19 Jenis Hama Yang Menyerang Tanaman Jeruk

Hama tanaman jeruk menyerang bagian batang, daun, dan buah jeruk yang menyebabkan melambatnya pertumbuhan, berkurangnya produk bahkan pada tingkatan serangan parah dapat menyebabkan kematian dan kegagalan panen. Jenis hama yang menyerang pun sangat beragam mulai dari jenis kutu, ulat, tungau dan lainnya. Serangan hama ini sangat meresahkan petani sehingga dibutuhkan teknik pengendalian yang tepat.

Jenis Hama Pada Tanaman Jeruk

Hama tanaman jeruk menjadi musuh petani jeruk karena menjadi penyebab kerugian dalam budidaya baik untuk tujuan agribisnis maupun konsumsi pribadi. Untuk melakukan pengendalian yang tepat maka perlu diketahui jenis hama yang menyerang dan bagian yang diserang. Berikut ini pembahasan tentang masing-masing hama yang menyerang bagian pada pohon jeruk.

Hama Kutu Pada Tanaman Jeruk

Hama kutu merupakan salah satu jenis hama yang memiliki banyak spesies atau varietas. Keberadaan hama ini menyebabkan pertumbuhan jeruk menjadi melambat, produksi buah menjadi berkurang dan bahkan bisa menjadi penyebab kematian dan kegagalan panen buah jeruk.

  • #01 Kutu Daun

Dalam jumlah sedikit atau sedang umumnya tidak berbahaya bagi tanaman. Kerumunan kutu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan daun dan pucuk mengerut, layu atau kuning dan pertumbuhan tanaman terhambat. Secara umum, penurunan daya tahan tanaman juga perlu diperhatikan.

Madu yang dihasilkan kutu daun saat mereka memakan jaringan tanaman menyebabkan infeksi tambahan dengan jamur oportunistik di beberapa kasus. Madu memikat semut-semut. Bahkan kutu daun dalam jumlah kecil dapat menularkan virus dari satu tanaman ke tanaman lain secara terus-menerus. Kondisi optimal bagi pertumbuhannya adalah pada iklim
yang kering dan hangat.

Silahkan Baca: Cara Pengendalian Hama Kutu Daun.

  • #02 Kutu Jeruk Hitam

Semua tahap pertumbuhan pohon jeruk bisa terpengaruh. Kutu daun memiliki bagian mulut yang panjang untuk menghisap getah pada ujung pucuk dan daun muda, sehingga menimbulkan pelengkungan ranting dan tangkai bunga, lalu pengeritingan, penggulungan atau pelipatan daun. Saat memakan oem (jaringan tapis) tanaman yang manis, mereka mengeluarkan kelebihan gula sebagai madu.

Ketika jatuh ke daun, madu siap diduduki oleh jamur jelaga sehingga membuat daun menjadi hitam. Hal ini menghambat fotosintesis dan berdampak pada kekuatan pohon dan kualitas buahnya. Kerusakan pohon jeruk juga bisa disebabkan oleh infeksi virus tristeza, yang dibawa oleh kutu daun.

  • #03 Kutu Kebul

Kutu kebul adalah hama yang umum pada berbagai varietas tanaman yang tumbuh di lahan terbuka atau rumah kaca. Baik kutu dewasa maupun nimfa menghisap getah tanaman dan mengeluarkan embun madu di daun, batang dan buah. Bercak klorotik dan jamur hitam terbentuk pada jaringan yang terserang.

Selama serangan parah, bercak-bercak ini dapat menyatu dan menyebar ke seluruh daun, kecuali area di sekeliling pembuluh daun. Daun kemudian dapat berubah bentuk, mengeriting atau berbentuk mangkok. Beberapa kutu kebul menularkan virus seperti virus keriting daun kuning pada tomat atau virus garis cokelat pada singkong.

Silahkan Baca: Cara Pengendalian Hama Kutu Kebul.

  • #04 Kutu Putih

Massa mirip kapas yang terdiri dari kawanan serangga muncul di bagian bawah daun, batang, bunga, dan buah-buahan. Mereka sangat aktif dan meskipun jumlahnya rendah memiliki dampak yang sangat kecil, infestasi dapat menyebabkan daun muda menguning dan mengeriting, pertumbuhan tanaman terhambat dan buah-buahan jatuh sebelum waktunya.

Lebih kecil kemungkinan daun yang lebih tua menjadi cacat atau terdistorsi. Serangga mengeluarkan madu pada saat mengisap getah dan hal ini membuat jaringan lengket dan rentan dijajah oleh bakteri dan jamur. Buah-buahan sangat rentan untuk diserang dan dapat berubah bentuk atau sepenuhnya dilapisi oleh sekresi lilin. Semut mungkin tertarik oleh getah madu dan dapat menyebarkan hama ke tanaman lain.

Silahkan Baca: Cara Pengendalian Hama Kutu Putih.

  • #05 Kutu Sisik Hitam

Serangan P. ziziphi ditandai dengan adanya serangga kecil hitam yang memakan tunas, dedaunan dan buah-buahan. Dalam serangan hebat, kutu sisik hitam hampir tidak bisa dibuang, dan perayap putih benar-benar menduduki buah, daun, dan pucuk. Menipisnya getah tumbuhan menyebabkan berkurangnya kekuatan inang hingga berkembangnya bintik-bintik kuning atau goresan-goresan di lokasi serangan.

Aktivitas memamah biaknya membunuh cabang dan dapat secara serius mempengaruhi perkembangan buah, yang seringkali mengarah pada perubahan bentuk buah. Hal ini dapat mengakibatkan penuaan dini, perontokan daun dan buah, dan penurunan jumlah dan kualitas buah. Spesies ini telah menjadi hama jeruk yang paling penting.

Silahkan Baca: Cara Pengendalian Hama Kutu Sisik.

  • #06 Kutu Jeruk Hijau

Gejala-gejalanya ditandai dengan keriting yang parah pada daun-daun muda dan perubahan bentuk ranting. Bunga dan buah muda yang terkena dampak akan gugur sebelum waktunya, terutama yang memiliki kulit lunak lebih rentan terhadap kerusakan. Selain itu, hama ini menghasilkan madu yang berlimpah, yang menetes ke daun di bawahnya. Lantaran kandungannya yang manis, madu mudah diduduki oleh jamur hitam. Semut juga memakan madu tersebut dan ikut menjaga kutu daun sebagai imbalannya.

Kutu daun yang terusmenerus memamah biak dan adanya pengurangan kemampuan fotosintesis karena pembentukan lapisan jamur bisa melemahkan pohon. Pohon muda sangat rentan terhadap hama ini dan mungkin menunjukkan pertumbuhan yang terhambat. Semakin awal
serangan pada inang tanaman, semakin parah pula gejalanya. Kualitas buah juga ikut terpengaruh.

Hama Ulat Pada Tanaman Jeruk

Jenis hama yang kedua adalah hama ulat. Hama ulat ini juga lumayan banyak jenisnya dan menyerang bagian penting pada tanaman jeruk yaitu daun dan buah. Serangan ini sangat mengancam produksi buah sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat.

  • #07 Ulat Penggerek Daun

Serangan dapat terjadi pada setiap tahap pertumbuhan dan terutama terlihat pada daun muda. Gejala awal mungkin berupa munculnya daun yang cacat, tergulung atau melengkung, meskipun tetap hijau. Jika diamati dari dekat, terlihat jejak galian putih atau abu-abu di antara dua epidermis daun. Garis gelap tipis atau garis gelap putus-putus, yang menyerupai kotoran larva, terlihat di dalam terowongan, lebih kentara dari sisi bawah daun. Larva sering ditemukan di ujung terowongan ini dan beberapa di antaranya dapat ditemukan di setiap daun.

Kerusakan daun dapat menjadi sumber infeksi oleh jamur atau bakteri oportunistik. Serangan hebat juga dapat menghambat tingkat fotosintesis, menghambat pertumbuhan, dan mengurangi ukuran dan kualitas buah. Dalam kasus yang parah, infeksi ulat penggerek daun bahkan dapat menyebabkan perontokan daun secara keseluruhan pada pohon dan kematian pada pohonpohon muda.

  • #08 Ulat Tanduk Tembakau

Larva yang baru menetas memakan daun, mengikis jaringan daun dan benar-benar melucuti tanaman. Larva yang lebih tua tersebar dan memakan dedaunan dengan rakus di malam hari. Pada siang hari, mereka biasanya bersembunyi di tanah di sekitar pangkal tanaman.

Pada tanah yang lebih ringan, larva dapat mencapai polong atau akar kacang tanah dan merusaknya. Karena bekas gigitan yang luas, hanya tangkai dan cabang yang tertinggal. Larva dan ngengat dewasa tumbuh subur pada suhu antara 15 dan 35 ° C. Namun, mereka menyukai suhu yang lebih tinggi dalam kisaran ini.

  • #09 Ulat Kastor

Ulat coklat keabu-abuan polos ini menimbulkan kerusakan pada tanaman di sekitar kerangka daun (hanya menyisakan pembuluh vena utama) dan melakukan penggundulan tanaman atau perusakan lahan. Larva muda menggerogoti epidermis daun, sementara larva dewasa yang lebih rakus dapat menyantap seluruh tanaman dan menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

Hama Tungau Pada Tanaman Jeruk

Hama tungau merupakan salah satu jenis hama yang juga sangat perlu diwaspadai oleh petani. Mengenali gejala atau tanda serangan hama tungau sangat penting agar dapat melakukan pengendalian secara dini. Selain itu langkah pencegahan serangan hama juga sangat baik.

  • #10 Tungau Karat Jeruk

Gejalanya bervariasi berdasarkan varietas tanaman dan kematangan buah. Biasanya, Tungau Karat Jeruk pertama kali terlihat sebagai perubahan warna kulit buah jeruk matang, daun, dan cabang, menjadi merah tua seperti perunggu. Kerusakan akibat aktivitas makan dapat terlihat pada batang hijau, daun, dan buah. Tungau tinggal dan menyuntikkan air liur pada kedua permukaan daun dan pada kulit buah, menyebabkan sel epidermis kulit hancur.

Kutikula atas kehilangan warna aslinya yang mengkilap, dan menjadi kusam dan berwarna merah tua seperti perunggu atau menunjukkan bercak kuning di area yang berwarna cokelat kasar. Awalnya, pada permukaan daun di bagian yang lebih rendah, muncul bercak pucat, dan kemudian menjadi bintik nekrotik. Aktivitas makan menghancurkan sel kulit buah dan permukaannya menjadi keperakan pada jeruk limun, cokelat karat pada jeruk manis matang, dan hitam pada jeruk manis hijau. Ini disebut “russeting” (timbulnya area kasar berwarna cokelat) ketika cedera karena tungau karat terjadi di awal musim dan “bronzing” (timbulnya karat) ketika buah-buahan dewasa cedera.

Permukaan yang terluka halus dan berwarna coklat tua, dan noda menjadi lebih parah jika buah menggantung di pohon lebih lama. Buah yang terserang nampak lebih kecil jika cedera sebelum buah matang. Serangan berat dapat menyebabkan kerusakan parah pada pohon muda. Ketika Tungau Karat Jeruk memakan buah selama awal musim semi, kulit buah berubah menjadi kasar dengan warna yang lebih terang daripada selama musim panas. Ini disebut kulit ikan hiu.

  • #11 Tungau Merah

Kerusakan ditandai dengan kemunculan bintik-bintik abu-abu atau keperakan di permukaan atas daun, suatu proses yang disebut arsiran titik. Kemunculannya biasanya lebih banyak di sepanjang pelepah dan selanjutnya meluas ke seluruh helai daun. Biasanya, daun buah dan ranting di pinggiran pohon lebih mungkin diserang.

Pada serangan hebat, bintik-bintik ini bergabung menjadi bintik-bintik yang lebih besar yang membuat daun atau buah hijau terlihat seperti perak atau perunggu. Jaringan yang terserang secara bertahap mengeras dan membusuk, menyebabkan daun gugur prematur, ranting muda mengering, kualitas buah dan kekuatan pohon menurun. Ini khususnya terjadi selama kondisi lingkungan yang buruk, misalnya cuaca kering dan berangin. Sebaliknya, persediaan air yang baik bisa mengurangi insiden dan kerusakan yang disebabkan oleh hama ini.

  • #12 Tungau Laba-laba

Tungau laba-laba yang memamah biak menyebabkan terbentuknya bintik-bintik putih hingga kuning di permukaan atas daun. Telurnya menempel di bagian bawah daun. Tungau laba-laba sendiri berada di situ, bersarang di dalam kepompong yang berupa anyaman.

Ketika serangan bertambah hebat, daun nampak berwarna perunggu atau keperakan pada awalnya dan selanjutnya menjadi rapuh, sobek di antara pembuluh daun, dan akhirnya gugur. Tungau memutar jaring-jaringnya sehingga dapat menutupi permukaan tanaman. Pucuk tunas bisa menjadi gundul dan tunas tumbuh menyamping. Dalam kasus kerusakan yang berat, kuantitas dan kualitas buah menurun.

  • #13 Tungau Laba-laba Oriental

Gejalanya disebabkan oleh aktivitas memamah biak serangga dewasa dan nimfa dari tungau oriental jeruk, Eutetranychus orientalis. Mereka dicirikan oleh tubuh yang berbentuk oval, pipih, bervariasi dalam warna dari cokelat pucat, cokelat kemerahan hingga hijau tua. Mereka juga memiliki bintik-bintik lebih gelap dan kaki berwarna lebih terang di sepanjang tubuhnya. Mereka menyerang sebagian besar pohon jeruk dan terkadang tanaman lain seperti almon, pisang, singkong dan kapas.

Mereka biasanya ditemukan pada permukaan daun bagian atas dan mereka menyebar terutama dengan bantuan angin. Tergantung pada cakupan kemunculan geograsnya, hama ini bisa menghasilkan 8-27 generasi per tahun, setiap betina menghasilkan 30-40 telur selama masa hidupnya (2-3 minggu). Kelembaban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, angin kencang, kekeringan atau sistem akar yang kurang berkembang dapat memperburuk situasi. Kondisi optimal untuk tungau laba-laba oriental adalah suhu 21-27 °C dan kelembaban 59-70%.

Hama Lalat Pada Tanaman Jeruk

Spesies lalat juga perlu diwaspadai keberadaannya pada tanaman jeruk. Hama lalat ini biasanya menyerang bagian daun dan sangat mengganggu proses fotosintesis. Dampaknya tentu saja pada laju pertumbuhan pohon jeruk. Akibatnya juga akan berdampak pada produksi buah karena kurangnya asupan nutrisi yang dialirkan keseluruh bagian tanaman.

  • #14 Lalat Hitam Jeruk

Daun yang terserang mungkin terlihat cacat dan melengkung, akhirnya rontok selama tahap yang masih prematur. Endapan embun madu lengket menumpuk di daun dan batang dan biasanya memperlihatkan jamur cendawan hitam, membuat daun terlihat berjelaga. Semut mungkin tertarik oleh embun madu tersebut. Serangga paling dapat terlihat seperti sekelompok benjolan berduri berwarna hitam yang sangat kecil di sisi bawah daun. Kombinasi kerusakan karena aktivitas makan dan pertumbuhan jamur jelaga melemahkan pohon dan mengurangi buah.

Hama Tanaman Jeruk Lainnya

Hama tanaman jeruk lainnya juga wajib mendapatkan perhatian khusus. Hama lain ini memiliki spesies yang sangat banyak seperti lebah, siput, uret dan lainnya. Keberadaan hama ini harus segera dikendalikan dengan cara yang tepat sebelum merusak pertumbuhan tanaman jeruk.

  • #15 Lebah Pemotong Daun

Gejala-gejalanya disebabkan oleh lebah soliter yang termasuk dalam famili Megachile. Lebah ini memotong daun menjadi beberapa potongan dan membawanya ke sarang mereka. Betina dewasa membangun sarang menggunakan potongan daun tersebut yang dibagi menjadi sel-sel dan mengeluarkan telur tunggal ke dalam setiap sel.

Setelah berganti bulu beberapa kali, larva memintal kepompong dan berkepompong. Larva muncul dari sarang saat dewasa. Pejantannya mati tak lama setelah kawin, tetapi betinanya bertahan selama beberapa minggu, di mana mereka membangun sarang baru. Mereka tidak menyebabkan kerusakan secara ekonomi.

  • #16 Siput

Keong dan siput adalah hama berpenyebaran luas yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman jika berkembang dalam jumlah besar. Selain meninggalkan lubang yang tidak teratur dan seringkali berukuran besar di daun, mereka juga dapat mempengaruhi batang, bunga, bonggol dan umbi.

Bekas-bekas kerusakan karena ulah hama ini dapat ditelusuri berkat jejak lendir perak yang ditemukan pada dedaunan tanaman dan permukaan tanah. Kerusakan ini terutama terjadi dalam kondisi cuaca lembab dan mereka sangat menyukai tanaman muda yang lunak. Mereka benar-benar membunuh bibit muda dengan melahapnya hingga habis.

  • #17 Serangga Sisik Transparan

Serangga ini memakan getah tanaman dari daun, menyebabkan tanaman menguning dan perubahan bentuk jaringan. Permukaan bawah daun sebagian besar diserang, tetapi batang, kelompok bunga dan buah muda juga dapat terpengaruh. Selama serangan berat, seluruh daun dapat berubah menjadi kuning hingga coklat dan gugur.

Serangan ditandai oleh pembentukan koloni yang penuh sesak yang terlihat seperti telur goreng mini. Warna kuning terang dari pohon yang terkena dampak terlihat jelas dari jarak yang sangat jauh. Buah-buahan juga bisa berubah warna dan rontok sebelum waktunya. Seluruh pertumbuhan tanaman mungkin terhambat atau dalam kasus-kasus ekstrim, tanaman dapat mati begitu saja.

  • #18 Uret Putih

Baik kumbang dewasa maupun larva dapat merusak tanaman atau pohon dengan memakan akarnya. Lundi merusak akar kecil, menyebabkan layu tanaman dan menguningnya kanopi. Dalam kasus pada kacang, polong juga bisa diserang dan dirusak. Dalam kasus yang parah, tanaman pada akhirnya mati dan dapat dengan mudah dicabut dari tanah.

Terlepas dari serangan itu, tanaman sering tidak menunjukkan gejala kerusakan langsung. Namun, dalam jangka panjang, umur tanaman berkurang dan hasil panen berkurang secara konsisten. Pada tanaman tahunan, layu tiba-tiba pada tanaman adalah gejala paling awal, kemudian diikuti oleh kerontokan daun sebelum waktunya. Tanaman yang terkena dampak berwarna kekuningan, layu dan mati secara berkelompok.

  • #19 Kupu-kupu

Daun muda dimakan ke arah dalam dari tepian. Daun dapat sepenuhnya dikonsumsi yang berakibat kerontokan dari ranting. Kupu-kupu jeruk yang kecil dan besar dapat menggunduli daun pohon jeruk dan mengeluarkan bau busuk yang kuat ketika diganggu.

Baca Juga: 25 Jenis Hama Pada Tanaman Jagung.

Demikianlah pembahasan tentang jenis hama pada tanaman jeruk. Semoga bisa menjadi informasi pertanian yang bermanfaat untuk menjadi dasar langkah antisipasi terhadap serangan hama.