Cara Budidaya Jamur Tiram Agar Cepat Panen

Cara Budidaya Jamur Tiram. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu agribisnis yang kini tumbuh melesat sebab permintaan pasar yang semakin meningkat. Dikutip dari media online bisnis.com, bisnis jamur tiram memiliki masa panen yang cukup cepat yaitu 4 bulan dengan laba bersih bisa mencapai 3 juta lebih perbulannya.

Alat dan Bahan Budidaya Jamur Tiram

Sebelum memulai proses budidaya jamur tiram, ada beberapa alat dan bahan yang harus dipersiapkan yaitu sebagai berikut:

  1. Kompor minyak tanah
  2. Drum dengan diameter 80 cm dan tinggi 96 cm
  3. Rak dengan luas 3 m2
  4. pH meter
  5. Thermometer
  6. Pipa paralon 1 inci sebanyak 300 buah untuk cincin
  7. Sprayer/penyemprot
  8. Lampu spiritus/bunsen
  9. Baskom plastic
  10. Sekop
  11. Ampas tebu dan serbuk kayu (albasia) 10,5 kg
  12. Dedak halus 21 kg
  13. Tepung jagung 0,6 kg
  14. Pupuk TSP 1 kg
  15. Kapur 3 kg
  16. Bibit jamur F3 sebanyak 3 botol
  17. Alkohol 95% sebanyak 1 liter
  18. Kantong plastik transparan berukuran 20x35x0,05 cm sebanyak 300 buah
  19. Kertas roti berukuran 10×10 cm sebanyak 300 buah
  20. Karet gelang tahan panas sebanyak 600 buah
  21. Air bersih 30 liter
  22. Pupuk Organik Cair Herbafarm

Syarat Tumbuh Jamur Tiram

Pada lokasi tumbuh aslinya, jamur tiram putih tumbuh dan berkembang di bawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. Jamur ini tidak membutuhkan banyak paparan sinar matahari, bahkan pertumbuhannya jauh lebih baik apabila tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Berikut ini beberapa persyaratan untuk budidaya jamur tiram yang harus Anda perhatikan:

  • Derajat Keasaman (pH)

Budidaya jamur tiram putih tumbuh optimal pada pH yang mendekati normal yaitu 6,8 – 7,0. Apabila pH terlalu rendah, maka akan menyebabkan pertumbuhan miselium jamur terganggu. Namun apabila pH terlalu tinggi maka dapat menyebabkan sistem metabolisme jamur tidak efektif yang akan berujung pada kematian.

  • Temperature/Suhu

Suhu yang diperlukan pada saat inkubasi jamur tiram putih adalah 28 – 30C. sementara pada saat pembentukan tubuh buah sampai panen, suhu yang diperlukan berkisar antara 22 – 28C.

  • Kelembaban

Kelembaban yang diperlukan agar jamur tiram dapat tumbuh dengan baik adalah sekitar 50 – 60 % pada saat inkubasi. Sedangkan kelembaban pada saat pembentukan tubuh buah berkisar antara 90 – 95%. Apabila kelembaban kurang, maka substrat tanaman akan mengering.

  • Cahaya

Jamur tiram yang terkena Cahaya matahari secara langsung dapat menyebabkan jamur tersebut layu dan ukurannya pun kecil. Maka dari itu usahakan memberikan cahaya matahari secara tidak langsung pada budidaya jamur tiram.

Cahaya matahari tidak langsung sangat bermanfaat dalam perangsangan awal terbentuknya tubuh buah. Usahakan agar ada pohon peneduh di dekat bangunan tempat budidaya jamur.

  • Udara

Jamur membutuhkan oksigen (O2) yang cukup agar dapat tumbuh dengan optimal. Jamur tiram yang tumbuh pada tempat yang kekurangan oksigen memiliki tubuh buah kecil dan abnormal. Jamur tiram yang kekurangan oksigen akan mudah layu dan mati.

Ventilasi udara pada lokasi penanaman jamur tiram sangat penting untuk menjaga pertukaran udara berjalan dengan baik. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) yang terlalu banyak akan menyebabkan jamur tumbuh abnormal. Konsentrasi karbon dioksida tidak boleh lebih dari 0,02%.

Tahapan Cara Budidaya Jamur Tiram

Setelah mempersiapkan alat dan bahan serta mengetahui syarat tumbuh jamur tiram putih, berikut kami berikan tahapan cara budidaya jamur tiram.

Menyiapkan Rak Jamur Tiram

Kumbung adalah bangunan tempat menyimpan bag log sebagai media tumbuh jamur tiram yang terbuat dari bilik bambu atau tembok permanen. Di dalam kumbung tersusun rak-rak tempat bag log jamur tiram.

Ukuran kumbung bervariasi tergantung dari luas lahan. Tujuan dari adanya kumbung adalah untuk menyimpan bag log sesuai dengan persyaratan tumbuh. Rak di dalam kumbung disusun sedemikian rupa sehingga gampang dalam proses pemeliharaan dan sirkulasi udara terjaga.

Umumnya jarak antara rak kurang lebih 75 cm. Jarak di dalam rak 60 cm (4 – 5 bag log), lebar rak 50 cm, tinggi maksimal 3 m, panjang disesuaikan dengan kondisi ruangan.

Menyiapkan Baglog Jamur Tiram

Selanjutnya yang diperlukan adalah baglog. Baglog adalah media tumbuh jamur. Baglog biasanya dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Dari lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh ke luar.

Berikut bahan membuat jamur tiram, yang dibutuhkan untuk membuat 100 buah baglog:

  1. Ampas tebu dan serbuk gergaji 10,5 kg
  2. Tepung jagung 0,6 kg
  3. Dedak halus 21 kg
  4. Pupuk TSP 1 kg
  5. Kapur 3 kg
  6. Air secukupnya
  7. Pupuk Organik Cair Herbafarm

Setelah menyiapkan bahan, selanjutnya adalah proses pembuatan bag log sebagai berikut:

  • Campur semua bahan di atas hingga rata.

Perhatikan jangan sampai ada gumpalan. Jangan lupa campurkan dengan Pupuk Organik Cair Herbafarm sebanyak 10 ml yang sebelumnya sudah dilarutkan dengan 1 liter air.

Bahan yang sudah dicampurkan di atas lalu dimasukkan ke dalam plastik bening. Bahan tersebut harus dipadatkan supaya log akan terbentuk dengan baik. Perlu diperhatikan, pada ujung plastik di bagian bawah ditusuk dengan jari.

Hal ini dilakukan agar bahan yang telah dipadatkan tersebut bisa duduk tegak/ tidak miring. Pengisian lebih baik jangan terlalu penuh, sisakan skitar 15 cm agar lebih mudah ketika diikat.

  • Timbang baglog agar beratnya 1,2 kg.

Sisa pada ujung plastik ke dalam lingkaran cincin dilipat keluar, kemudian diikat pada bagian mulut plastik menggunakan karet tahan panas. Tutup mulut baglog tersebut menggunakan kapas lalu tutup kembali menggunakan bahan kertas, kemudian diikat kembali dengan karet.

Kukus baglog tersebut dengan waktu selama 12 jam pada suhu antara 90 – 110 °C. Jangka waktu pengukusan dihitung ketika air di dalam drum mendidih. Jika pengukusan telah selesai, bag log kemudian diangkat dari drum. Selanjutnya, diamkan jamur tiram selama 8 jam pada ruangan yang tertutup.

Kegunaan Pupuk Organik Cair Herbafarm dalam persiapan media tanam atau baglog untuk meningkatkan kualitas media tanam dan menunjang pertumbuhan jamur tiram nantinya.

Cara Menyusun Baglog

Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyusun bag log. Bag log dapat disusun secara vertical maupun horizontal. Kedua cara tersebut memiliki kelebihan masing-masing.

Baglog yang disusun secara horizontal akan lebih aman terhadap siraman air. Jika melakukan penyiraman secara berlebihan, maka air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, akan lebih mudah dalam proses pemanenan nantinya. Namun, saat penyusunan lebih banyak menyita tempat.

Cara Menanam Bibit Jamur Tiram

Cara budidaya jamur tiram selanjutnya adalah proses penanaman bibit. Pada proses penanaman bibit jamur tiram ini harus dilakukan dengan cepat Namun juga harus tetap teliti. Dan yang terpenting yaitu proses penanaman bibit jamur tiram harus dilakukan pada tempat/ruangan yang tertutup.

Berikut adalah cara penanaman bibit jamur yang sebaiknya anda terapkan:

  1. Siapkan bag log yang sudah diberikan bibit.
  2. Tutup kembali bag log dengan menggunakan kapas.
  3. Berikan 3 sendok makan bibit ke dalam setiap satu log media. Perlu Anda ingat, pada setiap gerakan sendok yang digunakan, panaskan terlebih dahulu sendok tersebut dengan menggunakan api dari lampu spiritus untuk menghindari kontaminasi.
  4. Buka karet pada log, kertas penutup, dan juga kapas penutup Log.
  5. Agar lebih mudah dalam penanaman bibit, log yang akan diinokulasi diletakan di depan dekat tangan kiri.
  6. Semprot isi ruangan secara merata menggunakan alcohol 95%. Jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan dalam penyemprotan ruangan
  7. Baglog yang sudah ditanami dengan bibit diletakan pada rak.
  8. Diamkan saja sampai seluruh baglog tersebut tumbuh dengan sendirinya.
  9. Jika seluruh media baglog ditumbuhi jamur, tutup kapas dan cincin di bagian atas log tersebut dibuka.
  10. Agar kelembaban terjaga, semprotkan air dan Pupuk Organik Cair Herbafarm dengan menggunakan sprayer pada setiap bag log dengan dosis 30ML/ tangki (14 liter air).

Jika jamur tumbuh dengan mekar dan lebar, berarti jamur sudah siap untuk di panen. Maka dari itu Penggunaan Pupuk Organik Cair Herbafarm untuk menjaga kelembapan sekaligus perawatan pada tanaman jamur tiram yang berproses tumbuh.

Cara Mencegah Hama Dan Penyakit

Untuk mencegah munculnya hama dan penyakit pada budidaya jamur tiram putih, maka perawatan baglog jamur tiram harus diperhatikan.

Hama dan penyakit bisa menyerang jamur tiram kapan saja sehingga pencegahan adalah hal penting yang harus Anda dilakukan.

Baca Pembahasan Lengkap Tentang: Cara Mengatasai Haman Dan Penyakit Pada Jamur Tiram.

Masa Panen

Hasil panen jamur tiram yang memuaskan tentu menjadi salah satu hal yang harus anda wujudkan. Maka dalam tahapan pemanenan jamur tiram beberapa hal yang perlu anda perhatikan salah satunya berikut ini:

  1. Apabila permukaan baglog telah tertutup sempurna dengan miselium, kira-kira 2 minggu setelah pembukaan baglog, jamur sudah mulai tumbuh dan sudah dapat dipanen.
  2. Bag log jamur tiram dapat dipanen sebanyak 5 – 8 kali apabila dirawat dengan baik. Bag log yang beratnya sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur tiram kurang lebih 0,7 – 0,8 kg.

Itulah tahapan cara budidaya jamur tiram yang benar. Pastikan anda memperhatikan setiap tahapannya. Saatnya anda meningkatkan hasil panen dan menghasilkan keuntungan yang berlipat melalui budidaya jamur tiram ini.