Cara Budidaya Semangka Agar Berbuah Besar

Cara Budidaya Semangka. Komoditas semangka pada umumnya memang sudah menjadi jenis buah yang memiliki nilai jual stabil dipasaran. Permintaan yang tinggi karena semangka tidak hanya baik untuk dikonsumsi tetapi juga sudah masuk industri pembuatan kosmetik.

Perlu anda ketahui juga menanam semangka dalam skala besar perlu tahapan penting yang menunjangnya, simak selengkapnya berikut ini.

Jenis Semangka

Hal pertama yang perlu dipahami sebelum memulai budidaya semangka adalah jenis semangka itu sendiri. Setiap jenis semangka tentunya memiliki karakteristik tersendiri dan harga jual yang berbeda-beda pula. Adapun jenis semangka adalah sebagai berikut:

  • Semangka Tanpa Biji
  1. Millionare
  2. Nova
  3. Crimson
  4. Queen Of Hearts
  • Semangka Hibrida
  1. Sweet Beauty
  2. New Dragon
  3. Farmer Giant
  4. Quality
  • Semangka Piknik
  1. Allsweet
  2. Black Diamond
  3. Crimson Sweet
  4. Jubilee
  • Semangka Kulkas
  1. Sugar Baby
  2. Tiger Baby
  • Semangka Daging Kuning
  1. Yellow Baby
  2. Dessert Gold
  3. Chiffong
  4. Honey Heart

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Syarat tumbuh tanaman semangka juga merupakan hal penting yang harus diketahui sebelum memulai budidaya semangka. Hal ini memastikan bahwa tanaman semangka bisa tumbuh dilokasi atau lahan yang anda persiapkan.

  1. Jenis Tanah: Tanah Gembur
  2. pH Tanah: 6-7
  3. Lokasi: 0-1000 Mdpl
  4. Curah Hujan: 40-50 mm/ Bulan
  5. Suhu: Sekitar 25C

Cara Persiapan Lahan Untuk Budidaya Semangka

Setelah mengetahui jenis semangka dan syarat tumbuhnya. Langkah selanjutnya adalah persiapan lahan untuk budidaya. Persiapan lahan ini harus dilakukan dengan baik agar benar-benar siap untuk ditanami.

  1. Agar mendapatkan tanah yang gembur, maka lakukanlah proses pengolahan lahan dengan traktor/ bajak.
  2. Selanjutnya yaitu membuat bedengan dan taburkan pupuk kandang/ bokashi/ kompos sebanyak 10-20 ton per ha. Pupuk kandang ini berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan yang akan ditanami semangka.
  3. Apabila pH tanah rendah/ asam, maka taburkan dolomit/ kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah hingga menjadi pH 6 – 7.
  4. Setelah itu tabur secara merata pada lahan budidaya Herbafarm Granul dengan dosis 15 kg/ ha.

Cara Pembibitan Semangka

Proses pembibitan pada dasarnya bisa dilakukan sambil melakukan pengolahan lahan. Tujuannya adalah agar ketika lahan sudah siap ditanami bibit pun sudah siap untuk dipindahkan ke lahan tanam. Adapun tahapan pembibitan semangka adalah sebagai berikut:

Persiapan Benih Semangka

Setelah melengkapi syarat tumbuh tanaman semangka, langkah berikutnya dalam Cara Budidaya Tanaman semangka yaitu dengan memilih benih semangka yang baik. Dalam membeli benih semangka, pastikan benih tersebut merupakan benih unggul yang terdapat sertifikat.

Dari penampakan fisik benih yang bisa dipilih yaitu:

  1. Memiliki kualitas bagus terlihat tidak cacat.
  2. Biasanya berat biji semangka diantara 30 sampai 35 gram.
  3. Bentuknya elips dan didominasi warna hitam yang terlihat jelas.

Anda bisa mendapatkan benih semangka yang berkualitas dari toko pertanian terdekat. Setelah mendapatkan benih semangka yang berkualitas, jangan dulu menanam benih semangka tersebut.

Lakukan proses perendaman benih semangka terlebih dahulu dengan Pupuk Organik Cair Herbafarm sebanyak 10 ml dicampur dengan 5 liter air dan direndam selama 3 jam. Kemudian ditiriskan dan diperas dengan kain basah atau kertas koran. Setelah 2-3 hari benih semangka akan mulai berkecambah dan siap dipindah pada media semai.

Fungsi Pupuk Organik Cair Herbafarm pada proses perendaman adalah untuk mempercepat perkecambahan benih dan menghilangkan penyakit tular benih.

Penyemaian Benih Semangka

Setelah benih semangka siap untuk disemai, maka langkah selanjutnya yaitu penyemaian benih semangka. Penyemaian benih pada proses cara menanam semangka ini bertujuan agar benih dapat tumbuh secara maksimal serta dalam proses kontrol akan lebih mudah, karena penyemaian terdapat pada satu tempat.

  • Bahan Penyemian Benih Semangka
  1. Media tanam berupa tanah
  2. Pupuk kadang (jumlah sesuai kebutuhan)
  • Cara Penyemian Benih Semangka
  1. Bersihkan tanah dari sampah dan hama pengganggu
  2. Campurkan tanah dengan pupuk kandang (jumlah secukupnya)
  3. Tanam benih semangka dalam lubang tanah sedalam 3-5cm
  4. Lakukan penyiraman dengan air bersih

Pastikan langkah diatas anda lakukan dengan benar dan baik, agar benih semangka dapat tumbuh optimal dan baik. Tujuannya memang untuk menyeragamkan pertumbuhan bibit semangka nantinya sebelum dipindah tanam pada lahan budidaya.

Cara Menanam Semangka

Setelah proses penyemaian benih menjadi bibit, dan bibit semangka tersebut telah berumur 7-10 hari. Maka bibit semangka siap untuk dipindah ke lahan tanam atau bedengan. Adapun cara menanam bibit semangka pada lahan budidaya:

  1. Sebelum melakukan proses pindah lahan tanam, buat lubang tanam pada bedengan.
  2. Setelah itu menggunakan jarak tanam yang ideal akan membuat budidaya semangka menjadi optimal. Ada dua cara untuk menentukan jarak tanam semangka. Pertama, dengan cara tanam sistem tunggal yaitu menggunakan jarak tanam ideal sekitar 90-100 cm x 3 m. Kemudian yang kedua, yaitu dengan cara tanam sistem ganda yaitu menggunakan jarak tanam 90-100 cm x 6-7 m.
  3. Lakukan penyiraman menggunakan herbafarm cair dengan dosis 3 tutup botol (30ML) yang dicampur 14 liter air dan disiramkan pada masing-masing lubang dengan luas lahan sekitar 500M.
  4. Apabila setelah proses pindah tanam ada bibit semangka yang mati, maka harus segera dilakukan penyulaman dengan menanam bibit semangka baru. Maksimal 7 hari setelah proses pindah tanam. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan benih semangkat dapat seragam dan masa panen semangka bisa bersamaan.

Cara Pemeliharaan Semangka

Pemeliharaan atau perawatan menjadi kunci sukses dalam budidaya semangka. Pada tahapan ini perhatian ekstra perlu diberikan untuk memastikan tanaman tumbuh subur dan sehat.

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman tanaman semangka setiap 3 hari sekali atau dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca ataupun lingkungan setempat. Namun pada awal pembentukan bunga sebaiknya jangan disiram, lakukan penyiraman kembali saat buah semangka mulai terbentuk. Saat buah sudah mencapai bentuk maksimal kurangi intensitas penyiraman agar kadar gula dalam buah terjaga.

  • Pengaturan Batang Utama

Atur posisi batang utama dan ranting tanaman semangka pada bedengan, agar budidaya semangka menjadi rapi dan mudah dalam pemeliharaan.

  • Pemangkasan Cabang

Agar produksi buah semangka menjadi maksimal, maka lakukan pemangkasan cabang. Cabang yang dipangkas yaitu cabang utama setelah ruas ke lima. Tunas samping yang baru tumbuh juga dipangkas, kemudian tiga cabang samping yang dipelihara. Hal ini bertujuan agar selama budidaya semangka proses penyerapan unsur hara dapat terfokus pada cabang yang dipelihara saja.

  • Penyiangan Gulma

Lakukan proses penyiangan gulma yang mengganggu tanaman semangka, agar mengoptimalkan pertumbuhan tanaman semangka secara maksimal. Penyiangan dapat dilakukan sehari 2 kali atau dapat disesuaikan kebutuhan tanaman semangka

  • Buang Buah Yang Tidak Normal

Pada umunya buah semangka yang dapat tumbuh dengan baik pada tanaman semangka hanya berjumlah 2-3 buah saja. Maka dari itu buah semangka yang tidak normal pada daun pertama sampai ke 13 harus dibuang dan buah semangka yang dipelihara hanya buah pada daun ke 14 keatas. Hal ini dilakukan agar dalam budidaya semangka dapat menghasilkan buah yang maksimal.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit Semangka

Selalu lakukan proses pengamatan pada tanaman semangka untuk mengetahui serangan hama dan penyakit dari awal. Jika serangan hama berada diatas ambang batas ekonomi kendalikan dengan insektisida dan jika ada serangan penyakit kendalikan dengan fungisida ataupun bakterisida.

Cara Pemupukan Tanaman Semangka

Pemupukan pada dasarnya merupakan bagian dari perawatan tanaman semangka. Namun khusus untuk penggunaan pupuk Herbafarm akan dijelaskan lebih lanjut tentang teknik pemupukannya.

Silahkan Baca: Cara Aplikasi Pupuk Herbafarm Untuk Tanaman Semangka.

Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit

Agar tanaman semangka bisa tumbuh subur dan berbuah lebat tentunya harus terhindar dari serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu langkah pencegahan dan pengendalian harus dilakukan oleh petani agar produksi tidak menurun apalagi sampai gagal panen. Ada banyak jenis hama dan penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan dan produktifitas tanaman semangka.

Silahkan baca pembahasan lengkap tentang Jenis Hama Dan Penyakit Tanaman Semangka Serta Cara Pendengaliannya.

Cara Panen Semangka

Saat semangka memasuki masa panen, tentu anda harus mengetahui karakteristik buah semangka yang siap dipanen. Semangka dapat dipanen pada umur 60-70 HST, tergantung dari jenis dan varietasnya. Ciri-ciri buah yang siap panen yaitu:

  1. warna kulit buah telah memudar.
  2. sulur pada pangkal tangkai buah telah mengering.
  3. Buah semangka dapat dipetik beserta tangkainya dan dipanen saat cuaca cerah.

Cara Penanganan Pasca Panen Semangka

  • Teknik Pengumpulan

Untuk perlakuan atau teknik pengumpulan pasca panen buah semangka dikumpulkan pada tempat yang terlindungi dari hujan serta adanya alas terpal supaya terhindar dari kontaminasi.

Pengumpulan buah dilakukan saat di lahan produksi dan penumpukan buah maksimal ada empat tumpukan dan dimasukkan dalam keranjang untuk memudahkan pengangkutan.

  • Teknik Sortasi

Dalam tahap sortasi bisa dilakukan saat panen disawah maupun saat pengemasan, tujuan dari sortasi ini untuk menghasilkan semangka yang bersih dan berkualitas saat dipasarkan.

Hal yang dilakukan pada sortasi ini, dengan penggunaan sarung tangan saat melakukan pemberishan buah dari kotoran maupun memisahkan buat yang cacat karena hama ataupun penyakit.

  • Klasifikasi Mutu

Selanjutnya bisa dilakukan pengelompokkan semangka berdasarkan klasifikasi ukuran, berat dan standart mutu yang ditetapkan.

Selain itu melakukan uji sampel kadar gula untuk menentukkan grade atau standart sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

  • Pelabelan dan Pengemasan

Semangka yang sudah dikelaskan pada masing-masing semangka yang memenuhi standart, maka diberikan label sesuai klasifikasi dan dikemas secara baik untuk meningkatkan nilai jual dipasaran dan food grade. Bahan kemasan semangka dapat berupa boks karton, keranjang plastik, maupun peti kayu.

  • Penyimpanan

Sistem penyimpanan untuk menjaga kualitas buah tentu harus pada tempat yang bersih atau bisa lebih baik jika ruang penyimpanan memiliki fasilitas berpendingin seperti cold storage atau coolroom. Jika disimpan pada suhu dingin, Suhu yang direkomendasikan dalam penyimpanan adalah 4°C dan kelembaban udara 80% sampai 85% .

Perlakuan lain yang dapat digunakan untuk menyimpan buah semangka menggunakan teknologi atmosfir terkontrol dengan mengatur kadar O2 dan kadar CO2.

Baca Juga:

Demikianlah pembahasan tentang cara budidaya tanaman semangka. Silahkan dipraktekkan, semoga bisa sukses untuk usahanya.