Kategori Pupuk Tanaman

Hama dan Penyakit Cengkeh Serta Cara Pengendaliannya

Hama dan Penyakit Cengkeh. Tanaman cengkeh merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak ditanam oleh petani. Cengkeh merupakan tanaman jangka panjang yang produksi normal sekali setahun. Selain harganya yang mahal petani tertarik untuk budidaya cengkeh juga karena perawatannya yang tidak terlalu rumit.

Namun kendalanya adalah adanya hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cengkeh. Serangan hama dan penyakit ini bisa berpengaruh pada jumlah produksi bahkan sampai membunuh tanaman cengkeh. Oleh karena itu petani cengkeh perlu memahami jenis hama dan penyakit cengkeh dan juga cara pengendaliannya.

Hama Tanaman Cengkeh

Berikut ini hama dan penyakit pada tanaman cengkeh beserta penanganannya. Silahkan disimak satu persatu untuk memudahkan dalam memahami kondisi cengkeh yang anda tanam. Berikut ini hama yang dapat menyerang tanaman cengkeh.

1. Penggerek batang

Hama penggerek batang Menyerang batang tanaman cengkeh bagian bawah yang telah berumur 4 – 8 tahun. Tanda-tanda yang nampak adalah adanya lubang gerekan yang mengeluarkan air kotoran dari kayu gerekan. Penggerek merupakan ulat (larva) dari Nothopeus fasciatipennis yang meletakkan telurnya pada batang dekat permukaan tanah. Ketika telurnya menetas, larvanya menggerek kulit sampai ke batang kayu.

Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

  1. Membersihkan telur-telurnya
  2. Menutup lubang-lubangnya dengan rapat
  3. Menggunakan Pestisida Nabati, anda juga dapat menggunakan Herbafarm Cair. Caranya adalah dengan menutup lubang menggunakan kapas yang telah direndam dengan Herbafarm Cair.

2. Kutu Daun

Terdapat pada tanaman yang masih muda, terutama pada pucuk tanaman. Melekat pada tangkai daun dan ranting-ranting muda serta menghisap cairan tanaman, sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman. Kutu-kutu tersebut menyebabkan timbulnya penyakit jelaga, yaitu daun tampak seperti ada lapisan hitam yang mengganggu terjadinya proses asimilasi daun, hingga menyebabkan adanya mati ranting. Kutu-kutu ini ditularkan oleh bermacam-macam semut yang menyukai cairan manis yang dihasilkan kutu tersebut.

Cara mengatasi kutu daun adalah sebagai berikut:

  1. Disemprot dengan endrin 1% atau dengan medol 0,5%
  2. Memberantas semut-semut yang berpotensi menularkan kutu daun tersebut.

3. Rayap

Rayap sangat mengganggu tanaman muda dengan menyerang akar-akar tanaman yang baru saja dipindahkan. Cara pemberantasannya adalah dengan pemberian insektissida.

Penyakit Tanaman Cengkeh

Setelah mengetahui jenis hamanya, maka lanjut lagi penyakit apa yang saja yang bisa menyerang tanaman cengkeh. Berikut ini adalah Penyakit-penyakit tanaman cengkeh:

1. Penyakit daun

Penyebab penyakit daun pada tanaman cengkeh adalah cendawan Glorosporium piperatum dan Cylindrocladium quinqeseptatum. Penyakit ini banyak terjadi di persemaian dan pertanaman, pada tempat-tempat yang terlampau gelap.

Gejalanya dapat dilihat adanya bercak-bercak berwarna kuning kecoklatan, dapat meluas dengan mendadak melalui serangan angin kencang (G. piperatum). Sedangkan yang disebebkan oleh C. quinqeseptatum, pada daun terdapat bercak-bercak merah atau merah kecoklatan yang dibagian tengahnya berwarna putih.

Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi peneduh
  2. Menyemprot dengan Koperoxy-chloride 0,5%, terutama setelah terjadi angin kencang.

2. Penyakit ganggang

Penyakit ganggang terjadi karena ganggang Chepaleuros mucodera, yang diserang adalah daun, baik di persemaian maupun di pertanaman.

Gejala ini dapat ditemukan pada daun terdapat bercak-bercak kecil berwarna merah, ditengah-tengahnya terdapat bintik-bintik kuning. Pada intensitas serangna yang keras, daun bisa gugur dan menimbulkan semacam mati ranting. Penyakit ini sering timbul bila tanaman kekurangan peneduh atau bila tanaman kekurangan zat-zat makanan.

Langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. memberi peneduh secukupnya dan pemeliharaan yang tepat.
  2. Pemberian pupu semprot berupa Koperoxy chloride 0,5%.

3. Mati ranting (Die-back)

Mati ranting merupakan salah satu penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh petani. Mati ranting bisa terjadi karena akumulasi dari berbagai penyakit yang tidak ditangani dengan serius. Penyebabnya adalah perakaran dan hara. Sebagian akarnya busuk atau pengambilan zat-zat hara pada sebagian tanaman terganggu. Penykit ini banyak terjadi pada tanaman yang berumur lima tahun ke atas. Juga dapat disebabkan oleh pengaruh keadaan (fisiologis).

Gejala penyakit ini terlihat dengan sangat jelas pada daun dari beberapa cabang berubah warna menjadi kuning, layu, kemudian berguguran. Terik sinar matahari menyebabkan cabangnya mati, sehingga sebagan pohon cabangnya gundul.

Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan melakukan langkah berikut ini:

  1. Memperbaiki drainase
  2. Membuat lubang angin di luar tajuk
  3. Menggemburkan tanah
  4. Melakukan pemumpukan sempurna.

Jika menggunakan pupuk organik herbafarm dapat melakuan pemupukan sesuai jadwal yang telah dibuat sebelumnya.

4. Mati bujang

Ini adalah suatu penyakit yang sangat penting untuk diketahui, karena dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Penyakit ini tidak hanya membuat ranting mati atau tanaman gundul tetapi membuat tanaman cengkeh mati dan tentunya harus diganti lagi dengan tanaman baru.

Penyebab penyakit cengkeh ini adalah keadaan tanah yang tidak cocok, system drainase yang kurang baik, adanya lapisan padas yang dangkal dan tidak dapat menyerap air, atau adanya tanah liat yang becek saat musim hujan dan retak-retak saat musim kemarau.

Gejala penyakit mati bujang bisa ditandai dengan kematian dari puncak pohon yang meluas ke bawah pohon. Pohon hampir menjadi gundul, daun yang tidak gugur berwarna hiaju suram, kadang-kadang kuning kemudian layu dan akhirnya tanaman akan mati.

Adapun langkah penangannya adalah sebagai berikut saat menanam perlu memilih tanah yang cocok dengan system drainase yang baik. Dilakukan penggemburan tanah dengan cara memebri pupuk Herbafarm Granul.

5. Mati kekeringan

Tanaman cengkeh yang masih muda tidak tahan terhadap musim kemarau yang panjang. Mati kekeringan dapat dicegah dengan pemberian atap (peneduh) dan melakukan penyiraman secukupnya. Pohon yang sudah berumur 8 – 10 tahun memerlukan penyiraman ± 20 liter. Anda juga bisa mengaplikasikan pupuk organik cair yang dicampur dengan air untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap cuaca ekstrim.

Catatan:

Jika anda tertarik menggunakan Pupuk Organik Herbafarm untuk mengatasi semua masalah diatas silahkan baca petunjuk cara penggunaan pupuk Herbafarm.

Demikian informasi tentang hama dan penyakit pada tanaman cengkeh. Semoga informasi ini membantu untuk mengatasi masalah yang selama ini dihadapi oleh petani cengkeh.