Cara Menanam Jagung Agar Buahnya Besar

Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang banyak dibudidayakan petani di Indonesia. Pilihan ini tentunya sangat tepat mengingat potensi bisnis dari tanaman ini sangat besar. Jagung bisa dijual mulai dari jagung muda sampai yang sudah tua. Namun masalahnya masih banyak petani yang kesulitan dalam menghasilkan panen memuaskan. Masalahnya tentu saja terletak pada cara menanam jagung yang masih belum sesuai dengan syarat tumbuh tanaman jagung.

Syarat Tumbuh Tanaman Jagung

Budidaya tanaman jagung dengan tujuan agribisnis tentunya harus memperhatikan semua aspek pendukung. Hal pertama yang wajib diketahui adalah syarat tumbuh dari tanaman jagung itu sendiri. Bisa dikatakan bahwa hal ini menjadi dasar dari kesuksesan membudidayakan tanaman jagung.

Adapun syarat tumbuh tanaman jagung adalah sebagai berikut:

  1. Pada dasarnya jagung memiliki tingkat adaptasi yang tinggi sehingga mampu tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi mencapai 1.200 Meter di atas permukaan laut.
  2. Jenis tanah yang ideal untuk tanaman jagung adalah tanah lempung, lempung berpasir, tanah vulkanik yang subur dan kaya akan bahan organik dengan pH tanah antara 5.5 – 7.
  3. Jagung merupakan jenis tanaman yang membutuhkan penyinaran sinar matahari secara langsung, dalam sehari setidaknya memerlukan 8 jam.
  4. Jagung sebenarnya sangat cocok pada daerah dengan suhu cenderung panas kisaran antara 20-33 derajat celcius dengan curah hujan sedang yaitu sekitar 85-200 mm/ bulan.

Pemilihan Bibit Unggul

Bagian kedua yang perlu diperhatikan dari cara menanam jagung agar hasilnya bisa maksimal adalah pemilihan bibit unggul. Bibit yang ditanam akan sangat menentukan hasil panen nantinya. Oleh karena itu pemilihan bibit ini harus dilakukan secara cermat.

Untuk menemukan bibit unggul anda bisa mengunjungi toko pertanian dan mencari bibit yang sudah bersertifikat. Bibit unggul ini sudah tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia. Alasan pemilihan bibit unggul ini tentunya adalah karena kemampuan tumbuhnya lebih baik, bebas dari pathogen berupa hama dan penyakit tular bibit.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilakukan untuk mempersiapkan lahan tanam jagung yang sesuai dengan syarat tumbuhnya yaitu tanah yang gembur. Pengolahan lahan tanam ini secara proses terbagi menjadi dua yaitu pembajakan dan pemupukan dasar.

Pembajakan Tanah

Pembajakan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan traktor, tentunya disesuaikan dengan luas lahan dan ketersediaan alat yang bisa digunakan. Lahan dibajak dengan kedalaman 20-30cm dengan cara membolak balikkan tanah.

Adapun tujuan pembajakan tanah adalah sebagai berikut:

  1. Membuat struktur tanah menjadi gembur
  2. Menambah kandungan oksigen dalam tanah
  3. Memudahkan akar tanaman jagung menyerap unsur hara dalam tanah
  4. Memperbaiki aerasi tanah.

Pemupukan Dasar

Setelah melakukan pembajakan maka tahap selanjutnya adalah pemberian pupuk dasar. Pemupukan dasar ini bisa menggunakan pupuk organik padat seperti pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk organik granul buatan pabrik seperti Herbafarm Granul.

Dosis penggunaan pupuk organik buatan pabrik untuk pupuk dasar disesuaikan dengan instrukti teknis masing-masing produk. Untuk anda yang menggunakan pupuk Herbafarm Granul silahkan baca pembahasan tentang Cara Pemakaian Pupuk Herbafarm Untuk Tanaman Jagung.

Pemberian pupuk dasar pada tahap pengolahan tanah ini bertujuan sebagai berikut:

  1. Mempercepat proses remediasi tanah dari residu pupuk kimia, pestisida kimia dan sisa bahan organik lain dari limbah pertanian sebelumnya.
  2. Menyediakan kandungan bahan organik di dalam tanah yang sangat dibutuhkan oleh jagung untuk tumbuh subur.
  3. Membuat tanah lebih subur dan gembur sehingga sangat ideal untuk pertumbuhan jagung.
  4. Menekan perkembangan bakteri atau jamur penyebab penyakit tular tanah seperti busuk akar, busuk batang, penyakit bulai dan lainnya.

Waktu Yang Tepat Untuk Tanam Jagung

Pemilihan waktu untuk mulai menanam jagung juga sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini sangat berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan cahaya matahari dan air bagi tanaman jagung. Sebaiknya melakukan penanam menjelang berakhirnya musim hujan. Pada kondisi normal waktu yang baik untuk mulai menanam adalah antara bulan Mei – Juli.

Jarak Tanam Jagung

Pengaturan jarak tanam juga perlu diperhatikan agar jagung memiliki ruang untuk bertumbuh secara maksimal. Adapun jarak tanam jagung yang ideal adalah 75 x 25 cm. Dengan jarak tanam seperti ini tanaman jagung tidak terlalu pada dan tidak terlalu renggang sehingga tingkat kelembaban bisa terjaga. Salah satu penyebab adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman jagung adalah karena tingkat kelembaban yang terlalu tinggi.

Selain itu jarak tanam juga berhubungan dengan pemenuhan nutrisi. Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan kompetisi penyerapan unsur hara dalam tanah. Pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi tidak seimbang sehingga pertumbuhan jagung tidak seragam.

Jarak tanam jagung ideal juga akan memudahkan dalam proses perawatan seperti pemupukan dan penyiangan gulma.

Cara Menanam Jagung Yang Benar

Pada proses penanaman jagung juga perlu diperhatikan yaitu jumlah benih yang dimasukkan ke dalam lubang. Untuk jumlah ideal adalah 2-3 biji setiap lubangnya. Setelah benih dimasukkan ke dalam lubang selanjutnya ditutup dengan tanah tipis tanpa ditekan.

Jadi, tidak perlu memadatkan bagian tanah penutup agar tunas jagung mudah keluar dari dalam tanah. Penutupan harus dilakukan dengan sempurna agar bibit tersebut tidak dimakan semut atau organisme atau hewan lain yang ada di sekitar lahan pertanian.

Perawatan Tanaman Jagung

Bagian yang tak kalah pentingnya dari semua proses di atas dari cara menanam jagung ini adalah tahapan perawatan. Perawatan tanaman jagung perlu dilakukan secara intensif agar pertumbuhannya maksimal dan menghasilkan buah yang besar.

Adapun tahapan perawatannya adalah sebagai berikut:

  • Penyulaman Dan Penjarangan

Setelah proses penanaman maka perlu dilakukan pemantauan terhadap tingkat pertumbuhan benih yang ditanam. Jika ada lubang yang tumbuh jagung terlalu banyak maka segera melakukan penjarangan. Sisakan maksimal tiga benih untuk satu lubang.

Apabila ada lubang yang tidak benih tumbuh sama sekali maka segera lakukan penyulaman dengan menanam bibit baru.

  • Penyiangan Dan Pembumbunan

Penyiangan rumput liar atau gulma perlu dilakukan agar tanaman jagung bisa tumbuh subur. Gulma adalah kompetitor jagung dalam menyerap unsur hara dalam tanah. Oleh karena penyiangan harus dilakukan secara berkala agar tidak ada gulma yang tumbuh besar melebih tanaman jagung.

Pada proses penyiangan ini bisa sekaligus melakukan pembumbunan agar akar tanaman jagung menjadi lebih kuat. Pembumbunan juga berperan penting dalam merangsang pertumbuhan jagung menjadi lebih cepat.

  • Pemupukan Lanjutan

Pemupukan lanjutan dilakukan sesuai petunjuk penggunaan pupuk dari jenis pupuk yang digunakan. Jika anda menggunakan pupuk organik alami seperti Pupuk Kompos atau pupuk kandang, pemupukan bisa dilakukan pada hari ketujuh setelah tanam. Namun penggunaan kedua jenis pupuk ini berpotensi mendatangkan jamur dan bakteri ke area tanaman sehingga tidak disarankan untuk penggunaan pupuk lanjutan.

Sebaiknya gunakan pupuk organik cair untuk pemupukan lanjutan. Selain cara pemakaian pupuknya yang mudah efesiensi dan efektifitas pemupukannya juga lebih baik. Anda bisa menggunakan pupuk cair buatan sendiri atau buatan pabrik.

Silahkan Baca: Cara Membuat Pupuk Cair Sendiri Di Rumah.

  • Pengendalian Hama Dan Penyakit

Bagian terakhir dari proses perawatan tanaman jagung adalah pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian ini terbagi menjadi dua tahapan yaitu langkah pencegahan dan pembasmi jika terlanjur terjadi serangan hama atau penyakit.

Langkah pencegahan dilakukan adalah dengan menjaga tingkat kelembaban tanaman jagung. Langkah ini sudah termasuk pada penyiangan gulma dan penjarangan yang sudah dijelaskan pada proses sebelumnya. Selain itu perlu juga memperhatikan genangan air pada area tanaman jagung. Untuk lahan relatif rendah dan sering terjadi genangan sebaiknya penanaman dilakukan dengan membuat bedengan sehingga ada drainase.

Untuk pembasmian hama dan penyakit jika terjadi serangan bisa dilakukan dengan tiga pilihan yaitu menggunakan pengendalian secara alami, mekanis dan kimiawi. Pilihan ini bisa didasarkan pada tingkat parah atau tidaknya serangan hama dan penyakit tersebut.

Jenis hama dan penyakit pada tanaman jagung adalah sebagai berikut:

  1. Ulat daun
  2. Lalat bibit
  3. Ulat grayak
  4. Hawar daun turcicum
  5. Hawar daun maydis
  6. Hawar daun corbonum

Silahkan baca: Cara Pengendalian Hama Pada Tanaman Jagung.

Demikian pembahasan tentang cara budidaya tanaman jagung di kebun agar buahnya besar. Semoga informasi ini bermanfaat!