Cara Membudidayakan Tanaman Buah Pala

Buah pala merupakan tanaman rempah legendaris yang berasal dari daerah Maluku. Tanaman ini pulalah yang mengundang pedangan dari Portugis untuk datang ke Nusantara. Dari dulu sampai sekarang buah pala selalu meramaikan perdagangan rempah-rempah sehingga sangat cocok dijadikan komoditas pertanian untuk tujuan bisnis. Adapun cara membudidayakan tanaman buah pala adalah sebagai berikut!

Syarat Tumbuh Tanaman Pala

Budidaya tanaman sebaiknya dilakukan dengan langkah yang tepat. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya bisa maksimal. Hal pertama yang perlu diperhatikan dari cara membudidayakan tanaman buah pala adalah syarat tumbuhnya. Syarat tumbuh ini sangat penting agar memastikan tanaman pala yang dibudidayakan berada pada ekosistem yang tepat.

  1. Tanaman buah pala merupakan jenis tanaman yang Cocok di tanaman pada iklim tropis seperti Indonesia.
  2. Untuk tumbuh maksimal tanaman pala membutuhkan Curah hujan tinggi dengan kisaran 2000-3000 mm per tahun.
  3. Pala membutuhkan suhu kering untuk dapat tumbuh dan berbuah secara maksimal yaitu antara Suhu 20-30 Derajat Celcius.
  4. Tanaman pala membutuhkan tanah stabil dengan pH 5.5 – 7.
  5. Jenis tanah yang cocok untuk menanam pala adalah Tanah vulkanis.
  6. Tekstur tanah berpasir sampai lempung dengan kandungan organik tinggi sangat baik untuk pertumbuhan tanaman pala.
  7. Sinar matahari langsung minimal 7 jam per hari sangat dibutuhkan tanaman pala untuk pertumbuhan dan produksi buah yang maksimal.
  8. Ketinggian 200-700 MdPL merupakan tempat yang sangat cocok untuk membudidayakan tanaman pala.

Pembibitan Tanaman Pala

Cara pembibitan tanaman pala memiliki proses tersendiri yang berbeda dengan tanaman lainnya. Beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan dari proses pembibitannya adalah sebagai berikut:

  • Pemilihan Bibit Pala

Bibit tanaman pala yang digunakan akan sebagai benih berasal dari indukan yang sehat dan berproduksi tinggi. Pembenihan dilakukan maksimal 24 jam setelah buah pala dipetik. Bobot biji pala yang akan dijadikan benih berukuran seragam minimum 50 Gram/ Biji. Benih yang dipilih bebas dari serangan hama dan penyakit.

  • Persiapan Media Semai

Media penyemaian tanaman pala sangat penting diperhatikan karena akan sangat menentukan pertumbuhan benih yang disemuaikan nantinya. Oleh karena itu persiapan harus dilakukan dengan sangat cermat. Pertama adalah memastikan lokasi pembibitan dekat dari akses air untuk penyiraman. Tanah yang digunakan merupakan tanah subur dan gembur dengan kandungan bahan organik yang tinggi.

Pengolahan media pembibitan dimulai dengan mencangkul tanah sampai gembur. Selanjutnya dibuat bedengan dengan tinggi 20 cm, lebar, 1,5 dan panjang kisaran 5-10 meter. Buat drainase disekitar bedengan agar air bisa mengalir sehingga tidak terjadi genangan.

Selanjutnya berikan peneduh pada bedengan, bisa menggunakan jerami yang melindungi dari terik matahari siang tetapi masih tetap mendapatkan sinar matahari pagi dan sore hari. Pemupukan media semai dilakukan dengan menggunakan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang dan pupuk granul buatan pabrik.

  • Proses Penyemaian Benih Pala

Buah pala yang sudah diseleksi sebaiknya segera disemaikan agar daya kecambahnya tidak menurun. Benih hasil seleksi tersebut direndam pada larutan Herbafarm Cair selama 30 menit. Selanjutnya benih tersebut ditiriskan kemudian siap dimasukkan ke media semai.

Benih pala tersebut dibenamkan ke dalam media semai dengan kedalaman sekitar 1 cm. Posisi garis putih pada kulit biji pala berada di bagian bawah. Untuk hasil maksimal gunakan jarak 15 x 15 cm antar benih.

  • Perawatan Bibit

Bibit yang disemuaikan membutuhkan perawatan intesif agar pertumbuhannya bisa maksimal. Perawatan paling penting adalah melakukan penyiraman setiap pagi dan sore untuk memastikan tanah media semai tetap lembab. Penyemprotan dilakukan menggunakan sprayer agar tidak mengganggu pertumbuhan benih.

Selain melakukan penyiraman perlu juga dilakukan penyiangan gulma yang tumbuh disekitar bibit yang disemaikan. Gulma akan menjadi kompetitor bibit pada dalam menyerap nutisi pada media penyemaian. Oleh karena itu sebaiknya segera dicabut apabila ada tumbuhan liar yang tumbuh di area penyemaian.

Perawatan bibit tanaman pala yang juga sangat penting dilakukan adalah pemupukan secara berkala. Pemupukan menggunakan pupuk organik cair akan sangat baik. Pemupukan bisa dilakukan dengan teknik penyemprotan sehingga aman untuk pertumbuhan benih.

Persiapan Lahan Tanam

Persiapan lahan tanamn sebaiknya dilakukan 1 bulan sebelum proses penanaman bibit. Beberapa hal yang harus dilakukan pada persiapan lahan adalah pengolahan tanah, pembuatan lubang tanam, pemupukan dan pemupukan dasar.

  • Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilakukan untuk tujuan menggemburkan tanah dan mematikan bakteri yang bisa menyebabkan penyakit tular tanah. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau agar hasilnya lebih maksimal.

  • Pembuatan Lubang Tanam

Lubang tanam untuk penanaman bibit pala dibuat dengan kedalaman 80 cm. Sementara tinggi dan lebarnya juga sama yaitu 80 cm. Pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan sebelum bibit dipindahkan dari media penyemaian. Jarak antar lubang tanam yang ideal adalah 9 x 9 meter.

  • Pemupukan Dasar

Pemupukan dasar dilakukan setelah proses pembuatan lubang selesai. Pupuk dasar yang digunakan berupa pupuk organik padat seperti kompos, pupuk kandang dan pupuk granul buatan pabrik. Pupuk dibenamkan pada bagian dasar lubang dengan takaran tertentu sesui jenis pupuk yang digunakan.

  • Penanam Pohon Pelindung

Pohon pelindung tanaman pala dibutuhkan pada saat baru tanam. Bibit pala yang baru dipindahkan ke lubang tanam membutuhkan perlindungan paparan sinar matahari pada siang hari. Pohon pelindung bisa menggunakan berbagai jenis tanaman buah atau tanaman kayu api. Sebaiknya menggunakan pohon yang memiliki daun yang lebat dan pertumbuhannya cepat.

Cara Menanam Tanaman Pala

Pada dasarnya menanam bibit pala sama saja dengan menanam jenis tanaman jangka panjang lainnya. Adapun cara membudidayakan tanaman buah pala adalah sebagai berikut:

  1. Waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar bibit pala yang baru dipindahkan ke lahan tanam tidak mengalami kekeringan.
  2. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar bibit yang baru saja dipindahkan tidak terpapar sinar matahari yang terlalu panas.
  3. Bibit yang siap dipindahkan ke lubang tanam memiliki 3-5 cabang sehingga memiliki kemampuan adaptasi yang baik.
  4. Bibit dimasukkan ke dala lubang tanam selanjutnya ditimbun dengan tanah. Sebaiknya gunakan tanah bagian bawah terlebih dahulu.

Perawatan Tanaman Buah Pala

Perawatan tanaman pala di bagi menjadi tiga bagian yaitu perawatan pasca tanam, Pemupukan Dan Peremajaan.

  • Perawatan Pasca Tanam

Tahapan perawatan yang pertama adalah pada saat setelah melakukan penanaman. Perawatan dilakukan dengan cara mengontrol kondisi tanaman pala dan juga pohon pelindungnya. Jika ada tanaman yang mati segera lakukan penyulaman agar pertumbuhannya tetap seragam.

Penyiangan gulma juga sebaiknya dilakukan apabila ditemukan tumbuhan liar yang tumbuh disekitar tanaman pala. Gulma dicabut secara manual agar tanaman pala tidak terganggu.

  • Pemupukan

Pemupukan tanaman pala dilakukan secara berkala sesuai dengan jenis pupuk yang digunakan. Pemberian pupuk secara berkala untuk memastikan ketersedian kandungan unsur hara dalam tanah terpenuhi. Pupuk dibutuhkan tanaman pala untuk tumbuh subur dan menghasilkan buah.

  • Peremajaan

Peremajaan tanaman pala mulai dilakukan pada saat usianya memasuki 30 tahun. Meskipun pada dasarnya tanaman ini mampu tetap berbuah sampai usia 60 tahun tetapi masa paling produktifnya kisaran sampai usia 25 sampai 35 tahun. Peremajaan bisa dilakukan secara bertahap dengan menanam bibit pala baru di samping tanaman pala yang akan diremajakan.

Baca Juga: Cara Budidaya Tanaman Vanili Agar Cepat Berbuah.

Demikian pembahasan tentang cara membudidayakan tanaman buah pala agar hasilnya maksimal. Semoga informasi ini bermanfaat!