1000 Kampung Holtikultura Berbasis OVOV

Kementerian pertanian terus melakukan inovasi untuk memfasilitasi kesejahteraan petani. Salah satunya adalah dengan menjalankan program 1000 kampung holtikultura. Program yang berfokus pada ekonomi skala luas ini dijalankan dengan berbasis OVOV (One Village One Variety). Melalui program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan juga bisa meningkatkan ekspor.

Apa Itu 1000 Kampung Holtikultura?

Dikutip dari pertanian.go.id Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah 1000 Kampung Hortikultura. Program ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mengonsolidasi lahan-lahan dalam satu kawasan kesatuan administratif, yaitu kampung atau desa.

Mentan SYL berharap program 1000 Kampung Hortikultura ini dapat terkelola dengan baik sehingga memiliki skala ekonomi yang besar.

Kampung-kampung Hortikultura akan dibangun dalam 1 (satu) wilayah administratif desa dengan luasan 5 -10 Ha bergantung pada komoditas yang dikembangkan pada kampung tersebut. Untuk 1 kampung buah dan sayur, luasan lahan yang diperlukan minimal adalah 10 Ha. Sementara itu, untuk 1 kampung tanaman obat diperlukan lahan minimal seluas 5 Ha.

Kampung Hortikultura mengusung konsep One Village One Variety (OVOV). Komoditas unggulan yang akan dikembangkan, dipilih berdasarkan kesesuaian agroekosistemnya dan permintaan pasar untuk menjamin pemasaran hasilnya.

Pengembangan 1000 Kampung Hortikultura direncanakan terdiri dari 56 kampung pisang, 47 kampung mangga, 61 kampung manggis, 167 kampung durian, 75 kampung kelengkeng, 72 kampung alpukat, 45 kampung jeruk, 2 kampung buah naga, 200 kampung bawang merah, 200 kampung cabai besar, 15 kampung sayuran daun, 50 kampung tanaman obat, 68 kampung bawang putih, 30 kampung cabai rawit, 25 kampung kentang, dan 4 kampung bawang bombay.

Baca Juga: Harga Porang Umbi, Keripik dan Tepung

Strategi Pengembangan

Untuk mencapai tujuan dari program tersebut ada tiga strategi penting yang dilakukan oleh pemerintah.

  • Pengembangan kampung holtikultura
  1. Buah-buahan
  2. Sayuran, dan
  3. Tanaman obat
  • Penumbuhan UMKM Holtikultura

Bantuan sarana dan prasarana pascapanen dan pengolahan bawang, cabai, buah-buahan, dan sayuran lainnya.

  • Digitalisasi Pertanian
  1. Registrasi kampung holtikultura
  2. Simethris
  3. Pembenihan horti
  4. Gerdal horti
  5. Standar mutu

Melalui ketiga strategi tersebut diharapkan pemerintah dan masyarakat (petani) mampu bersinergi untuk mewujudkan keberhasilan program 1000 kampung holtikultura.

Lokasi desa/ kampung yang masuk dalam program tersebut akan mendapatkan perhatian dari kementan secara menyeluruh. Jadi, bukan sekedar peningkatan produksi semata tetapi mulai dari hulu ke hilir.

Berikut ini tulisan dari pertanian.go.id

“Kawasan pada kampung-kampung ini akan difasilitasi bantuan secara terintegrasi mulai dari aspek hulu hingga hilir, antara lain berupa benih bermutu, saprodi (Pupuk Organik, Anorganik, Kapur Pertanian/Dolomit, Mulsa Plastik, dan lain-lain), pengendali OPT ramah lingkungan, sarana dan prasarana pascapanen, serta pengolahan.”

“Selanjutnya, produk yang dihasilkan akan diregistrasi dan disertifikasi untuk memudahkan dalam monitoring serta pengontrolan kualitas. Pengawalan dan pendampingan secara intensif juga akan dilakukan dari hulu hingga hilir. Diharapkan pengembangan hortikultura melalui pendekatan kampung ini dapat lebih memudahkan masuknya dukungan fasilitasi lainnya seperti akses permodalan melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mekanisasi, pengairan, kelembagaan, pemasaran sehingga ke depan dapat mendukung pembentukan Korporasi Petani.”

Semoga saja program dari kementerian pertanian ini berjalan mulus dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.