Cara Menanam Jahe Agar Hasil Melimpah

Cara menanam jahe terkadang membingungkan sebagian petani karena tidak bisa menghasilkan panen yang maksimal. Untuk budidaya tanaman jahe membutuhkan perlakukan khusus mulai dari proses pembibitan sampai perawatan setelah tanaman. Untuk anda yang berencana melakukan budidaya tanaman jahe, silahkan simak pembahasan tentang apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin menanam tanaman jahe.

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe

Budidaya tanaman jahe pada dasarnya tidaklah sulit. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah syarat tumbuh tanaman jahe. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa jahe berada pada tempat yang tepat untuk bisa tumbuh subur dan menghasilkan produksi yang melimpah.

  1. Jahe mampu tumbuh dengan maksimal pada ketinggian mulai dari 0 -1.700 Meter di atas permukaan laut.
  2. Jahe merupakan jenis tanaman yang cocok untuk iklim tropis dan sub tropis.
  3. Untuk dapat tumbuh maksimal tanaman jahe membutuhkan curah hujan tinggi dengan kisaran 2.500 – 2.000 mm per tahun.
  4. Tingkat kelembaban yang cukup tinggi antara 60% – 90% sangat cocok untuk tanaman jahe.
  5. Untuk suhu yang dibutuhkan adalah antara 20-25 derajat celcius.
  6. Intensitas cahaya berkisar antara 70 – 100%.
  7. Jenis tanah yang cocok adalah tanah andosol dan tanah latosol.
  8. pH tanah berkisar antara 6,8 – 7,4

Cara Menanam Jahe Yang Benar

Sama halnya dengan tanaman budidaya lainnya, proses penting dari budidaya tanaman jahe adalah proses penanaman. Adapun langkah penanaman jahe meliputi:

  • Proses pembibitan
  • Pengolahan lahan
  • Penanaman bibit
  • Perawatan
  • Masa panen

Berikut ini penjelasan dari setiap langkah-langkah di atas!

Pembibitan Jahe

Proses pembibitan jahe dimulai dari pemilihan bibit berkualitas. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit jahe yaitu mutu fisiologik dan mutu fisik. Mutu fisiologik berhubungan dengan persentase pertumbuhan hal ini bisa dilihat dari indukan jahe. Mutu fisik tampilan fisik dari bibit yang digunakan, dari tampilan ini bisa dilihat ada tidaknya hama dan penyakit pada bibit tersebut.

  • Pemilihan Bibit Cabe

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan bibit jahe unggul berkualitas adalah sebagai berikut:

  1. Berasal dari tanaman indukan yang sehat dan terbebas dari serangan hama dan penyakit.
  2. Bibit yang digunakan adalah rimpang yang dipanen setelah berusia 10-12 bulan.
  3. Rimpang telah dijemur dan disimpan selama 30-45 hari
  4. Rimpang yang digunakan terlihat mulus
  5. Tidak ada bagian dari bibit yang busuk
  6. Warna bibit mengkilat dan tidak pucat
  7. Tidak terkena hama dan penyakit
  • Persiapan Media Semai

Media penyemaian yang digunakan bisa berupa jerami, abu gosok, atau sekam padi. Anda bisa memilih media mana yang paling mudah didapatkan di tempat anda. Media penyemaian dapat berupa kotak kayu atau bedengan tergantung ketersediaan bahan.

  • Cara Penyemaian

Bibit yang sudah dipilih dipotong-potong hingga menyisakan 3-5 mata tunas setiap rimpangnya. Selanjutnya bibit yang sudah dipotong-potong tersebut direndam dengan larutan fungisida (bisa menggunakan Pupuk Organik Cair Herbafarm). Tujuan perendaman adalah untuk menghilangkan penyakit tular bibit. Perendaman dilakukan selama 10 menit. Setelah perendaman bibit kembali dikeringkan dengan cara diangin-anginkan tanpa terkena sinar matahari secara langsung.

Selanjutnya bibit yang telah kering dimasukkan ke dalam media tanam yang sudah disiapkan. Pada bagian dasar berisi jerami, sekam, atau abu gosok selanjutnya ditambahkan bibit secara merata. Selanjutnya bagian atasnya diberikan jerami media penyemaian kembali, kemudian ditambahkan lagi bibit jahe. Lakukan secara berulang sampai empat susun.

Setelah selesai lakukan penyiraman secara berkala. Penyiraman dilakukan setiap hari menggunakan sprayer sampai media semai terlihat basah. Penyemain dilakukan selama 2-4 minggu dan bibit siap dipindahkan ke lahan tanam.

Pengolahan Lahan

Tahap kedua dari proses penanam jahe adalah pengolahan lahan tanam. Pengolahan tanah untuk tanaman jahe dilakukan 1 bulan sebelum penanaman. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pembersihan gulmadan sisa-sisa tanaman sebelumnya.
  2. Pembajakan tanah menggunakan cangkul dengan kedalaman 25-30 cm.
  3. Tanah yang sudah dicangkul didiamkan selama 1 minggu agar bakteri pathogen dalam tanah mati.
  4. Setelah 1 minggu lakukan pencangkulan kedua untuk menggemburkan tanah.
  5. Selanjutnya buat bedengan agar terbentuk drainase atau aliran air agar tidak terjadi genangan pada musim hujan. Tinggi bedengan antara 20-30cm dengan lebar 80-100 cm.
  6. Untuk tanah dengan pH rendah atau dibawah syarat tumbuh tanaman jahe sebaiknya lakukan penambahan dolomit terlebih dahlu sebanyak 10 Ton per hektar.
  7. Lakukan pemupukan dasar menggunakan pupuk organik bisa menggunakan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk organik granul (Buatan Pabrik).
  8. Setelah bedengan selesai selanjutnya adalah membuat lubang tanam. Kedalaman lubang tanam adalah 30 cm.
  9. Diamkan selama 1 minggu dan tanah siap untuk ditanami.

Tahapan Cara Menanam Jahe

Setelah proses pengolahan tanah selesai saatnya memindahkan bibit ke lahan tanam. Langkah penanaman bibit jahe adalah sebagai berikut:

  1. Letakkan 1 bibit jahe pada lubang yang sudah disiapkan.
  2. Mata tunas menghadap ke atas.
  3. Tutup lubang dengan tanah dengan ketebalan sekitar 5cm.
  4. Waktu penanaman yang baik adalah pada awal musim hujan.
  5. Penanam dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09,00 atau sore hari mulai pukul 16.00.

Cara Perawatan

Tahapan perawatan tanaman jahe menjadi bagian penting. Beberapa hal yang harus dilakukan pada perawatan budidaya tanaman jahe adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan penyulaman pada bibit jahe yang tidak tumbuh.
  2. Penyiangan dilakukan pada area disekitar bibit jahe yang baru tumbuh dari gulma atau rumput liar.
  3. Pemupukan lanjutan dilakukan pada saat bibit berumur 7 hari setelah tanam. Pemupukan lanjutan bisa menggunakan organik cair atau pupuk organik padat.
  4. Selanjutnya anda tinggal melakukan monitoring untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan andanya kemungkinan serangan hama dan penyakit pada tanaman jahe.

Masa Panen

Masa panen dilakukan ketika sudah berusia 10 – 12 bulan. Beberapa tanaman jahe untuk kebutuhan bumbu dapur bisa dipanen pada usia 4 bulan. Adapun ciri-ciri tanaman jahe yang siap dipanen untuk kebutuhan dijual ke pasar adalah sebagai berikut:

  1. Warna daun sudah berubah dari hijau menjadi kuning.
  2. Batang tanaman jahe mulai mengering.

Cara panen dilakukan dengan membongkar tanah disekitar tanaman jahe menggunakan cangkul atau garpu. Pembongkaran tanah harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengenai rimpang. Proses panen sebaiknya dilakukan pada musim kemarau agar hasil panen tidak busuk dan rusak.

Rimpang jahe yang sudah dipanen dibersihkan dari tanah yang menempel. Selanjutnya rimpang tersebut dijemur menggunakan papan atau daun pisang selama 1 minggu.

Baca Juga: Cara Budidaya Bawang Merah Agar Hasilnya Maksimal.

Demikian pembahasan tentang cara menanam Jahe. Semoga informasi ini bermanfaat!