Cara Menanam Kacang Panjang Agar Berbuah Lebat

Cara Menanam Kacang Panjang. Kacang panjang merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak ditanam oleh petani baik dalam skala agribisnis atau usaha pertanian maupun untuk konsumsi sendiri. Kacang panjang bisa di tanam pada lahan luas seperti kebun, sawah, atau tegalan dan lahan sempit seperti pekarangan rumah bahkan dalam pot.

Cara Menanam Kacang Panjang Agar Hasilnya Optimal

Cara menanam kacang panjang di lahan luas dengan tujuan untuk usaha pertanian harus dilakukan dengan cara yang tepat. Oleh karena itu setiap tahapan harus dipastikan telah dilakukan dengan benar. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

Syarat Tumbuh Kacang Panjang

Sebelum mulai membudidayakan tanaman kacang panjang hal pertama yang harus diketahui adalah syarat tumbuhnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tanaman tersebut berada pada ekosistem yang tepat. Adapun syarat tumbuh kacang panjang adalah sebagai berikut:

  • Jenis Tanah

Pada dasarnya kacang panjang bisa tumbuh hampir di semua jenis tanah. Namun untuk kondisi ideal kacang panjang membutuhkan jenis tanah Latosol atau tanah lempung berpasir, subur dan gembur. Tanah memiliki kandungan bahan organik dengan pH berkisar 5.5 – 6.5.

  • Iklim

Kacang panjang dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 20-30 derajat celcius dengan kondisi iklim kering. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah berkisar antara 600 – 1.500 mm/ tahun.

  • Ketinggian

Sebagai tanaman yang cocok pada suhu yang cenderung panas kacang panjang tumbuh dengan optimal pada ketinggian di bawah 800 MdPL.

Bibit Kacang Panjang

Selain syarat tumbuhnya, bibit kacang panjang pun menjadi perhatian khusus. Bibit yang berkualitas akan menghasilkan tanaman berkualitas pula. Selain itu perlakuan terhadap benih kacang panjang yang akan ditanam juga sangat penting. Keberhasilan usaha pertanian kacang panjang sangat bergantung pada mutu bibit yang akan ditanam.

  • Jenis Benih

Ada beberapa jenis atau varietas kacang panjang yang baik untuk budidaya skala agribisnis diantaranya adalah KP-1 (Lokal Bekasi) dan KP-2 (Lokal Bogor). Kedua varietas ini toleran terhadap hama penggerek polong (Maruca Testulalis) dan penyakit busuk polong (Colletotrichum Lindemuthianum).

  • Ciri-ciri Benih Berkualitas

Benih kacang panjang berkualitas dapat dikenali dari ciri-ciri fisiknya. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  1. Warna biji terlihat mengkilap
  2. Bebas dari gigitan serangga
  3. Bibit tidak bercampur dengan varietas lain
  4. Tidak ada kotoran yang menempel pada biji
  5. Padat dan tidak keriput
  6. Bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
  • Perlakuan Terhadap Benih

Untuk mendapatkan bibit berkualitas maka diperlukan perlakuan khusus untuk melakukan seleksi. Caranya adalah dengan merendam bibit tersebut selama 3 jam sebelum mulai ditanam pada lahan. Perendaman sebaiknya dilakukan dengan mencapurkan pupuk organik cair.

Proses perendaman dengan menggunakan pupuk organik cair mempunyai tujuan tertentu yaitu:

  1. Menghindarkan dari penyakit tular bibit.
  2. Menyeleksi bibit, tandanya bisa dilihat jika tenggelam berarti bagus dan apabila mengambang maka bibit tersebut sebaiknya tidak ditanam.
  3. Membersihkan bibit dari kotoran dan OPT.
  • Jumlah Kebutuhan Bibit

Kacang panjang pada dasarnya merupakan tanaman sayur yang ditanam dengan jarak yang cukup rapat. Untuk lahan satu hektar dibutuhkan bibit sebanyak 20kg.

Cara Menanam Kacang Panjang Di Lahan

Cara menanam kacang panjang ini perlu memperhatikan kondisi lahan tanam, waktu penanaman, dan jumlah bibit dalam satu lubang tanam. Pembahasan lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah merupakan proses awal dari budidaya kacang panjang. Lahan diolah dengan cara membolak-balikkan tanah sampai gembur. Proses pengolahan tanah dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul atau menggunakan alat pembajak tanah seperti traktor.

  • Pengukuran pH Tanah

Agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman kacang panjang perlu dilakukan pengukuran pH tanah. Apabila pH tanah kurang dari 5.5 maka dilakukan pengapuran. Pengapuran bisa menggunakan dolomit yang bisa didapatkan dari toko pertanian.

  • Pembuatan Bedengan

Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam budidaya tanaman kacang panjang sebaiknya membuat bedengan sebagai tempat penanaman. Pembuatan bedengan ini bertujuan agar ada drainase atau aliran air pada musim penghujan sehingga benih yang ditanam tidak tergenang air. Lebar bedengan berkisar 1 meter agar bisa menghasilkan jarak tanam 30 x 70 cm dengan 1 bedengan terdapat dua baris lubang tanam. Jarak antar bedengan berkisar 50cm.

  • Pemupukan Dasar

Pemupukan dasar dilakukan dengan tujuan menyiapkan nutrisi yang cukup untuk proses tumbuh tanaman kacang panjang. Pupuk dasar bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau pupuk organik Herbafarm Granul atau kombinasi ketiganya.

  • Pemasangan Mulsa

Pemasangan mulsa sifatnya adalah pilihan, boleh dilakukan boleh tidak. Pemasangan mulsa bertujuan untuk menjaga tanaman kacang panjang dari gangguan gulma. Gulma akan menjadi kompetitor tumbuhan dalam menyerap nutrisi dari dalam tanah.

  • Penanaman

Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan. Tujuannya adalah agar kebutuhan air terpenuhi tanpa melakukan penyiraman. Untuk jumlah benih setiap lubangnya adalah 2-3 tiga biji. Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam kemudian ditutup dengan tanah tipis tanpa dipadatkan. Lubang tanam dibuat dengan dalam sekitar 3-5cm dengan menggunakan tugal.

  • Pemasangan Ajir

Pemasangan ajir mulai dilakukan saat tanaman kacang panjang mulai setinggi 25 cm. Ajir bisa dibuat dari bambu dengan tinggi 2 meter. Ajir ini berfungsi sebagai tempat merambat kacang panjang nantinya.

Pemupukan Tanaman Kacang Panjang

Proses pemberian pupuk pada tanaman kacang panjang dilakukan pada tiga tahapan yaitu pada perendaman bibit, persiapan lahan dan perawatan. Setiap tahapan tersebut memiliki tujuan tersendiri yang turut berperan dalam menentukan kesuksesan budidaya kacang panjang.

Berbicara tentang pemupukan maka tidak terlepas dari jenis pupuk yang akan digunakan. Pada dasarnya pupuk terbagi menjadi dua jenis utama yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik (Petani biasanya lebih kenal dengan istilah pupuk kimia).

Sebagai pelaku usaha pertanian anda tentunya bebas untuk menentukan jenis pupuk yang akan dipakai. Apakah mengkombinasikan antara pupuk organik dan anorganik, hanya menggunakan pupuk kimia, atau hanya menggunakan pupuk organik saja.

Yang perlu diperhatikan adalah waktu, durasi dan dosis pemupukannya. Kesalahan dalam pemupukan bisa berdampak buruk pada pertumbuhan dan produksi kacang panjang.

Silahkan baca: Manfaat Pupuk Organik Bagi Tanaman.

Jika anda tertarik budidaya kacang panjang full organik atau tanpa menggunakan bahan kimia sintesis maka jenis pupuk yang digunakan tentunya adalah pupuk organik. Anda tinggal memilih memproduksi pupuk sendiri atau membeli pupuk organik buatan pabrik.

Salah satu pupuk organik terbaik buatan pabrik adalah Herbafarm. Pupuk ini bisa anda gunakan untuk budidaya kacang panjang karena bisa dipakai tunggal atau dicampurkan dengan jenis pupuk organik lain seperti pupuk kandang atau pupuk kompos.

Silahkan Baca: Cara Pemakaian Pupuk Herbafarm Pada Tanaman Kacang Panjang.

Cara Pemiliharaan Tanaman Kacang Panjang

Pemeliharaan tanaman kacang panjang mulai dilakukan pada awal penanaman sampai panen. Adapun bentuk pemeliharaannya adalah sebagai berikut:

  • Penyiraman Tanaman

Penyiraman menjadi bagian dari proses penanaman kacang panjang jika hujan tidak turun setelah penanaman benih. Tetapi jika anda mulai menanam pada awal musim hujan maka penyiraman ini bisa dilewatkan. Penyiraman dilakukan untuk memastikan ketersediaan air untuk proses tumbuh kacang panjang terpenuhi.

  • Pengendalian Gulma

Pengendalian gulma dilakukan untuk mencegah adanya gangguan proses tumbuh pada tanaman kacang panjang. Jika anda memasang mulsa maka proses ini menjadi lebih ringan karena hanya perlu membersihkan gulma yang ikut tumbuh pada lubang mulsa yang dibuat.

Namun apabila anda tidak menggunakan mulsa, maka pengendalian gulma harus dilakukan dengan cara manual. Mencabut semua tumbuhan pengganggu tanaman agar tidak merusak tanaman kacang panjang. Penggunaan alat bisa dilakukan tapi harus dengan hati-hati.

  • Pemangkasan

Pemangkasan pada tanaman kacang panjang perlu dilakukan apabila daun terlalu lebat. Apabila tidak dilakukan bisa berdampak pada berkurangnya jumlah produksi buah yang dihasilkan. Selain itu daun yang terlalu lebat dapat meningkatkan kelembaban yang berpotensi mendatangkan serangan hama dan penyakit.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kacang panjang tentu saja harus mengenal terlebih dahulu jenis hama dan penyakitnya. Adapun jenis hama dan penyakit pada tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut:

  • Hama Tanaman kacang panjang
  1. Lalat bibit
  2. Ulat tanah
  3. Kutu daun
  4. Kutu kebul
  5. Ulat penggerek polong
  • Penyakit Tanaman Kacang panjang
  1. Antraknos
  2. Bercak daun
  3. Karat
  4. Layu fusarium
  5. Busuk daun
  6. Mosaik

Silahkan baca: Cara pengendalian hama dan penyakit tanaman kacang panjang.

Masa Panen

Masa panen pertama tanaman kacang panjang mulai dilakukan saat berumur 50-60 hari setelah tanam. Proses panen dapat dilakukan setiap minggu selama 1-2 bulan. Produksi kacang untuk lahan satu hektar idealnya adalah 30 ton polong muda.

Proses panen untuk polong muda sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat agar tidak menjadi liat dan berserat. Kacang panjang yang lewat waktu panennya akan berkurang kualitasnya.

Baca Juga: Cara Menanam Kacang Panjang Di Polybag

Demikian pembahasan tentang cara menanam kacang panjang agar berbuah lebat. Semoga informasi ini bermanfaat!