepat Pertumbuhan Tunas.

Cara menanam bibit bawang merah yang pertama adalah umbi bibit yang akan ditanam harus dipotong terlebih dahulu bagian ujungnya beberapa cm saja. Tujuan pemotongan umbi bibit adalah untuk mempercepat pertumbuhan tunas. Dengan begitu, proses budidaya bisa semakin cepat dan optimal.

  • Jarak Tanam Bawang Merah

Umbi bibit yang sudah bertunas dan siap tanam harus segera ditanam dilahan yang sudah disiapkan. Cara tanam bawang merah tentunya memperhatikan jarak antar bibit untuk menghindari perebutan hama, menjaga kelembaban iklim mikro dan mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Jarak tanam bawang merah pada lahan kering/ tegalan dan lahan sawah tadah hujan yang disarankan adalah: 15 x 20 cm atau 15 x 15 cm.

Setelah menentukan jarak tanam, Anda bisa menanam umbi bibit dengan cara membenamkan langsung bibit, sehingga ujung calon tunasnya rata dengan permukaan tanah. Setelah ditanam, jangan lupa untuk menyiram dengan air secukupnya, agar bibit tidak mengalami stress setelah pindah tanam.

Cara Pemupukan Bawang Merah

Pemupukan adalah kunci untuk mendapatkan hasil panen yang sesuai harapan. Disarankan untuk memilih jenis pupuk bawang merah yang bagus serta organik untuk menjaga kondisi tanah tetap subur, gembur dan menjaga kelestarian lingkungan lahan pertanian Anda.

Dengan menggunakan pupuk dan produk organik, maka kondisi lingkungan lahan akan tetap lestari dan seimbang. Ini bermanfaat untuk menekan pertumbuhan gulma, serta mencegah peledakan hama akibat ketidakseimbangan ekosistem lahan.

Selain itu pastikan memilih pupuk pembesar umbi bawang merah yang bagus dan sesuai dosisnya. Pupuk bawang merah yang bagus yang disarankan adalah Produk Pupuk Organik Herbafarm.

Silahkan Baca: Cara Pemakaian Pupuk Herbafarm Pada Tanaman Bawang Merah.

Perawatan Tanaman Bawang Merah

Selain melakukan pemupukan, Anda juga harus melakukan perawatan dengan optimal. Cara merawat bawang merah yang perlu Anda lakukan secara rutin diantaranya adalah:

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan sehari dua kali, pagi dan sore hari untuk menjaga ketersediaan air di bedeng. Lakukan penyiraman dengan menggunakan sprayer atau bisa juga secara manual menggunakan ember. Yang terpenting adalah lakukan secara hati-hati agar tanaman tidak terganggu.

  • Penyiangan Gulma

Penyiangan tanaman bawang merah dilakukan sesuai keadaan gulma di lapangan, yaitu antara satu sampai dua kali penyiangan setiap bulannya. Cara penyiangan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat.

  • Pengendalian Hama Dan Penyakit

Menanam bawang merah di musim kemarau tentunya tidak bisa meremehkan adanya hama dan penyakit.

Hama yang biasa menyerang diantaranya adalah:

  1. hama ulat
  2. kepik
  3. kutu daun

Sedangkan penyakit yang umum menyerang tanaman budidaya bawang merah adalah penyakit akibat bakteri, virus, dan bisa juga jamur. Penyakit yang sering menyerang diantaranya adalah bercak pada daun, busuk umbi bawang, dan lainnya.

Untuk mengatasinya bisa dengan disemprot dengan insektisida, fungisida dan menjaga kondisi lingkungan tetap bersih dari gulma atau tanaman pengganggu.

Silahkan Baca: Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Bawang Merah.

Itulah panduan cara budidaya tanaman bawang merah di musim kemarau agar bisa mendapatkan hasil panen yang optimal. Sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Jangan ragu untuk membudidayakan bawang merah dengan sistem organik.