Kategori Pupuk Tanaman

Cara Budidaya Cabe Merah Yang Baik Dan Benar

Cara Budidaya Cabe Merah – Salah satu komoditas pertanian paling atraktif adalah cabe merah. Harga jual cabe merah bisa naik tinggi pada moment tertentu misalnya pada bulan puasa atau menjelang lebaran. Namun pada kondisi tertentu harga cabe merah juga bisa turun drastis. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani.

Tantangan lain yang juga dihadapi petani adalah serangan hama dan kondisi cuasa. Pertumbuhan cabe merah terbilang sangat rentang terhadap dua kondisi tersebut. Maka tidak sedikit petani yang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk menanggulangi masalah tersebut.

Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam produksi pertanian cabe merah tentunya dibutuhkan treatment khusus yang berbeda dengan jenis tanaman lain.

Pada kesempatan kali ini Herbafarm Makassar akan mencoba sharing tentang Cara Budidaya Tanaman Cabe Merah Yang Baik dan Benar. Ada beberapa langkah penting yang harus diperhatikan. Semuanya akan kami bahas tuntas disini.

Sebelum lanjut pada pembahasan detailnya, ada beberapa informasi penting yang perlu kami sampaikan sebagai kabar baik untuk petani Indonesia.

Kondisi iklim di Indonesia cocok untuk budidaya cabe dimana matahari bersinar penuh. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1400 meter dpl. Di dataran tinggi, cabe masih bisa tumbuh namun produksinya tidak maksimal.

Suhu yang optimal untuk pertumbuhan cabe merah, antara 24-28 derajat Celcius. Pada suhu yang terlalu dingin dibawah 15 atau panas diatas 32 pertumbuhan akan terganggu. Cabe bisa tumbuh pada musim kemarau asal mendapatkan pengairan yang cukup. Curah hujan yang dikehendaki berkisar 800-2000 mm per tahun dengan kelembaban 80%.

Baiklah sekarang kita langsung saja pada langkah-langkah atau tahapan budidaya cabe merah. Silahkan disimak dengan baik!

Pemilihan Benih Cabe Merah Yang Baik

Secara umum cabe merah terbagi menjadi dua yaitu cabe merah besar dan cabe merah keriting. Pada pengembangannya terdapat puluhan bahkan ratusan varietas cabe merah. Ada varietas lokal dan juga hibrida. Untuk pemilihan jenis benihnya sendiri anda bisa menyesuaikan dengan kondisi lokasi anda.

Untuk mendapatkan benihnya bisa dengan membeli di toko pertanian atau belanja online dari marketplace atau toko online pertanian. Selain itu benih juga bisa didapatkan dengan membenihkan sendiri dari varietas lokal. Jika anda berniat membeli benih hybrida pastikan anda membeli hasil dari pembenihan industri terpercaya yang menggunakan teknologi modern. Untuk pembenihan dari varietas lokal bisa mengambil dari petani di sekitar anda.

Penyemaian dan Pembibitan Cabe Merah

Jika anda sudah mendapatkan benih cabe yang akan ditanam maka langkah kedua untuk cara budidaya cabe merah yang baik dan benar adalah melakukan penyemaian dan pembibitan. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebagai berikut.

  • Rendam biji cabe dengan air hangat selama kurang lebih 3 jam. Jangan gunakan biji yang mengapung. Masukkan setiap biji cabe kedalam polybag sedalam 0,5 cm dan tutup dengan kompos halus. Basahi sedikit media tanam agar kelembabannya terjaga.
  • Siapkan campuran tanah, arang sekam dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Atau, kalau tidak ada arang sekam gunakan tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Sebelum dicampur, media tersebut diayak agar halus. Untuk lebih detail, silahkan baca cara membuat media persemaian.
  • Sebaiknya buat naungan untuk tempat penyemaian untuk menghindari terik matahari dan air hujan. Apabila ada biaya, ada baiknya melindungi tempat penyemaian dengan jaring pelindung hama atau serangga. Susun polybag yang telah diisi media semai dalam naungan tersebut.
  • Siram polybag pembibitan setiap pagi dan sore hari. Cara menyiramnya adalah tutup permukaan polybag dengan kertas koran kemudian siram hingga basah. Buka kertas koran tersebut setelah biji tumbuh kira-kira 3 sekitar hari.

  • Selanjutnya siram secara rutin dan awasi pertumbuhannya. Bibit cabe merah siap untuk dipindahkan setelah 21-24 hari disemaikan atau setelah tumbuh 3-4 helai daun. Lebihkan 10% dari kebutuhan bibit. Misalnya untuk lahan satu hektar dibutuhkan sekitar 14000 bibit cabe merah, maka lebihkan 10 persen untuk tindakan penyulaman tanaman.

Sebagai catatan: Metode penyemaian untuk budidaya cabe sebaiknya menggunakan polybag (baik dari plastik atau daun-daunan). Mengapa demikian, karena benih cabe apalagi jenis hibrida harganya sangat mahal. Apabila disemai dengan ditabur, dikhawatirkan banyak biji yang tumbuh berhimpit sehingga tidak semua tanaman bisa dimanfaatkan.

Pengolahan Lahan Untuk Penanaman Cabe Merah

Tahap ketiga untuk budidaya cabe merah adalah pengolahan lahan. Jadi sambil menunggu benih yang disemai siap ditanam maka dipersiapkan terlebih dahulu lahan untuk penanamannya. Adapun langkah-langkah pengolahan lahan penanaman adalah sebagai berikut.

  • Buat bedengan dengan lebar satu meter tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk memudahkan pemeliharaan panjang bedengan maksimal 15 meter. Buat saluran drainase yang baik karena tanaman cabe merah tidak tahan terhadap genangan air.
  • Campurkan pupuk organik, bisa berupa kompos atau pupuk kandang pada setiap bedengan secara merata. Kebutuhan pupuk organik untuk budidaya cabe merah adalah 20 ton per hektar. Selain pupuk organik tambahkan juga urea 350 kg/ha dan KCl 200kg/ha.
  • Buat lubang tanam sebanyak dua baris dalam setiap bedengan dengan jarak 60-70 cm. Sebaiknya lubang tanam dibuat zig zag, tidak sejajar. Hal ini berguna untuk mengatur sirkulasi angin dan penetrasi sinar matahari. Diameter dan kedalaman lubang tanam kurang lebih 10 cm, atau disesuaikan dengan ukuran polybag semai.

Sebagai catatan ada tambahan informasi yang perlu diperhatikan terkait pengolahan lahan tanam agar hasil didapatkan bisa lebih maksimal.

  • Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabe merah adalah tanah yang gembur dan memiliki porosotas yang baik. Sebelum cabe merah ditanam cangkul atau bajak lahan sedalam 20-40 cm. Bersihkan dari batu atau kerikil dan sisa-sisa akar tanaman. Apabila terlalu banyak gulma dan khawatir menganggu bisa gunakan herbisida.
  • Budidaya cabe merah menghendaki tanah yang memiliki tingkat keasaman tanah pH 6-7. Apabila nilainya terlalu rendah (asam), daun tanaman cabe merah akan terlihat pucat dan mudah terserang virus. Tanah yang asam biasanya mudah ditumbuhi ilalang. Untuk menetralisirnya bisa gunakan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 2-4 ton/ha. Pemberian kapur atau dolomit dilakukan pada saat pembajakan dan pembuatan bedengan.
  • Untuk budidaya cabe intensif sebaiknya, bedengan ditutup dengan mulsa plastik perak hitam. Penggunaan mulsa plastik mempunyai konsekuensi biaya namun mendatangkan sejumlah manfaat. Mulsa bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan kebun.

Penanaman Bibit Cabe Merah

Tahap ketiga adalah proses penanaman bibit cabe merah yang sudah disemai. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemindahan dari penyemaian ke lahan tanam yang sudah disiapkan yaitu usia tanaman dan cara menanamnya.

  • Pemindahan bibit cabe merah dari area persemaian dilakukan setelah umur bibit sekitar 3 minggu atau bibit memiliki 3-4 helai daun permanen. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan sore hari untuk menghindari stress. Usahakan penanaman dilakukan serentak dalam satu hari.
  • Cara menanamnya adalah dengan membuka atau menyobek polybag semai. Kemudian masukkan bibit cabe merah beserta media tanamnya kedalam lubang tanam. Jaga agar media semai jangan sampai terpecah. Kemudian siram tanaman secukupnya untuk mempertahankan kelembaban.

Pemeliharaan Tanaman Cabe Merah

Tahap keempat adalah tahapan pemeliharaan. Sukses atau tidaknya cara budidaya cabe merah ini sangat bergantung pada tahapan pemeliharaan ini. Sebagus apapun bibit cabe yang ditanaman ketika pada tahapan pemeliharaan ini tidak benar maka hasilnya juga kurang maksimal. Maka perlu diperhatikan 6 hal berikut ini.

  1. Penyiraman. Penyiraman diperlukan pada saat musim kering, caranya bisa dengan gembor atau dengan penggenangan. Hati-hati ketika melakukan penyiraman disaat tanaman belum terlalu kuat. Penggenangan bisa dilakukan setiap dua minggu sekali.
  2. Penyulaman. Periksa tanaman pada satu sampai dua minggu pertama untuk melakukan penyulaman tanaman. Apabila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya abnormal segera cabut dan ganti dengan bibit yang baru.
  3. Pemasangan Ajir. Pada budidaya cabe memerlukan pemasangan ajir (tongkat bambu) untuk menopang tanaman berdiri tegak. Tancapkan ajir dengan jarak mnimal 4 cm dari pangkal batang. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan pada hari ke-7 sejak bibit dipindahkan. Apabila tanaman terlalu besar dikhawatirkan saat ajir ditancapkan akan melukai perakaran. Bila akar terluka tanaman akan akan mudah terserang penyakit. Pengikatan tanaman pada ajir dilakukan setelah tanaman tumbuh tinggi atau berumur diatas satu bulan.
  4. Pemotongan Tunas. Pemotongan tunas dilakuan setelah 3 minggu untuk budidaya cabe di dataran rendah dan 1 bulan untuk dataran tinggi. Potong tunas yang tumbuh pada ketiak daun dengan tangan yang bersih. Perempelan ini dilakukan sampai terbentuk cabang utama, ditandai dengan kemunculan bunga pertama atau kedua.
  5. Pemupukan Susulan. Pemupukan susulan dilakukan setiap dua minggu sekali atau minimal 8 kali hingga panen terakhir. Pemupukan susulan dilakukan dengan pengocoran pupuk pada setiap lubang tanam. Pemupukan yang paling praktis adalah dengan menggunakan pupuk organik cair. Siramkan 100 ml larutan pupuk yang telah diencerkan pada setiap tanaman.
  6. Penyiangan Gulma. Penyiangan gulma dilakukan apabila diperlukan saja. Pengendalian hama dan penyakit dalam budidaya cabe cukup vital. Banyak kasus budidaya yang gagal karena serangan hama dan penyakit. Untuk lebih detail, silahkan baca pengendalihan hama dan penyakit tanaman cabe.

Masa Panen Cabe Merah

Jika keempat tahap ditas sudah dilewati maka sudah selesai materi tentang cara budidaya cabe yang baik dan benar. Masa panen tentunya adalah hasil dari praktek yang telah dilakukan. Namun meskipun panen bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun ketika berbicara budidaya dan terkait dengan nilai jual maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

  • Budidaya cabe merah mulai bisa dipanen setelah berumur 75-85 hari setelah tanam. Proses pemanenan dilakukan dalam beberapa kali, tergantung dengan jenis varietas, teknik budidaya dan kondisi lahan.
  • Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-5 hari sekali, disesuaikan dengan kondisi kematangan buah dan pasar. Buah cabe sebaiknya dipetik sekaligus dengan tangkainya untuk memperpanjang umur simpan. Buah yang dipetik adalah yang berwarna oranye hingga merah. Lakukan pemetikan pada pagi hari.
  • Produktivitas budidaya cabe merah biasanya mencapai 10-14 ton per hektar, tergantung dari varietas dan teknik budidayanya. Pada budidaya yang optimal, potensinya bisa mencapai hingga 20 ton per hektar.

Baca Juga: Cara Budidaya Sawi Putih Yang Baik dan Benar.

Demikian informasi tentang cara budidaya cabe merah yang baik dan benar. Semoga bisa membantu anda dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian cabe merah. Sampai ketemu pada tulisan lain untuk berbagai macam informasi seputar dunia pertanian. Salam Sukses Petani Indonesia.