Kategori Tips Budidaya

Cara Budidaya Kakao Menggunakan Herbafarm

Tanaman kakao masih menjadi primadona sebagian petani perkebunan. Kakao menjadi salah satu komoditas perkebunan andalan di Indonesia. Untuk anda yang ingin belajar cara budidaya kakao menggunakan teknik pemupukan Herbafarm. Anda bisa mengikuti tutotrial berikut ini.

Apa Itu Tanaman Kakao

Sebagai seorang petani tentunya anda sudah sangat tahu apa itu tanaman kakao. Sudah pernah melihat mulai dari bibit sampai buah yang dihasilkan. Namun tentunya tidak masalah jika kita menggunakan rujukan dari wikipedia berikut ini.

“Kakao adalah pohon budidaya di perkebunan yang berasal dari Amerika Selatan, tetapi sekarang ditanam di berbagai kawasan tropika. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat.”

Syarat Tumbuh Tanaman Kakao

Seperti halnya tanaman lain, kakao memiliki syarat tumbuh tersendiri agar bisa tumbuh maksimal dan menghasilkan buah yang baik secara kualitas dan kuantitas. Adapun syarat tumbuh tanaman kakao adalah sebagai berikut:

  • Iklim
  1. Garis lintang 100 LS sampai 100 LU – Tinggi tempat 0 s.d 600 m dpl.
  2. Curah hujan 1.500 s.d 2.500 mm/th.
  3. Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) kurang dari 3 bulan
  4. Suhu maksimum 20-320C, minimum 18-210C
  5. Tidak ada angin kecang terus menerus, kecepatan angin maksimum 4 m/detik.
  • Tanah
  1. Kemiringan tanah kurang dari 45 %
  2. Kedalaman tanah efektif lebih dari 150 cm
  3. Tekstur tanah terdiri atas 50 % pasir, 10 – 20 % debu, 30 – 40 % lempung, atau geluh lempung pasiran atau lempung pasiran
  4. Kadar bahan organik > 3,5 % atau kadar C > 2%
  5. Nisba C/N 10 – 12
  6. Kapasitas Pertukaran Kation (KPK) > 15 me/100g tanah
  7. Kejenuhan Basa > 35 %
  8. pH (H2O) 4,0 – 8,5; optimum 6,0 – 7,0
  9. Kadar unsur hara minimum: N 0,28 %, P (Bray I) 32 ppm; K tertukar 0,50 me/100 g; Ca tertukar 5,3 me/100 g; Mg tertukar 1 me/100 g.

Cara Budidaya Tanaman Kakao Menggunakan Pupuk Herbafarm

Nah selanjutnya adalah tentang cara budidaya tanaman kakao menggunakan pupuk organik Herbafarm. Silahkan langsung saja disimak langkah-langkah berikut ini.

Tahap Pembibitan

  1. Persiapan bibit sebaiknya dilakukan 1,5 tahun sebelum penanaman.
  2. Untuk mendapatkan bibit hasil okulasi yang baik sebaiknya dipilih entres dari kebun entres murni agar nannya dapat menghasilkan tanaman yang seragam dan keberhasilan okulasinya tinggi.
  3. Setelah proses okulasi akan diperoleh bahan tanam kakao unggul berupa stum mata dur, stum mini, bibit dalam polibag, atau stum tinggi. Untuk tanaman karet, mata entres ini yang merupakan bagian atas dari tanaman dan dicirikan oleh klon yang digunakan sebagai batang atasnya.
  4. Siapkan larutan Herbafarm dengan dosis 1 tutup botol (10 ml) Herbafarm ditambah 5 liter air, disemprotkan untuk 20 polybag.
  5. Penanaman bibit tanaman kakao harus tepat waktu untuk menghindari tingginya angka kematian di lapang.
  6. Bibit kakao yang baik diantaranya memiliki ciri sudah berpayung dua, mata okulasi benar-benar baik dan sudah mulai bertunas, akar tunggang tumbuh baik dan mempunyai akar lateral dan bebas dari penyakit.
  7. Dengan jarak tanam 3 x 3 m diperlukan bibit tanaman kakao untuk penanaman sebanyak 1.111 bibit, dan cadangan untuk penyulaman sebanyak 111 (10%) sehingga untuk seap hektar kebun diperlukan sebanyak 1.222 batang bibit kakao.

Tahap Persiapan Lahan

  1. Lahan diolah sebaik mungkin, dibersihkan dari semak-semak dan rumput rumput liar.
  2. Tanaman penaung tetap maupun tanaman penaung sementar harus sudah ditanam setahun sebelum tanaman kakao di tanam, sehingga pada saat bibit kakao ditanam tanaman penaung sudah tumbuh baik dan siap berfungsi sebagai penaung kakao.
  3. Sebagai penaung kakao dapat pula digunakan produktif seperti tanaman Pisang, Jati atau Kelapa.
  4. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm, 1 bulan sebelum bibit ditanam dengan jarak 3 x 3 m membentuk barisan lurus.5. Pada waktu membuat lubang, tanah bagian atas diletakkan di sebelah kiri dan tanah bagian bawah diletakkan di sebelah kanan.
  1. Masukkan pupuk granul 50 gr ditambah pupuk kompos 3 kg untuk setiap lubang.
  2. Dengan pembuatan lubang tanam ini, diusahakan agar batu-batu, padas, dan sisa- sisa akar tidak dimasukan kembali ke dalam lubang tanam.
  3. Masukkan larutan Herbafarm dengan dosis 10 tutup botol (100 ml) Herbafarm ditambah 50 liter air untuk 50 lubang tanam.
  4. Lubang tanam ditutup kembali dengan sebagian tanah bagian bawah.

Proses Penanaman

  1. Masukkan bibit ke dalam lubang dengan hati-hati dan buka kantong plastik.
  2. Lubang ditimbun dengan tanah bagian bawah dahulu kemudian tanah bagian atas.
  3. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan.
  4. Estimasi jumlah tanaman kakao per hektar ± 1.100 pohon.

Pemeliharaan Tanaman

  1. Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan tanaman baru yang seumur dengan tanaman yang mati.
  2. Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3 tahun.
  3. Penyiangan gulma dilakukan setiap 1 bulan sekali.
  4. Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainase.
  5. Siramkan larutan Herbafarm dengan dosis dan jangka waktu sesuai dengan usia tanaman sebagai berikut:
  • Usia tanaman < 1 tahun, siramkan larutan Herbafarm pada bagian bawah tanaman dengan dosis 3 tutup botol (30 ml) Herbafarm ditambah 10 liter air setiap 10 pohon. Penyiraman dilakukan pada bulan 1, 2, 3, 6 selanjutnya setiap 3 bulan sekali.
  • Usia tanaman 1-3 tahun, siramkan larutan Herbafarm pada bagian bawah tanaman dengan dosis 5 tutup botol (50 ml) Herbafarm ditambah 10 liter air setiap 10 pohon. Penyiraman dilakukan tiap 3 bulan sekali.
  • Usia tanaman 3-5 tahun, siramkan larutan Herbafarm dengan dosis 5-7 tutup botol (50-70 ml) Herbafarm ditambah 10 liter air setiap 10 pohon. Penyiraman dilakukan seap 3 bulan sekali.
  • Usia tanaman > 5 tahun, siramkan larutan Herbafarm dengan dosis 7 tutup botol (70 ml) Herbafarm ditambah 10 liter air seap 10 pohon. Penyiraman dilakukan setiap 6 bulan sekali dan disiramkan di peringan kira-kira 1 meter dari pangkal pohon.

Penggunaan pupuk kompos sebaiknya diulang setiap tahun dengan cara membuat lubang melingkar di tanah dengan jarak sebagai berikut:

  • Usia tanaman < 3 tahun, jarak lubang ± 0,5 m dengan lebar ± 20 cm, membutuhkan 5 kg pupuk kompos.
  • Usia tanaman 3-5 tahun, jarak lubang ± 1 m dengan lebar ± 25 cm, membutuhkan 10 kg pupuk kompos.
  • Usia tanaman > 5 tahun, jarak lubang ± 1,5 m dengan lebar ± 20 cm, membutuhkan 15 kg pupuk kompos.

Baca Juga: Cara Budiaya Tanaman Karet Menggunakan Pupuk Herbafarm

Demikianlah penjelasan tentang cara budidaya tanaman kakao menggunakan pupuk organik Herbafarm, semoga bermanfaat.