Kategori Pupuk Tanaman

Hama Tanaman Durian Serta Cara Mengatasinya

Hama Tanaman Durian. Tanaman durian yang terserang hama tidak akan tumbuh dengan maksimal. Selain buah yang dihasilkan akan menurun kualitasnya serangan hama juga dapat mengakibatkan tanaman durian menjadi mati.

Oleh karena itu perlu bagi kita untuk mengetahui jenis-jenis hama yang biasa menyerang tanaman durian. Selain itu tentunya adalah cara untuk mengendalikan hama tersebut. Pengendalian hama supaya tidak mempengaruhi hasil tanaman sehingga kita dapat menghasilkan buah durian dengan kualitas yang optimal dan layak.

Berikut adalah beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman durian dan tips untuk mengatasi atau mengendalikan hama dan penyakit tersebut:

Hama Tanaman Durian dan Cara Pengendaliannya

Hama tanaman durian sangat banyak. Setidaknya ada 5 jenis hama yang sering menyerang tanaman mulai dari masa penanaman sampai berbuah.

Hama Penggerek buah (Hypopereqa sp) atau Gala-gala

Hama penggerek buah adalah serangga yang menyerang tanaman dengan cara menggerek biji dan daging buah sehingga seringkali mengakibatkan buah jatuh sebelum tua. Serangga ini biasanya menyebar dengan cara terbang dari pohon durian satu ke pohon durian lainnya dan bertelur pada buah yang dihinggapinya.

Hama ini biasanya menyerang pada waktu kemarau. Hama penggerek buah ini dapat dikendalikan dengan cara menyemprotkan insektisida seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thoidan 35 EC, dengan dosis 2–3 cc/liter air.

Catatan:

Jika anda mendapati buah durian jatuh sebelum matang maka kemungkinkan besar terserang penggerek buah. Oleh karena itu perlu segera dilakukan pengendalian hamanya.

Hama Penggerek Bunga (Prays Citrys)

Hama penggerek bunga yang biasanya dilakukan oleh ulat. Ulat ini menyerang kuncup bunga dan calon buah durian. Umumnya ulat ini menyerang tanaman durian yang baru berbunga. Tanda-tanda tanaman durian terkena hama ini adalah rusaknya kuncup bunga sehingga putik bunga akan berguguran. Tidak hanya merusak putik, ulat ini juga merusak benang sari dan tajuk bunga.

Ulat penggerek bunga berwarna hijau dengan kepala berwarna coklat, ketika menjdi kupu-kupu akan berwarna merah agak kecoklatan.
Hama ini bisa dikendalikan dengan cara menyemprotkan insektisida seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).

Catatan:

Jika bunga durian anda jatuh atau gugur sebelum menjadi buah, maka kemungkinan besar terserang hama penggerek bunga. Jika menemukan tanda-tanda seperti diatas segera lakukan langkah pengendalian sebelum semua bunga gugur dan gagal menjadi buah.

Hama Penggerek Batang

Hama penggerek batang menyerang tanaman durian dengan cara mengeluarkan kotoran dibawah batang sehingga mengakibatkan tanaman yang terserang akan layu dan mati.

Hama ini dapat dikendalikan dengan cara mekanis/kultur teknis yaitu dengan cara memotong batang sebanyak 5 cm atau dapat pula dilakukan dengan cara kimiawi yaitu dengan menyemprotkan cairan insektisida jenis Tamaron 0,3 % dan Diazinon 0,5 % yang disemprotkan sesuai dosis.

Catatan:

Jika anda memiliki tanaman durian yang masih muda dan mulai kelihatan layu bisa jadi itu terserang hama penggerek batang. Segera perhatikan batang tanaman dan jika ditemukan kotoran ulat segera lakukan pembasmian ulat tersebut.

Kutu Loncat Durian

Kutu loncat durian adalah serangga yang mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro. Kutu loncat menyerang tanaman durian secara bergerombol. Bagian yang diserang adalah bagian pucuk daun yang masih muda. Kutu ini menyerang dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga menghambat pertumbuhan, selain itu serangga ini mengeluarkan cairan getah bening yang berwarna pekat dan rasanya manis. Rasa manis getah ini akan mengundang semut untuk bergerombol.

Hama kutu loncat durian ini dapat dikendalikan dengan cara memangkas daun dan ranting-ranting yang terserang hama, atau hama ini juga dapat dikendalikan secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100–150 gram/5 liter air.

Catatan:

Jika menemukan daun durian yang tiba-tiba berubah warna dari hijau menjadi kuning dan dihinggapi banyak semut. Maka bisa dipastikan itu terserang kutu loncat durian. Segera lakukan langkah pengendalian yang tepat.

Lebah Mini

Lebah yang tergolong dalam hama yang menyerang tanaman durian ini mempunyai ciri-ciri tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan mempunyai sayap bergaris putih dan lebar. Hama ini menyerang tanaman hanya pada saat lebah berada dalam fase ulat, bagian tanaman yang diserang adalah ranting dan daun-daun muda.

Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/liter), dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%).

Catatan:

Lebah membantu proses penyerbukan sehingga bunga bisa menjadi buah. Namun ketika lebah masih dalam bentuk ulat dan berada pada daun atau ranting durian maka perlu segera dibasmi agar tidak menghambat pertumbuhan durian.

Untuk melakukan pengendalian hama perlu dilakukan secara bijaksana. Penggunaan pestisida atau insektisida kimia secara berlebihan juga dapat merusak tanaman bahkan berpengaruh pada kualitas buah. Oleh karena itu jika anda berniat untuk bertani secara organik anda bisa mulai dengan menggunakan pupuk organik Herbafarm.

Herbafarm sudah dilengkapi dengan Bio Protectant atau anti hama. Sehingga jika digunakan pada awal penanaman tidak membutuhkan bahan-bahan kimia. Tentunya ekosistem lebih terjaga.

Silahkan Baca: Cara Aplikasi Pupuk Herbafarm Pada Tanaman Durian.

Semoga informasi tentang Hama Pada Tanaman Durian ini membantu anda dalam budidaya tanaman durian.