Cara Merawat Tanaman Cabe Agar Tumbuh Subur

Cara merawat tanaman cabe merupakan salah satu perhatian penting dalam teknik budidaya. Untuk menghasilkan tanaman cabe yang tumbuh subur dan berbuah lebat maka perawatan harus dilakukan secara intensif. Tujuannya adalah agar tanaman cabe bisa tumbuh subur dan menghasilkan produksi yang baik secara kualitas dan kuantitas.

Tahapan Cara Merawat Tanaman Cabe

Cara merawat tanaman cabe disesuaikan dengan masa pertumbuhannya. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa ketersediaan unsur hara terpenuhi. Selain itu perawatan juga dilakukan dengan tujuan menghindarkan tanaman cabe dari serangan hama dan penyakit.

Langsung saja simak tahapan perawatan tanaman cabe berikut ini.

Perawatan Tanaman Cabe Pada Masa Pembibitan

Perawatan cabe pada Masa pembibitan perlu diberikan perhatian khusus, karena pada masa ini merupakan fase awal pertumbuhannya. Meskipun perawatannya terbilang cukup sederhana namun tetap butuh perhatian serius karena apabila tidak dilakukan dengan baik maka proses pertumbuhannya bisa terhambat.

Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Memastikan Ketersediaan Air Terpenuhi

Bibit cabai membutuhkan ketersediaan air yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman secara berkala. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore. Teknik penyiraman dilakukan dengan menggunakan sprayer dengan setelan paling lembut. Hal ini dilakukan agar semprotan air tidak merusak batang cabe yang cenderung masih lemah.

  • Memberikan Nutrisi Yang Cukup

Selain ketersediaan air, bibit cabe juga membutuhkan nutrisi yang cukup agar bisa tumbuh subur. Oleh karena itu perlu diberikan pupuk dengan dosis yang tepat. Saran pemupukan menggunakan pupuk organik cair. Pemupukan bisa dilakukan bersamaan dengan proses penyiraman.

  • Pembersihan Gulma

Area pembibitan juga berpotensi ditumbuhi dengan gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan bibit cabe. Gulma akan menjadi kompetitor bibit dalam menyerapu unsur hara dan nutrisi dalam media pembibitan. Oleh karena itu sebaiknya segera mencabuti gulma yang tumbuh pada area pembibitan.

Perawatan Setelah Tanam

Perawatan tanaman cabai berikutnya adalah setelah proses pemindahan ke lahan tanam. Lahan tanam akan menjadi tempat tanaman cabe untuk tumbuh dan berproduksi oleh karena itu selain mempersiapkan lahan tanamn yang ideal juga perlu dilakukan perawatan secara berkala.

  • Penyiraman Secara Teratur

Sama halnya pada masa pembibitan, bibit cabe yang sudah dipindahkan ke lahan tanam juga perlu disiram secara teratur. Namun untuk intesitas penyiraman bisa terus berkurang seiring pertumbuhan tanaman cabe. Penyiraman dilakukan disesuaikan dengan intensitas hujan. Jika penanaman dilakukan pada musim penghujan maka penyiraman tidak perlu dilakukan.

  • Perawatan Sanitasi

Sanitasi pada area penanam cabe juga perlu diperhatikan untuk memastikan tidak terjadi genangan air yang berlebihan pada area sekitar pohon cabe. Air yang berlebihan bisa menyebabkan kerusakan akar dan batang tanaman. Oleh karena perlu memastikan bahwa irigasi yang dibuat tidak membuat air tergenang di sekitar pohon cabe. Hal ini sangat penting diperhatikan apalagi pada saat musim penghujan.

  • Pemupukan Secara Berkala

Pemupukan tanaman cabe sebaiknya dibuatkan jadwal khusus untuk memastikan ketersediaan nutrisi dan unsur hara dalam tanah tercukupi. Hal yang paling penting dilakukan adalah jenis pupuk yang digunakan. Sebaiknya gunakan pupuk organik agar kondisi tanah bisa terjaga dengan baik. Anda bisa menggunakan Pupuk Organik Herbafarm.

  • Pemangkasan Daun Dan Ranting

Tanaman cabe yang subur bisa dilihat dari kondisi daun yang lebat, ranting yang banyak, batang yang besar dan kokoh serta buah yang banyak. Namun daun yang terlalu lebat dan ranting yang terlalu banyak juga bisa menjadi masalah. Daun bisa menciptakan tingkat kelembaban menjadi terlalu tinggi sehingga berpotensi terserang hama dan penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukan pemangkasan secara berkala.

  • Pengendalian Gulma

Pengendalian gulma juga menjadi bagian penting dari perawatan tanaman cabe. Mengendalikan gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara mencabutnya. Hal ini dilakukan agar ekosistem pada lahan pertanian cabe tetap terjaga. Pengendalian dari awal bisa dilakukan dengan memasang mulsa sehingga pertumbuhan gulma di sekitar tanaman cabe bisa ditekan.

Perawatan Pasca Panen

Setelah panen pertama dilakukan maka perlu dilakukan perawatan agar tumbuhan cabe siap berproduksi kembali. Produksi cabe bisa maksimal lagi jika nutrisi dalam tanah masih tercukupi. Selain itu perhatian juga perlu diberikan pada potensi serangan hama dan penyakit.

Hal-hal yang tetap membutuhkan perhatian setelah panen cabe adalah sebagai berikut:

  1. Kebersihan area sekitar tanaman, seperti sanitasi, tumpukan daun kering cabe, serta gulma.
  2. Kecukupan nutrisi, unsur hara dan air juga harus tetap diperhatikan.
  3. Tingkat kelembaban pada tanaman dengan memperhatikan ranting dan daun.
  4. Kenali tanda-tanda serangan hama dan penyakit seperti daun keriting, cendawan jelaga, dan penyakit tanaman cabe lainnya.

Silahkan Baca: Cara Mengatasi Hama Kutu Putih Pada Tanaman Cabe.

Kesimpulan

Cara merawat tanaman cabe pada dasarnya hampir sama dengan jenis tanaman lain pada umumnya. Hanya saja yang membedakan adalah waktu melakukan tindakan perawatan seperti pemberian pupuk, pemangkasan, pembersihan sanitasi dan gulma pada area penanaman.

Itulah petunjuk cara merawat tanaman cabe agar tumbuh subur dan berbuah lebat. Cara perawatan ini bisa diaplikasikan pada lahan luas ataupun penanaman cabe di Polybab atau pot pada pekarangan rumah. Semoga informasi ini bermanfaat!