Cara Budidaya Tanaman Cabe Yang Benar

Cara Budidaya Cabe. Tanaman cabe merupakan salah satu jenis tanaman pavorit para petani di Indonesia. Hal ini disebabkan karena cabe merupakan kebutuhan bumbu dapur yang dibutuhkan setiap hari. Harga cabe juga terbilang sangat mahal dan bisa memberikan keuntungan besar pada petani.

Namun dalam budidaya cabe ternyata banyak hal yang harus diperhatikan agar bisa berbuah lebat. Mulai dari pemilihan bibit, cara pembibitan, pengolahan tanah, proses penanaman, sampai pada tahap perawatan tanaman.

Jenis Cabe

Sebelum lanjut pada teknik budidaya terlebih dahulu harus diketahui atau ditentukan jenis cape apa yang akan ditanam. Setiap jenis cabe tentunya memiliki harga dan permintaan pasar tersendiri.

  1. Cabe Merah (Besar dan Keriting)
  2. Cabe Hijau (Besar dan Keriting)
  3. Cabe Rawit (Cabe Domba, Cabe Jemprit, Cabe Celepik)
  4. Cabe Gendot
  5. Cabe Cayenne
  6. Cabe Jalapeno
  7. Paprika

Syarat Tumbuh Tanaman Cabe

Selanjutnya adalah memahami syarat tumbuh tanaman cabe. Meskipun pada dasarnya jenis tanaman ini bisa tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia. Namun untuk dapat tumbuh optimal tentunya adalah kondisi khusus tersendiri.

  • Ketinggian Tempat

Syarat tumbuh tanaman cabe yang pertama adalah ketinggian tempat. Cabe akan tumbuh optimal pada ketinggian 250 – 1200 Mdpl. Pada ketinggian lebih rendah atau lebih tinggi cabe dapat tumbuh tapi hasilnya kurang maksimal.

  • Iklim

Iklim menjadi bagian yang harus diperhatikan sebelum budidaya cabe. Cabe membutuhkan iklim tropis yang hangat dan lembab. Suhu yang sangat cocok untuk pertumbuhan cabe berkisar 18 -32 Derajat Celcius. Untuk curah hujan tanaman ini membutuhkan intensitas hujan 600 – 1250 mm/ tahun. Tanaman cabai membutuhkan penyinaran cahaya matahari sekitar 8 jam setiap harinya.

  • Jenis Tanah

Pada dasarnya cabe merupakan jenis tanaman yang mempunyai tingkat adaptasi yang sangat baik. Tanaman ini mampu tumbuh disemua jenis tanah mulai dari tanah berpasir sampai tanah liat. Namun untuk pertumbuhan yang maksimal cabe sebaiknya ditanam pada tanah lempung berpasir. Paling penting adalah tanah tersebut cukup bahan organik, kandungan hara dan air. pH tanah yang dibutuhkan adalah 5.5 -6.8.

Cara Pembibitan Cabe

Pembibitan merupakan bagian penting dari budidaya tanaman cabe. Proses pembibitan ini dimulai dari pemilihan bibit sampai perawatan masa semai.

  • Pemilihan Bibit Cabe

Pemilihan bibit cabe sebaiknya diambil dari indukan yang sehat dan unggul. Bibit disesuaikan dengan jenis cabe yang akan ditanam. Jika tidak ingin repot bisa membeli bibit unggul dari toko pertanian.

  • Perendaman Bibit Cabe

Jika bibit dibeli dari toko pertanian maka bisa langsung proses perendaman. Tetapi jika bibit diambil dari hasil budidaya sebelumnya atau dari petani lain, maka harus dibersihkan terlebih dahulu. Pisahkan biji dari daging atau buah cabe. Bersihkan dengan air lalu kemduian tahap perendaman.

Perendaman bibit cabe menggunakan larutan pupuk organik herbafarm cair. Dosis yang digunakan adalah 10 tutup botol untuk 5 liter air. Rendam selama 30 menit kemudian keringkan (tanpa cahaya matahari langsung) kemudian masukkan ke media penyemaian.

  • Penyemaian Bibit Cabe

Penyemaian bibit cabe dilakukan dengan menggunakan media tanah, pupuk kompos/ kandang, dan ditambahkan pupuk herbafarm granul sebanyak 100 Gram. Biji cabe yang sudah dikering ditaburkan di media penyemaian yang sudah disiapkan. Lakukan penyiraman benih setiap hari menggunakan larutan herbafarm cair. Dosis yang digunakan adalah 30ML untuk 14 liter air. Penyiraman dilakukan menggunakan sprayer hingga tanah terlihat basah dan lembab.

Catata: Penggunaan pupuk herbafarm pada saat persiapan bibit adalah untuk mengatasi penyakit tular tanah dan tular bibir serta memberikan nutrisi yang cukup untuk benih.

Cara Pengolahan Tanah

Persiapan budidaya tanaman cabe berikutnya adalah pengolahan tanah. Tanah harus dipersiapkan secara maksimal agar siap ditanami benih. Langkah persiapan lahan adalah sebagai berikut:

  • Penggemburan Tanah

Sebaiknya lakukan penggemburan tanah dengan cara membolak balikkan tanah. Bisa dilakukan secara manual menggunakan cangkul atau dengan menggunakan traktor. Tambahkan pupuk herbafarm granul sebanyak 15KG untuk lahan seluas 1 Hektar.

  • Pembuatan Bedengan

Setelah tanah digemburkan maka selanjutnya adalah pembuatan bedengan untuk penanaman. Bedengan ini dibuat untuk mengatur jarak tanam dan mempersiapkan drainase.

  • Pemasangan Mulsa

Mulsa dibutuhkan untuk menghindari serangan gulma pasca penanaman. Ukuran mulsa yang dibutuhkan berkisar 100 – 125 cm. Buat lubang pada mulsa dengan ukuran 4-5cm. Mulsa yang digunakan adalah mulsa hitam perak. Pemasangannya dengan menempatkan bagian hitam dibagian bawah dan perak dibagian atas.

  • Pengaturan Jarak Tanam

Jarak tanam sangat penting untuk diperhatikan karena akan berpengaruh pada tingkat kelembaban jika cabe sudah tumbuh nantinya. Jarak antar lubang tanam idealnya 50 -65 cm.

  • Proses Penanaman

Setelah semuanya siap maka langkah selanjutnya adalah proses penanaman. Pindahkan bibit cabe dari media penyemaian ke lahan tanaman. Bibit cabe yang siap dipindahkan adalah bibit yang sudah memiliki 3 sampai 4 daun dengan usia penyemaian 3-4 minggu.

Cara Perawatan Tanaman Cabe

Setelah proses penanaman selesai maka tahap budidaya selanjutnya adalah perawatan tanaman. Perawatan intensif akan menentukan pertumbuhan tanaman cabe nantinya. Beberapa hal penting yang harus dilakukan pada perawatan cabe adalah sebagai berikut.

  • Penyiraman

Penyiraman perlu dilakukan secara berkala dengan memperhatikan kondisi tanah. Jika tanah terlalu kering maka penyiraman sebaiknya dilakukan pagi dan sore hari. Pastikan menyiram tanah sampai terlihat basah dan lembab.

  • Penyiangan

Gulma yang tumbuh disekitar tanaman cabe harus terus diperhatikan. Segera cabut jika ada yang tumbuh atau muncul pada lubang mulsa yang sudah dibuat sebelumnya. Gulma akan menjadi saingan tanaman dalam penyerapan nutrisi dalam tanah.

  • Pemangkasan

Pemangkasan ranting cabe perlu dilakukan untuk menjaga tingkat kelembaban. Tanaman yang terlalu lembab bisa menyebabkan adanya serangan penyakit. Selain itu tanaman cabe yang memiliki terlalu banyak ranting akan kesulitan dalam pemenuhan atau distribusi nutrisi. Akibatnya adalah proses pembuahan tidak berjalan maksimal.

Cara Pemupukan Tanaman Cabe

Pemupukan merupakan bagian penting dari perawatan tanaman cabe. Hanya saja untuk pemupukan ini membutuhkan pembahasan khusus. Pemupukan menggunakan pupuk herbafarm akan dibahas pada halaman Cara Pemakaian Pupuk Herbafarm Untuk Tanaman Cabe.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Tahap perawatan tanaman yang terakhir adalah pengendalian hama dan penyakit cabe. Bagian ini juga sangat penting untuk diperhatikan karena banyak jenis hama dan penyakit yang mungkin bisa menyerang tanaman cabe. Silahkan baca pembahasan lengkap Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Cabe.

Masa Panen Cabe

Hal yang paling ditunggu dalam proses budidaya tanaman cabe adalah masa panen. Masa panen ini dilakukan jika buah cabe sudah matang. Pada kondisi tertentu proses panen dilakukan sesuai dengan permintaan pasar dan jenis cabe yang dibudidayakan.

Baca Juga: Cara Budidaya Bawang Merah

Demikian pembahasan tentang Cara Budidaya Tanaman Cabe. Pastikan selalu menggunakan teknik budidaya yang ramah lingkungan.