Cara Menanam Tomat Di Kebun Agar Berbuah Lebat

Cara Menanam Tomat. Di Indonsia, budidaya tanaman tomat masih di dominasi oleh petani konvensial. Media tanam yang digunakan adalah kebun atau sawah. Sementara untuk tanaman hidroponik, tanaman buah dalam pot (Tabulampot) dan Polybag masih sebagian kecil dan biasanya masih bersifat konsumsi rumahan. Belum banyak yang bertujuan untuk agrobisnis.

Tomat yang dimasukkan dalam kelompok sayuran memiliki banyak peminat karena menjadi kebutuhan pelengkap bumbu dapur setiap hari. Tomat biasanya dibeli bersamaan dengan cabe sabagai bahan dasar pembuat sambel. Maka bisa dipastikan bahwa budidaya tanaman tomat untuk tujuan agrobisnis memiliki peluang yang sangat besar.

Jenis Tomat

Sebelum memulai budidaya tomat tentunya harus dikenali terlebih dahulu jenis tomat yang akan dibudidayakan. Tanaman tomat terdiri dari empat jenis. Pembagian jenisnya berdasarkan bentuk buah dari tomat tersebut. Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut:

  1. Tomat granola atau biasa lebih dikenal dengan istilah tomat buah bentuknya bulat dengan pangkal mendatar.
  2. Tomat Gondol bentuknya lonjong, jenis tomat ini biasanya dijadikan bahan baku pembuatan saus.
  3. Tomat Sayur, jenis tomat ini teksturnya agak keras dan rasanya lebih kecut.
  4. Tomat Cherry, bentuknya lebih kecil rasanya manis kecut.

Syarat Tumbuh Tanaman Tomat

Tomat merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh dimana saja. Baik itu pada dataran tinggi, sedang atau rendah. Jadi bisa dipastikan bahwa siapa saja bisa membudidayakan tanaman tomat. Namun secara umum tomat dapat tumbuh baik pada pada ketinggian tanah 0-1.500 MdPL (Meter diatas permukaan laut). Untuk jenis tanahnya, tomat membutuhkan tanah gembur dengan pH tanah sekitar 5.5-7.

Cara Menanam Tomat Di Kebun

Budidaya Tomat di Indonesia masih di domanasi oleh petani konvensional. Maka cara menanam tomat yang akan kami bagikan kali ini adalah untuk media tanam kebun, sawah atau tegal. Silahkan disimak setiap langkahnya.

Persiapan Lahan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah persiapan lahan atau media tanam. Persiapan lahan dilakukan dengan mengolah lahan dengan cara membajak atau mencangkul agar tanah menjadi gembur dan membunuh pathogen tanah. Jadi tujuan dari pengolahan tanah secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Menciptakan kondisi fisik, kimia dan biologi tanah agar siap ditanami.
  2. Membunuh gulma dan tumbuhan lain yang tidak diinginkan.
  3. Meratakan tanah agar memudahkan proses penanaman.
  4. Mempersiapkan pengaturan drainase.
  5. Mengatur posisi sisa-sisa tumbuh agar tercipta proses dekomposiasi secara alamiah.

Pada proses pengolahan ini anda dapat menambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan Pupuk Herbafarm Granul. Untuk lahan 1 hektar anda membutuhkan pupuk kandang kurang lebih 20 ton dan ditambahkan dengan herbafarm granul sebanyak 15KG.

Masa Pembibitan

Bibit yang akan digunakan bisa dipilih dari tanaman tomat sebelumnya. Namun jika anda pemula maka tentunya membutuhkan bibit dari toko tani atau dapat juga membeli dari marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, atau lazada.

Hal paling penting dari pemilihan bibit adalah mencari bibit sesuai dengan jenis tomat yang ingin anda tanam. Atau sesuai kebutuhan pasar nantinya. Jenis bibit tomat yang anda pilih tentunya harus disesuaikan dengan tujuan agrobisnis anda nantinya.

Setelah anda mendapatkan bibit tomat yang akan ditanam. Silahkan rendam bibit tersebut dengan Pupuk Herbafarm Cair 1 tutup botol dicampur dengan air secukupnya selama 1 menit sebelum menyemai diarea pembibitan. Setelah biji tomat disemaikan selanjutnya sisa air perendaman tersebut disiramkan ke media semai. Tujuannya untuk mencegah penyakit dari luar tanah dan menambah unsur hara dalam media pembibitan.

Masa Penanaman

Masa penanam tomat bisa dilakukan ketika bibit tomat yang disemaikan sudah mulai tumbuh dengan tinggi rata-rata 10cm atau sudah berusia sekitar 3 minggu. 1 minggu setelah penanaman tomat semprotkan herbafarm cair dengan dosis 3 tutup botol per tangki 14 liter air, digunakan untuk lahan 500M2.

Masa Perawatan Tanaman

Hal yang sangat penting dari cara menanam tomat adalah pada proses perawatan tanaman. Perawatan tanaman dilakukan untuk mamastikan tanaman tumbuh subur dan berbuah dengan baik. Adapun proses perawatan tanaman adalah sebagai berikut:

  • Penyiraman Tanaman Tomat

Tanaman tomat membutuhkan air yang cukup sehingga perlu dilakukan penyiraman. Proses penyiraman dilakukan tergantung kondisi lahan. Jikan penanam dilakukan pada musim penghujan maka penyiraman tidak perlu dilakukan. Yang perlu diperhatikan adalah drainase untuk memastikan air hujan tidak tergenang disekitar tanaman.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman tomat. Periode pemupukan terbaik untuk tanaman tomat adalah sebagai berikut:

  1. Aplikasikan pupuk herbafarm dengan dosis 3 tutup botol ditambah dengan 14 liter air untuk lahan seluas 500M2. Pada hari ke 7, 14, 21, dan 28 hari.
  2. Setelah masuk bulan kedua aplikasikan setiap 2 minggu sekali dengan dosis 5 tutup botol ditambahkan air 14 liter per tangki.
  3. Aplikasi dilakukan dengan cara menyemprotkan secara merata ke bagian tanaman sampai ke area pengakaran.
  4. Tujuan pemupukan adalah untuk menyuburkan tanah, merangsang pertumbuhan dan pembuahan, dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan cuaca yang ekstrim.
  • Masa Panen

Buah tomat dipanen pada saat buah telah ranum dan siap untuk dikonsumsi. Buah tomat dengan aplikasi pupuk herbafarm secara teratur akan menghasilkan jenis buah dengan kualitas yang lebih baik dari segi ukuran, jumlah, aroma, rasa dan pastinya lebih sehat untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Cara Menanam Kacang Panjang Agar Berbuah Lebat.

Demikan informasi tentang cara menanam tomat di kebun agar tanaman tumbuh subur dan hasil panen maksimal. Semoga informasi ini membantu. Salam Sukses Petani Organik Indonesia.