Cara Menanam Alpukat Agar Berbuah Lebat

Alpukat atau avokad merupakan salah satu jenis tanaman buah yang banyak dijumpai di pekarangan rumah. Buah avokad merupakan salah satu jenis buah yang banyak peminatnya. Maka tidak heran ketika banyak petani yang mulai membudidayakan tanaman yang satu ini. Lalu bagaimana cara menanam alpukat di kebun?

Cara Menanam Alpukat Di Kebun Agar Berbuah Lebat

Untuk membudidayakan tanaman alpukat di kebun agar bisa tumbuh maksimal maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya lahan atau lokasi penanaman cocok dengan syarat tumbuh alpukat. Bibit yang digunakan merupakan bibit unggul. Perawatan tanaman dilakukan secara intensif. Berikut ini pembahasan lengkapnya.

Jenis Alpukat

Sebelum mulai menanam alpukat terlebih dahulu harus tahu apa saja jenis alpukat. Selanjutnya bisa memilih jenis yang mana yang akan dibudidayakan nantinya.

Alpukat mentega merupakan salah satu jenis alpukat pavorit karena tekstur daging yang lembut dengan rasa manis sehingga bisa disantap tanpa diolah menjadi jus terlebih dahulu.

Alpukat wina merupakan salah satu jenis alpukat jumbo yang tahan penyimpanan sampai 15 hari. Merupakan salah satu jenis yang cocok dibudidayakan untuk kebutuhan agribisnis.

  • Alpukat Miki

Alpukat miki merupakan jenis alpukat yang mudah berbuah. Buah yang banyak dengan cita rasa gurih dan daging buah yang pulen bisa menjadi pilihan untuk budidaya skala agribisnis.

Alpukat Hass merupakan alpukat premium dan paling banyak di pavoritkan di seluruh Dunia. Alpukat ini merupakan salah satu alpukat dengan harga yang paling mahal.

Alpukat pluwang jika dilihat dari bentuk buahnya mirip dengan gitar spanyol. Bagian bawah yang lebih besar kemudian semakin mengecil sampai ke leher buah.

Alpukat kendil merupakan salah satu jenis alpukat jumbo yang sangat mudah dikenali karena bentuknya yang mirip kendil. Rasanya juga termasuk salah satu yang terenak dibandingkan alpukat umum pada umumnya.

Alpukat jumbo dengan citarasa gurih membuat pecinta alpukat tidak ingin berhenti menikmatinya. Dengan tingkat adaptasi yang tinggi jenis alpukat ini dapat dibudidayakan di seluruh wilayah Indonesia.

Alpukat tanpa biji memiliki keunggulan tersendiri karena tidak terdapat biji sehingga bisa menikmati daging yang lebih banyak. Meski ukurannya relatif lebih kecil namun tetap memberikan kepuasan dari aroma dan rasanya.

Itulah ketujuh jenis alpukat, dua diantaranya sangat populer di kalangan masyarakat yaitu alpukat mentega dan alpukat aligator. Sementara alpukat tanpa biji mulai dikembangkan oleh banyak petani di Indonesia.

Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

Hal pertama yang harus diperhatikan dari cara menanam alpukat adalah Syarat tumbuhnya. Hal ini akan sangat menentukan tingkat pertumbuhan dan produksi buah alpukat nantinya.

  • Iklim

Untuk bisa tumbuh optimal tanaman alpukat membutuhkan iklim yang cocok. Meskipun pada dasarnya tanaman alpukat mempunyai tingkat toleransi yang sangat tinggi. Artinya dapat tumbuh pada berbagai jenis iklim.

  1. Angin dibutuhkan oleh alpukat terutama pada proses penyerbukan.
  2. Curah hujan ideal untuk tanaman alpukat adalah 750 – 1000 mm/ tahun.
  3. Cahaya matahari yang dibutuhkan adalah 40-80%.
  4. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman alpukat adalah 12,8 – 28,3 derajat celcius.
  • Ketinggian

Tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Untuk kondisi ideal tanaman alpukat sebaiknya ditanam pada ketinggian 5-1500 MdPL.

  • Tanah

Tanah yang dibutuhkan oleh tanaman alpukat untuk tumbuh subur adalah tanah gembur yang memiliki banyak kandungan bahan organik. Untuk jenis tanahnya alpukat bisa tumbuh dengan baik pada tanah lempung berpasir, lempung liat dan lempung endapan. Untuk pH tanah alpukat membutuhkan pH 5,6 – 6,4.

Cara Pembibitan Alpukat

Tahapan selanjutnya dalam budidaya tanaman alpukat adalah proses pembibitan. Proses ini sangat penting karena akan sangat menentukan seperti apa pertumbuhan tanaman alpukat anda nantinya.

  • Persiapan Penyemaian

Langkah pertama dari tahap pembibitan alpukat adalah mempersipakan media penyemaian. Media yang dibutuhkan adalah polybag ukuran 15 x 21. Tanah, pupuk kandang/ kompos dan pupuk organik padat. Campurkan tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Selanjutnya tambahkan pupuk organik padat sebanyak 100Gram untuk 2 karung tanah. Masukkan media semai yang sudah dibuat ke dalam Polybag. Siram sampai basah.

  • Persiapan Bibit

Bibit unggul alpukat bisa didapatkan dari indukan pohon alpukat yang sehat. Buah alpukat tidak terserang hama dan penyakit. Buah alpukat yang akan digunakan sebagai bibit adalah buah yang masak di pohon. Ukuran ideal untuk buat yang akan dijadikan bibit adalah 65-68 gram. Tampilan luar buahnya terlihat bersih dan tidak keriput.

Jika sudah mendapatkan bibit yang sesuai dengan kriteria di atas selanjutnya adalah perlakuan terhadap bibit tersebut. Belah buah alpukat dan keluarkan bijinya. Pembelahan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak biji alpukat.

Bersihkan bijinya kemudian rendam menggunakan larutan pupuk organik cair. Perendaman dilakukan selama 30 menit. Selanjutnya angkat atau tiriskan lalu taruh biji alpukat tersebut pada kaing bersih. Biarkan hingga kering.

  • Proses Penyemaian

Jika biji alpukat tersebut sudah kering, potong bagian atas biji alpukat tersebut lalu masukkan ke media penyemaian/ polybag. Tempatkan bagian pangkah biji alpukat di bagian bawah, sementara bagian yang sudah dipotong bagian atas. Tutup dengan tanah kemudian siram sampai lembab.

Cara Persiapan Lahan Untuk Menanam Alpukat

Sambil menunggu bibit yang disemaikan siap untukdipindahkan ke lahan tanam maka segera pesiapkan lahan tanamnya. Untuk lahan tanam alpukat tidak perlu dibajak seperti tanaman musiman. Cukup membuat luabng tanam saja.

  • Atur Jarak Tanam Alpukat

Agar bisa tumbuh dengan maksimal pengaturan jarak tanam sangat penting. Jarak tanam yang ideal adalah 9 x 12 meter. Dengan jarak tanam seperti ini tanaman bisa tumbuh dengan baik dan subur.

  • Buat Lubang Tanam

Langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. Ukuran lubang tanam adalah 75 x 75 x75 cm. Pada dasarnya semakin lebar lubang tanam maka semakin baik. Hanya saja waktu pengerjaannya akan lebih lama

  • Berikan Pupuk Dasar

Setelah selesai membuat lubang tanamnya maka selanjutnya adalah pemberian pupuk dasar. Gunakan pupuk kandang/ kompos yang dicampurkan dengan pupuk organik padat dengan perbandingan 10:1. Masukkan pupuk tersebut ke dalam lubang tanam dengan tinggi sekitar 3 cm setiap lubang. Jika kondisi tanah kering segera siram sampai terlihat lembab.

Baca: Cara Pemupukan Tanaman Alpukat Menggunakan Herbafarm.

Proses penanaman

Jika bibit yang disemaikan sudah siap tanam, segera pindahkan ke lubang tanam. Langkah penanamannya adalah sebagai berikut:

  1. Plastik polybag menggunakan pisau, lakukan dengan hati-hati jangan sampai memotong akar.
  2. Masukkan bibit ke dalam lubang sampai pangkal batang.
  3. Timbun dengan tanah bekas galian.
  4. Siram sampai basah.

Perawatan Tanaman Alpukat

Bagian terakhir dari proses budidaya tanaman alpukat adalah perawatan. Beberapa hal yang harus dilakukan pada masa perawatan adalah penyiangan gulma yang tumbuh disekitar tanaman, penyiraman jika kondisi tanah terlalu kering, pengendalian hama dan pemupukan.

  • Catatan Tambahan
  1. Pemberian pupuk organik pada media semai dan media tanam untuk mencegah terjadinya penyakit tular tanah dan menyiapkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh.
  2. Perendaman menggunakan pupuk organik cair dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tular bibit.
  3. Jika kondisi tanah sangat asam tambahkan dolomit untuk pengapuran.
  4. Penyiraman pada bibit pada penyemaian dan tanaman yang baru pindah ke lubang tanam menggunakan sprayer.

Baca Juga: Cara Budidaya Mangga Agar Cepat Berbuah

Demikianlah pembahasan tentang cara menanam alpukat di kebun agar berbuah lebat. Silahkan dipraktekkan, semoga budidaya alpukatnya sukses.