25 Jenis Hama Pada Tanaman Jagung

Hama tanaman jagung merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang bagian akar, batang, daun, dan buah. Serangan hama dapat menyebabkan melambatnya pertumbuhan, berkurangnya produksi bahkan sampai kematian tanaman. Oleh karena itu keberdaan hama sangat mengganggu atau meresahkan petani.

Jenis Hama Pada Tanaman Jagung

Hama tanaman jagung terdiri dari berbagai jenis seperti kutu, kumbang, ulat, lalat, penggerek, dan lainnya. Berikut ini informasi tentang jenis hama tersebut.

Hama Kutu Pada Tanaman Jagung

Hama kutu pada tanaman jagung terbagi dalam beberapa spesies. Setiap spesies menyerang bagian tertentu pada tanaman dan menyebabkan kerusakan pada tingkatan tertentu pula.

  • 01 Kutu Daun

Kutu daun adalah serangga kecil yang lunak dengan kaki-kaki dan antena panjang. Ukurannya berkisar 0,5 hingga 2 mm dan tubuhnya bisa berwarna kuning, cokelat, merah atau hitam, bergantung spesies. Wujudnya bervariasi dari varietas tanpa sayap, yang dominan secara umum, hingga jenis bersayap, berkilauan atau berbulu.

Hama tanaman ini biasanya hidup dan makan secara berkelompok di bagian bawah daun muda yang gemuk dan pucuk tunas. Jenis kutu ini menggunakan bagian mulutnya yang panjang untuk menembus jaringan tanaman yang lunak dan menghisap cairan. Dalam jumlah kecil hingga sedang tidak akan merusak tanaman.

Setelah serbuan awal pada akhir musim semi atau awal musim panas, populasi kutu daun biasanya berkurang secara alami karena ada musuh-musuh alamiah. Beberapa spesiesnya membawa virus-virus tanaman yang dapat menyebabkan perkembangan penyakit lain.

  • 02 Kutu Kebul

Ukuran kutu kebul sekitar 0,8 – 1 mm dan tubuh serta kedua pasang sayapnya ditutupi lilin berwarna putih hingga kekuningan seperti tepung. Mereka sering ditemukan di bagian bawah daun, dan, jika terganggu, akan muncul membentuk awan. Mereka berkembang dalam kondisi hangat dan kering, dan itulah mengapa mereka biasanya bukan merupakan masalah pada tanaman lahan terbuka.

Telur diletakkan di sisi bawah daun. Nimfanya kuning hingga putih, berbentuk oval dan berwarna hijau pucat. Kutu kebul dewasa tidak dapat hidup tanpa memakan tanaman inang selama lebih dari beberapa hari. Hal ini menjadikan pengendalian gulma sebagai tindakan pengendalian populasi yang penting.

  • 03 Kutu Busuk

Tampilan serangga ini sedikit bervariasi tergantung pada spesies. Kutu Busuk cokelat dewasa berbentuk seperti perisai dengan bintik-bintik coklat, sayap kasar dan pola segitiga yang khas di punggungnya. Telur berbentuk seperti tong dan diletakkan berkelompok di atas daun. Nimfa
hampir bulat dan hitam dan tidak memiliki sayap.

Serangga dewasa dan nimfa merusak tanaman dengan mulutnya yang menghisap, menusuk jaringan dan menyuntikkan zat untuk mencerna isinya, kemudian menelan kembali bahan tanaman yang terlarut. Ini menyebabkan kecacatan atau pertumbuhan terhambat, terlebih lagi jika populasi serangga besar.

Pada buah dan biji, bekas gigitan menyebabkan noda dan ketidaksempurnaan yang berdampak pada kualitas produk. Kutu busuk memiliki berbagai inang alternatif seperti gulma dan beberapa tanaman biji-bijian seperti kedelai, sayuran dan alfalfa.

Hama Ulat Pada Tanaman Jagung

Hama tanaman jagung berikutnya dari spesies atau jenis ulat. Hama ini juga sangat meresahkan petani karena mempengaruhi tingkat kesuburan tanaman dan juga jumlah produksi buahnya.

  • 04 Ulat Tanah

Ulat tanah adalah ngengat yang kuat dengan tubuh berbintik-bintik coklat keabu-abuan. Mereka memiliki sayap depan berwarna cokelat muda dan coklat tua dengan tanda lebih gelap ke tepian luar, dan sayap belakang berwarna putih. Mereka aktif pada malam hari dan bersembunyi di tanah
pada siang hari. Ngengat betina terlihat mirip dengan jantan tetapi agak lebih gelap.

Mereka bertelur putih mutiara (kemudian berubah menjadi coklat muda) menyendiri atau dalam kelompok pada tanaman, di tanah yang lembab atau di celah-celah di tanah. Penetasan larva sangat tergantung pada suhu dan dapat berlangsung dari 3 hingga 24 hari (masing-masing pada 30 °C dan
12 °C). Larva muda berwarna abu-abu muda, halus dan berminyak, dan panjangnya 5 hingga 10 mm.

Larva yang lebih tua berwarna coklat tua, panjangnya hingga 40 mm, dengan dua garis putusputus berwarna kuning memanjang di punggungnya. Mereka makan pada malam hari dan siang hari, dan mereka dapat ditemukan meringkuk menjadi bentuk C di terowongan dangkal kecil di bawah permukaan tanah.

  • 05 Ulat Berbulu Merah

Ngengat dewasa muncul dari tanah segera setelah musim hujan. Ngengat ini memiliki sayap depan berwarna cokelat muda dengan garis-garis putih di atas panel dan pita kekuningan di sepanjang batas depan. Sayap belakangnya berwarna putih dengan bintik-bintik hitam yang berbeda.

Ngengat betina bertelur sekitar 1000 telur kuning krem dalam kelompok di bagian bawah daun, atau di puing-puing tanah. Larva muda berwarna cokelat muda dan tidak berambut dan memakan daun secara berkelompok. Larva dewasa berwarna cokelat kemerahan dengan pita hitam di sisinya dan rambut panjang kemerahan di tubuhnya.

Mereka sangat aktif dan merusak. Mereka menggali 10 hingga 20 cm ke dalam tanah di bawah pohon, pagar, atau sudut teduh dan menetap di sana sebagai kepompong selama sekitar 10 bulan sebelum muncul kembali sebagai ngengat dewasa.

  • 06 Ulat Tongkol Jagung

Ulat tongkol jagung melewati musim dingin sebagai kepompong di tanah, pada kedalaman 5 hingga 10 cm. Ngengat dewasa yang kuat mulai muncul pada awal musim semi dan sebagian besar aktif pada sore dan malam hari, terutama jika suhu meningkat.

Mereka memiliki sayap depan coklat muda, kadang-kadang dengan nuansa kuning langsat. Pita coklat tua bergelombang terlihat beberapa milimeter dari tepian. Sayap belakang berwarna putih abu-abu dan memiliki pita hitam lebar dengan tanda kekuningan di bagian tepinya. Betina meletakkan telur putih berbentuk kubah secara sendiri-sendiri pada rambut jagung atau dedaunan.

Larva memiliki warna yang bervariasi (dari hijau pucat hingga kemerahan atau coklat), berbulu dan memiliki panjang sekitar 3,7 mm. Mereka memiliki kepala coklat atau oranye dan tubuhnya tertutup bercak-bercak hitam kecil yang hampir sama dengan duri yang hanya bisa terlihat dengan mikroskop. Saat mereka dewasa, dua garis kekuningan terbentuk di sayap mereka.

  • 07 Ulat Tanduk Hijau

Gejala pada daun biasanya disebabkan oleh ulat tanduk hijau Melanitis leda, tetapi spesies lain dari genus Mycalesis dapat terlibat. Serangga ini ditemukan di semua lingkungan sawah dan paling umum di daerah tadah hujan. Bentuk dewasanya adalah kupu-kupu besar berwarna coklat keemasan dengan titik seperti mata yang khas di sayapnya. Mereka tidak tertarik pada perangkap cahaya. Betinanya mengeluarkan telur berkilat seperti mutiara secara terpisah di barisan daun.

Larva mudah berbaur dengan dedaunan karena warna hijau kuning tubuh mereka, yang juga ditutupi oleh rambut kecil seperti manik-manik kuning. Mereka memiliki dua tanduk coklat menonjol di kepala, dari situlah namanya diambil. Mereka memamah biak pada inang alternatif
yang juga dapat mendukung pengembangan berkelanjutan mereka di lahan. Tahap kepompong terjadi pada daun. Ulat Tanduk Hijau adalah hama minor. Potensi keparahan mereka umumnya terlalu kecil untuk menyebabkan kerugian hasil panen.

  • 08 Ulat Tanduk Tembakau

Ngengat dewasa memiliki tubuh berwarna cokelat keabu-abuan dan sayap depan beraneka ragam dengan tanda bergelombang putih di tepinya. Sayap belakang berwarna putih transparan dengan garis-garis cokelat di sepanjang tepi dan vena.

Ngengat betina bertelur ratusan telur dalam kelompok di atas daun, ditutupi oleh sisik cokelat keemasan. Setelah menetas, larva berwarna hijau muda yang tidak berambut menyebar dengan cepat dan mulai memakan daun. Larva yang lebih tua berwarna hijau tua hingga cokelat dengan bintik-bintik gelap di panggul dan perut yang agak lebih jernih. Dua pita memanjang berwarna kuning membentang di sepanjang sisi, diselingi oleh bintikbintik segitiga hitam. Pita oranye terlihat di bagian punggung di antara titik-titik ini.

Larva makan pada malam hari dan berlindung di tanah pada siang hari. Larva dan ngengat dewasa berkembang pesat pada suhu antara 15 dan 35 ° C, optimal pada 25 ° C. Kelembaban yang rendah dan suhu yang lebih tinggi atau lebih rendah mengurangi kesuburan dan memperpanjang siklus hidupnya.

  • 09 Ulat Tunas Tembakau

Kerusakan disebabkan oleh ulat tunas tembakau, Chloridea virescens. Ini adalah hama penting pada beberapa tanaman, di antaranya kedelai dan kapas (umumnya di daerah gurun). Ngengat berwarna kecokelatan (termasuk sayap), terkadang sedikit berwarna hijau muda. Di sayap depan terdapat silangan melintang dari tiga pita cokelat gelap, terkadang dengan batas berwarna keputihan atau krem. Sayap belakang berwarna keputihan, dengan pita hitam di tepiannya.

Betina meletakkan telur berbentuk bulat pipih pada bunga, buah dap pertumbuhan terminal. Larva dewasa adalah yang paling merusak karena mereka dapat merusak lebih banyak bunga dan buah, dan juga dapat merusaknya hingga akhir musim tanam (lebih sulit bagi tanaman untuk menggantinya). Ngengat dapat hidup sampai 25 hari ketika suhu berkisar 20°C.

  • 10 Ulat Buah Kapas

Kerusakan disebabkan oleh ulat Helicoverpa armigera, hama umum pada sejumlah tanaman. Ngengat ini berwarna coklat muda, dengan rentang sayap 3-4 cm. Mereka biasanya memiliki sayap depan berwarna kuning hingga oranye atau coklat berbintik-bintik dengan corak lebih gelap. Sayap
belakang berwarna keputih-putihan, dengan urat gelap dan titik-titik memanjang gelap pada tepi bawah.

Ngengat betina meletakkan telurnya sendiri-sendiri atau berkelompok pada bunga atau permukaan daun, terutama pada kanopi bagian atas, dengan telurnya berbentuk bulat berwarna keputih-putihan. Larvanya berwarna hijau zaitun hingga coklat tua kemerah-merahan, tergantung tahap kedewasaan. Tubuhnya berbintik-bintik hitam kecil dan kepalanya berwarna gelap. Pada tahap selanjutnya dari kedewasaan, garis dan pita berkembang di sepanjang punggung dan sayap.

Ketika dewasa, mereka menjadi kepompong dalam tanah. Puncak populasi normalnya terjadi selama perkembangan buah/kelopak/buah kapas, menyebabkan kerugian panen yang besar.

  • 11 Ulat Grayak

Ngengat dewasa berwarna coklat muda hingga kemerahan dengan lebar sayap 4-5 cm dan memiliki rambut di dadanya. Sayap depan mereka berwarna kuning keabu-abuan dan dengan bercak-bercak hitam yang terpencar, dan memiliki dua titik kecil yang jelas dengan tepian tidak
jelas di bagian tengah. Sayap belakangnya berwarna abu-abu kebiruan dengan urat gelap dan tepian luar gelap. Ngengat dewasa aktif pada malam hari dan sangat tertarik pada cahaya.

Betinanya bertelur di bawah daun, telurnya berwarna krem pucat. Mereka bertahan lebih baik dan menghasilkan lebih banyak telur ketika suhunya di atas 15 °C. Ulat ini kekar dan biasanya berwarna hijau pucat hingga kecoklatan. Mereka memiliki garis-garis memanjang yang membentang di
sepanjang tubuh dengan garis pada sisi-sisi tubuhnya terpecah menjadi bercak-bercak hitam.

Mereka aktif pada malam hari dan tumbuh subur di lahan yang dipupuk dengan baik. Kondisi yang menguntungkan untuk wabah termasuk periode kering berkepanjangan yang diikuti oleh hujan lebat.

Hama Kumbang Pada Tanaman Jagung

Jenis hama berikutnya adalah kumbang. Hama ini juga terbagi menjadi beberapa spesies. berikut ini pembahasannya.

  • 12 Kumbang Daun

Ada banyak spesies kumbang kutu yang mempengaruhi berbagai tanaman. Kebanyakan kutu dewasa berukuran kecil (sekitar 4mm), berwarna gelap, terkadang memiliki sisi mengkilap atau metalik. Mereka memiliki tubuh lonjong dan kaki belakang besar untuk melompat.

Larvanya hidup di tanah dan memakan akar atau umbi sedangkan kutu dewasa melahap tanaman muda. Sebagian besar kumbang kutu beristirahat di bawah sisa-sisa tanaman, di tanah atau di gulma di sekitar lahan. Mereka menjadi aktif kembali selama musim semi. Bergantung pada spesies dan iklim, kumbang kutu bisa berkembang 1 hingga 4 generasi per tahun. Kumbang kutu lebih menyukai kondisi hangat dan kering.

  • 13 Kumbang Jagung Tutul

Kerusakan disebabkan oleh kumbang jagung tutul, Astylus atromaculatus. Kumbang dewasa sedikit memanjang, dan memiliki penutup sayap kuning dengan bercak-bercak hitam. Mereka terutama herbivora dan memakan rambut, serbuk sari atau biji-bijian dari tanaman seperti jagung, padi, sorgum atau bunga matahari.

Mereka biasanya tidak menyebabkan banyak kerusakan pada tanaman ini. Ketika tanaman di lahan terlalu sedikit, kumbang berkumpul secara berkelompok di rerumputan dan bisa menjadi masalah jika termakan oleh sapi, dengan kemungkinan menyebabkan kematian.

Betina meletakkan telur di bawah daun kering. Larva hidup di tanah dan memakan sisasisa tanaman yang membusuk. Kadang-kadang kumbang ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada benih atau benih kecambah, sehingga mengurangi tegakan tanaman. Periode hangat dan cuaca kering (di atas 15 ° C) mendukung siklus hidup mereka.

  • 14 Kumbang Mentimun

Spesies Diabrotica adalah sekelompok hama berupa serangga yang menyerang beberapa tanaman penting pertanian termasuk kacang dan jagung. Kumbang mentimun biasanya berwarna kuninghijau dan terbagi dalam dua kelompok tergantung pada penampilan mereka.

Kelompok pertama memiliki tiga garis hitam di bagian punggung, sedangkan kelompok kedua ditandai dengan dua belas bintik hitam di bagian punggung. Kumbang dewasa bertahan selama musim dingin di daerah sekitarnya dan menjadi aktif pada pertengahan musim semi, ketika suhu mulai naik. Betinanya menyimpan telur secara berkelompok di celah-celah tanah dekat tanaman inangnya.

Larva melahap bagian dalam dan akar terlebih dahulu, kemudian juga tunas muda, sementara kumbang dewasa menyantap daun, serbuk sari dan bunga. Perkembangan dari telur hingga dewasa membutuhkan waktu sekitar satu bulan, tergantung pada kondisi lingkungan. Dengan meningkatnya suhu, waktu perkembangannya berkurang. Kumbang mentimun menyukai area yang lembab dengan pasokan air yang baik dan tidak menyukai panas.

Hama Penggerek Pada Tanaman Jagung

Hama penggerek pada tanaman jagung biasanya menyerang bagian batang. Serangan hama dalam jumlah besar dapat menyebabkan kematian tanaman. Serangan ini menyebabkan kerugian besar petani karena berakibat pada kematian tanaman.

  • 15 Penggerek Batang Tutul

Ngengat dewasa berwarna cokelat muda dan memiliki lebar sayap 20 hingga 25 mm. Sayap depan berwarna cokelat muda dengan beberapa pola yang lebih gelap sedangkan sayap belakang berwarna putih. Ngengat dewasa aktif di malam hari dan beristirahat di tanaman dan sisa-sisa
tanaman di siang hari. Betina meletakkan telur berwarna putih krem dalam kelompok 10-80 telur di permukaan daun.

Ulat memiliki kepala berwarna cokelat kemerahan dan tubuh cokelat muda dengan garis-garis lebih gelap membentang dan bintik-bintik gelap di sepanjang punggungnya, seperti tutul sehingga dinamakan penggerek batang tutul. Terdapat banyak tanaman inang termasuk sorgum, milet dan jagung. Kondisi iklim secara signikan mempengaruhi siklus hidup ngengat. Kondisi hangat dan relatif lembab sangat disukai. Serangan hama paling umum terjadi di daerah dataran rendah yang panas, dan jarang terjadi di atas ketinggian 1500 m.

  • 16 Penggerek Batang Ungu

Gejala disebabkan oleh penggerek batang ungu, Sesamia inferens. Larva melewati musim dingin sebagai kepompong di dalam batang atau pada sisa-sisa tanaman di dalam tanah dan muncul sebagai ngengat dewasa selama musim semi, ketika kondisi cuaca ramah.

Ngengat berukuran kecil, kekar dan berwarna cokelat muda dengan kepala dan tubuh berbulu. Sayap depan berwarna jerami dengan tepian emas yang jelas. Sayap belakang berwarna putih transparan dengan pembuluh darah kekuningan. Betina meletakkan kelompok telur bulat, pucat dan kekuningan di beberapa baris di belakang selubung daun untuk melindungi mereka dari pemangsa. Panjang ulat sekitar 20 sampai 25 mm, berwarna merah muda, dengan kepala merah-cokelat dan tanpa garisgaris. Mereka menggali ke dalam batang dan memakan jaringan internal.

  • 17 Penggerek Batang Jagung

Warna ngengat bervariasi tergantung pada faktor regional dan lingkungan. Sayap depan ngengat jantan berwarna kuning kecoklatan dengan bercak-bercak gelap yang terpencar, sangat padat di dekat pinggiran, di mana pita coklat tua berukuran besar terlihat. Sayap depan ngengat betina berwarna hitam arang, dengan sisik kemerahan atau keunguan. Sayap belakang jantan dan betina transparan dengan semburat keperakan. Betina mengeluarkan telur berwarna kehijauan di bawah permukaan tanah kering, atau di pangkal batang.

Larva tipis dan berbulu, dengan pita ungu lurik dan keputihan yang melingkari tubuhnya. Larva bergoyang-goyang dengan kuat saat terganggu. Mereka tinggal di pembuluh atau terowongan yang terbuat dari anyaman sutra tepat di bawah permukaan tanah dan keluar untuk menyantap akar dan jaringan tanaman. Musim kering atau tanah berpasir yang terdrainase dengan baik sangat menguntungkan bagi hama ini. Mengairi tanaman pada 80% kapasitas lahan sebenarnya bisa membantu mengendalikan populasinya.

  • 18 Penggerek Jagung Eropa

Larva melewati musim dingin di sisa-sisa tanaman di tanah dan keluar di musim semi. Penggerek jagung Eropa dewasa aktif pada malam hari. Ngengat jantan memiliki tubuh kurus dengan warna cokelat, dan sayap berwarna sawo matang hingga cokelat dengan pola gerigi kuning. Betina lebih kurus, berwarna cokelat kekuningan dengan beberapa pita zig-zag yang lebih gelap di sayap.

Mereka meletakkan kelompok telur berwarna putih di bagian bawah daun, biasanya ketika angin tenang dan suhu hangat. Larva berwarna putih kotor hingga kecokelatan, dengan kulit halus, tidak berambut, dan bercak-bercak gelap di seluruh tubuh mereka. Kepala mereka berwarna cokelat tua
hingga hitam. Mereka memakan bermacam gulma dan inang alternatif seperti kedelai, paprika, dan tomat. Kelembaban yang rendah, suhu malam hari yang rendah, dan hujan deras akan mengganggu proses bertelur dan kelangsungan hidup penggerek.

Hama Tanaman Jagung Lainnya

Hama utama tanaman jagung berada pada kategori ini. Serangan hama ini perlu diwaspadai oleh petani agar tidak menyeabkan kerusakan parah.

  • 19 Rayap

Rayap hidup dalam koloni besar yang terdiri dari banyak pekerja, tentara, dan rayap reproduksi. Sarang mereka terkadang sangat rumit. Beberapa membangun sarang di atas tunggul pohon mati yang lembab, sementara yang lain membangun sarang di bawah tanah. Mereka mencari makan
dari sarang yang terlindungi melalui terowongan bawah tanah, pada akar tanaman dan bahan lainnya di lahan.

Rayap dapat menyerang tanaman jika tidak ada makanan lain yang tersedia, oleh karena itu pastikan ada banyak bahan organik di tanah. Rayap reproduksi memiliki sayap. Sejumlah jantan dan betina bersayap, umumnya berwarna gelap dan dengan mata yang berkembang dengan baik, sering terlihat berkerumun.

Kegiatan berkerumun sering terjadi pada sore hari setelah awal hujan lebat. Setelah terbang, mereka merontokkan sayap, kawin, dan menggali lubang-lubang di tanah dan pecahan kayu untuk membuat koloni baru.

  • 20 Thrips

Thrips adalah serangga sepanjang 1-2 mm berwarna kuning, hitam atau berbelang. Beberapa varietas memiliki dua pasang sayap, yang lain tidak memiliki sayap sama sekali.

Hama tanaman jagung ini berhibernasi dalam residu tanaman atau di tanah atau di tanaman inang alternatif. Mereka juga vektor untuk berbagai penyakit virus. Kondisi cuaca kering dan hangat mendukung pertumbuhan populasi. Kelembapan menguranginya.

  • 21 Tungau Laba-laba

Kerusakan disebabkan oleh tungau laba-laba dari genus Tetranychus, terutama T. urticae dan T. cinnabarinus. Betina dewasa memiliki panjang 0,6 mm, berwarna hijau pucat dengan dua bercak lebih gelap di tubuhnya yang oval dan rambutnya panjang di belakang. Pada musim dingin, betinanya berwarna kemerahan. Pada musim semi, betina bertelur bulat-bulat dan transparan di bagian bawah daun. Nimfa berwarna hijau pucat dengan tanda lebih gelap di sisi punggungnya.

Tungau melindungi diri dalam kepompong di bagian bawah bilah daun. Tungau laba-laba tumbuh subur pada iklim kering dan panas dan akan berkembang biak hingga 7 generasi dalam satu tahun dalam kondisi ini. Ada berbagai macam inang alternatif, termasuk gulma.

  • 12 Wereng Penghisap Daun

Kerusakan tersebut disebabkan oleh beberapa spesies wereng daun Amrasca. Mereka sebagian besar merupakan hama rumah kaca dan bahkan dalam jumlah rendah dapat menyebabkan kerusakan. Wereng daun dewasa berwarna hijau, dengan besar sekitar 3-4 mm, dan bertahan selama musim dingin pada tanaman hijau.

Betinanya bertelur di dalam jaringan pembuluh daun, sebagian besar di sisi bawah daun. Larvanya menetas setelah satu hingga empat minggu. Nimfa dan wereng dewasa merusak inangnya dengan menghisap jaringan tanaman. Saat menghisap, serangga menyuntikkan senyawa beracun yang dapat menyebabkan pembuluh tanaman tersumbat, itulah sebabnya gejalanya menyerupai kekurangan air atau unsur hara.

  • 23 Uret Putih

Ngengat dewasa berwarna cokelat muda dan memiliki lebar sayap 20 hingga 25 mm. Sayap depan berwarna cokelat muda dengan beberapa pola yang lebih gelap sedangkan sayap belakang berwarna putih. Ngengat dewasa aktif di malam hari dan beristirahat di tanaman dan sisa-sisa tanaman di siang hari.

Betina meletakkan telur berwarna putih krem dalam kelompok 10-80 telur di permukaan daun. Ulat memiliki kepala berwarna cokelat kemerahan dan tubuh cokelat muda dengan garis-garis lebih gelap membentang dan bintik-bintik gelap di sepanjang punggungnya, seperti tutul sehingga dinamakan penggerek batang tutul.

Terdapat banyak tanaman inang termasuk sorgum, milet dan jagung. Kondisi iklim secara signikan mempengaruhi siklus hidup ngengat. Kondisi hangat dan relatif lembab sangat disukai. Serangan hama paling umum terjadi di daerah dataran rendah yang panas, dan jarang terjadi di atas ketinggian 1500 m.

  • 24 Lalat Tunas

Kerusakan ini disebabkan oleh larva sejumlah lalat dari genus Atherigona. Lalat kecil berwarna abuabu ini adalah pemakan segala dan menyerang tanaman utama seperti gandum, jagung, dan sorgum. Tanaman lain, seperti paprika, kacang, atau lentil, juga bisa terpengaruh. Lalat betina bertelur tunggal, atau berpasangan, di batang atau di tanah dekat pangkal bibit (tahap 3-4 daun lebih disukai). Penerapan pupuk kandang pada tanah tampaknya menarik lebih banyak lalat betina dan meningkatkan oviposisi. Larva yang baru muncul berbentuk silinder dan berwarna putih.

Mereka naik ke atas tanaman dan menggunakan kait mulut mereka untuk mengunyah bagian lembut dari tunas baru, biasanya tepat di atas selubung daun pertama. Pupasi biasanya terjadi di pangkal batang. Lalat ini dapat menjadi hama yang sangat merusak di bidang pertanian di Asia Tengah dan Tenggara.

  • 25 Belalang Sawah

Gejala khas (jaringan daun tergores, sebagian besar helai daun hilang, bulir putih dan malai terputus) disebabkan oleh nimfa dan belalang sawah dewasa, Oxya hyla intricata, juga dikenal sebagai belalang bertanduk pendek. Lingkungan akuatik cocok untuk perkembangan mereka dan
oleh karena itu, mereka umum di daerah lembab dan berawa.

Belalang dewasa berwarna hijau zamrud dengan pita hitam di dada membentang ke sayap. Betina meletakkan telur kuning berbentuk kapsul di dedaunan padi, dalam massa padat tertutup dengan sekresi putih untuk melindungi mereka dari kekeringan. Dalam kondisi yang tidak menguntungkan, belalang dewasa mengembangkan sayap, berkerumun, dan bermigrasi.

Baca Juga: Hama Pada Tanaman Padi.

Demikian pembahasan tentang jenis hama pada tanaman jagung, semoga bermanfaat.