Hama Belalang: Jenis Dan Karakteristiknya

Belalang merupakan salah satu jenis serangga yang termasuk hama bagi budidaya pertanian. Serangga pemakan daun-daunan ini ternyata tidak hanya menyerang bagian daun tanaman tetapi juga batang dan ranting. Meskipun tidak secara langsung menyerang bunga dan buah tetap saja serangannya akan berpengaruh pada produksi tanaman karena terganggunya proses fotosintesis.

Klasifikasi Belalang

Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Dalam bahasa inggris belalang disebut Grasshopper karena kemampuan melompatnya yang luar biasanya. Berikut ini klasifikasi lengkap dari belalang:

NamaGrasshopper
KingdomAnimalia
FilumArthropoda
KelasInsecta
OrdoOrthoptera
SubordeCaelifera
FamilyAcrididae

Ciri-ciri Belalang

Belalang sangat mudah dibedakan dari jenis serangga lainnya karena memiliki karakter tersendiri. Serangga pemakan daun ini dapat dikenali dari bentuk tubuhnya yang unik. Ciri-cirinya dapat dikenali dari karakteristik bentuk tubuh, Jenis Makanannya, cara bereproduksi, dan perilakunya.

Karakteristik Belalang

Belalang mempunyai tiga bagian tubuh yaitu kepala, dada dan perut. Pada bagian kepala terdapat antena yang berfungsi untuk merespon sentuhan dan bau karena dilengkapi dengan struktur sensorik. Terdapat dua jenis mata yang memiliki fungsi yang berbeda. Mata sederhana (Simple Eye) berfungsi untuk merasakan intesitas cahaya sementara mata yang besar (Compound Eye) berfungsi untuk mencakup penglihatan yang luas.

Pada bagian dada terdapat tiga pasang kaki dengan ukuran dan fungsi yang berbeda-beda. Kaki bagian belakang (Jumping Leg) dengan ukuran yang lebih besar berfungsi untuk melakukan dorongan saat melompat dari satu tempat ke tempat lain. Kaki bagian tengah dan depan berfungsi untuk berjalan dan menggenggam benda.

Selain kaki, pada bagian dada juga terdapat dua pasang sayap yang memiliki ukuran yang berbeda. Saya depan lebih ramping sementara saya bagian belakang lebih besar. Pada dasarnya sayap sangat jarang digunakan untuk terbang jika berpindah tempat dari jarak dekat. Belalang lebih memilih melompat karena memiliki kemampuan untuk melompat dengan jarak maksimal 20 kali dari ukuran tubuhnya.

Pada bagian perut terdapat Ovipositor yang berfungsi untuk menggali tanah pada saat bertelur.

Makanan Belalang

Belalang termasuk serangga Herbivora karena makanannya berupa daun-daun hijau. Semua jenis daun yang berwarna hijau dimakan oleh serangga ini mulai dari rumput, tanaman budidaya musiman dan tanaman jangka panjang. Bahkan belalang juga memakan batang dan ranting tanaman yang masih muda. Belalang dikategorikan sebagai hama tanaman karena memakan daun-daun tanaman milik petani.

Serangga yang satu ini memiliki keunikan dalam mencari makanan. Makanan yang dipilih adalah sumber asam amino, gula, dan vitamin. Oleh karena itu makanan sering pilih-pilih makanan. Sebelum dikonsumsi makanan tertentu, belalang akan mencicipinya terlebih dahulu.

Cara Reproduksi

Belalang merupakan jenis serangga yang mengalami metaforsis tidak sempurna. Belalang betina akan bertelur dan meletakkan telur pada bagian tanaman atau di dalam tanah. Butuh waktu 3-5 hari untuk mengeluarkan semua telurnya yang bisa berjumlah sampai 150 butir.

Telur belalang mampu bertahan selama berbulan-bulan sampai musim kemarau (panas) tiba. Pada saat musim kemarau barulah telur tersebut menetas dan menjadi belalang muda.

Perilaku Hama Belalang

Hama tanaman pemakan daun ini merupakan jenis serangga yang aktif pada siang dan malam hari. Pada kondisi tertentu belalang hanya mencari makan siang hari saja. Namun tidak jarang juga ditemukan belalang mencari makanan pada malam hari.

Meskipun termasuk jenis binatang solider belalang tidak memiliki habitat, asarang atau wilayah tertentu. Belalang lebih sering melakukan migrasi panjang untuk menemukan tempat sumber makanan baru. Jumlah belalang dari satu ekosistem bisa mencapai jutaan bahkan milyaran.

Keunikan Belalang

Belalang memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan hewan lain:

  1. Mempunyai kemampuan berkamuflase jika menghindar dari predator.
  2. Memiliki kemampuan melompat 20 kali dari ukuran tubuhnya.
  3. Ukuran tubuh belalang betina lebih besar daripada belalang jantan.
  4. Telur belalang mampu bertahan sampai berbulan-bulan sampai tiba musim kemarau (panas) baru menetas.
  5. Belalang mengeluarkan cairan berwarna cokelat jika merasa terancam.

Jenis Hama Belalang

Hama belalang di Indonesia terdiri dari empat spesies berdasarkan habitatnya. Sementara secara umum belalang dibagi menjadi dua kelompok yaitu belalang dengan antena pendek dan antena panjang. Berikut ini pemabahasan tentang spesies hama belalang

  • Belalang Kayu

Belalang kayu adalah serangga herbivora berwarna coklat yang termasuk
ordo Orthoptera. Belalang kayu banyak ditemui pada pohon turi, ketela, jati, dan lain sebagainya.

Belalang kayu berwarna cokelat tua setelah dewasa dan pada saat masih muda berwarna hijau yang terdapat pola cokelat atau orange. Ukuran tubuh belalang kayu dewasa bisa mencapai maksimal 85 mm. Belalang kayu termasuk kategori belalang dengan antena pendek.

  • Belalang Sembah

Belalang sembah merupakan spesies kedua dengan ciri-ciri menyerupai orang yang sedang berdoa. Itulah sebabnya serangga yang satu ini juga dikenal dengan istilah Praying Mantis.

Berbeda dengan jenis belalang lain pada umumnya, belalang sembah akan memakan kepala jantan saat proses reproduksi.

  • Belalang Hijau

Pada dasarnya semua belalang yang masih muda akan berwarna hijau. Namun pemberian nama belalang hijau ini karena dianggap warna tubuh dasarnya adalah warna hijau mulai dari belalang muda sampai dewasa.

Belalang hijau memiliki kemampuan untuk mengubah warna tubuhnya menjadi cokelat atau yang disebut Polimorfisme. Perubahan warna tubuh ini bukan dipengaruhi oleh perubahan usia layaknya belalang kayu tetapi karena perubahan suhu. Semakin panas kondisi cuaca maka akan semakin pekat pula warna cokelat dari tubuh belalang ini.

  • Belalang Batu

Spesies belalang yang terakhir adalah belalang batu. Belalang ini memiliki tubuh berwarna abu-abu dengan bercak hitam yang mirip batu. spesies ini memilih  lokasi-lokasi yang berumput, berbatu-batu atau bahkan di tanah-tanah terbuka.

Belalang ini memiliki ukuran sekitar 2,5 cm. Mulai dari mata, thorax, dada, dan abdomen sampai ke ujung sayap memiliki warna yang  sangat padu, sehingga sangat sukar terlihat apabila hinggap di material berupa ranting kayu atau batu.

  • Belalang Pedang

Belalang pedang merupakan spesies belalang yang menyerang tanaman jangka panjang seperti kelapa, salak, pisang, jambu air, dan lainnya.

  • Belalang Daun

Belalang daun merupakan spesies yang mampu berkamuflase menyerupai bentuk daun. Seluruh warna tubuhnya bisa mengikuti bentuk corak daun sehingga akan sangat sulit dibedakan jika bertengger pada daun hijau.

Gejala Serangan Hama Belalang

Gejala serangan hama belalang bisa ditandai dengan adanya lubang pada bagian daun. Akibat dari serangan ini akan menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis yang akan berdampak pada pertumbuhan dan produksi tanaman. Pada serangan parah dapat menyebabkan gagal panen dan kematian tanaman.

Musuh Alami Belalang

Hama belalang memiliki musuh alami dalam ekosistem pertanian. Keberadaan musuh alami tersebut mampu menenkan jumlah populasi belalang secara alami. Ada dua jenis musuh alaminya yaitu predator dan parasit.

  • Predator Belalang
  1. Semut
  2. Tawon
  3. Cacing
  4. Burung
  5. Katak
  6. Laba-laba
  • Parasit Belalang
  1. Lalat parasit
  2. Patogen jamur
  3. Jamur Entomopatogenik
  4. Larva kumbang Mylabris

Silahkan Baca: Cara Pengendalian Hama Belalang.

Demikian pembahasan tentang Hama belalang. Semoga informasi ini bermanfaat!