Kutu Daun Hama Pada Tanaman Dan Cara Pengendalian

Kutu daun merupakan hama jenis serangga yang menyerang daun tanaman sehingga menyebabkan melambatnya pertumbuhan dan berkurangnya jumlah produksi. Dalam jumlah sedikit hingga sedang umumnya tidak berbahaya bagi tanaman. Kerumunan kutu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kerusakan pada daun dan pucuk serta menghambat pertumbuhan tanaman. Madu yang dihasilkan oleh kutu daun saat mereka memamah biak adalah sumber infeksi tambahan. Kutu daun juga dapat menularkan virus secara terus-menerus dari satu tanaman ke tanaman lain.

Apa Itu Hama Kutu Daun?

Kutu daun adalah serangga kecil yang lunak dengan kaki-kaki dan antena panjang. Ukurannya berkisar 0,5 hingga 2 mm dan tubuhnya bisa berwarna kuning, cokelat, merah atau hitam, bergantung spesies. Wujudnya bervariasi dari varietas tanpa sayap, yang dominan secara umum, hingga jenis bersayap, berkilauan atau berbulu. Mereka biasanya hidup dan makan secara berkelompok di bagian bawah.

  • Klasifikasi

Klasifikasi hama kutu daun adalah sebagai berikut

Nama IlmiahAphidoidea
KingdomAnimalia
FilumArthropoda
OrdoHemiptera
KelasInsecta
  • Siklus Hidup

siklus hidup kutu daun dimulai dari telur yang menetas pada umur 3 – 4 hari setelah diletakan. Telur menetas menjadi Nimpha dan hidup selama 14 sd 18 hari dan berubah menjadi imago ( serangga dewasa ).

Gejala Serangan

Dalam jumlah sedikit atau sedang umumnya tidak berbahaya bagi tanaman. Kerumunan kutu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan daun dan pucuk mengerut, layu atau kuning dan pertumbuhan tanaman terhambat. Secara umum, penurunan daya tahan tanaman juga perlu diperhatikan. Madu yang dihasilkan oleh hama ini saat mereka memakan jaringan tanaman menyebabkan infeksi tambahan dengan jamur oportunistik di beberapa kasus.

Madu memikat semut-semut. Bahkan kutu dalam jumlah kecil dapat menularkan virus dari satu tanaman ke tanaman lain secara terus-menerus. Kondisi optimal bagi pertumbuhannya adalah pada iklim yang kering dan hangat.

Tanaman Inang

Hama daun ini menyerang berbagai jenis tanaman seperti berikut ini:

  1. Apel
  2. Pisang
  3. Jelai
  4. Buncis
  5. Pare
  6. Kubis
  7. Kanola
  8. Kembang Kol
  9. Ceri
  10. Kacang Arab
  11. Jeruk
  12. Kapas
  13. Mentimun
  14. Terong
  15. Bawang Putih
  16. Jahe
  17. Kacang Hijau dan Lentil Hitam
  18. Anggur
  19. Jagung
  20. Lentil
  21. Mangga
  22. Singkong
  23. Melon
  24. Milet
  25. Okra
  26. Zaitun
  27. Bawang
  28. Tanaman Hias
  29. Kacang Ercis
  30. Persik
  31. Kacang Tanah
  32. Pir
  33. Capsium dan Cabe
  34. Kacang Gude dan Lentil Merah
  35. Kentang
  36. Labu
  37. Padi
  38. Sorgum
  39. Kedelai
  40. Strobery
  41. Tebu
  42. Ubi Jalar
  43. Tomat
  44. Gandum
  45. Timun Jepang
  46. Pepaya

Cara Pengendalian Hama Kutu Daun

Hama tanaman ini dapat dikendalikan dengan cara pengendalian hayati dan pengendalian kimiawi. Selain itu juga dapat dilakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi serangan pada tanaman.

  • Pengendalian Hayati

Serangga-serangga menguntungkan seperti kepik (kumbang kecil), sayap jala, kumbang tentara dan tawon parasitoid adalah mitra penting untuk mengendalikan populasi hama serangga ini. Musuh-musuh alami ini akan mengendalikan serangga penghisap tersebut dalam beberapa kondisi lahan. Dalam kasus jumlah kerumunan kutu yang sedikit, gunakan sedikit saja larutan sabun insektisida ringan atau larutan yang mengandung minyak nabati. Kutu daun juga sangat rentan terhadap penyakit jamur pada saat lembab. Sedikit semprotan air pada tanaman yang terserang juga dapat menghilangkannya.

  • Pengendalian Kimiawi

Jika memungkinkan, selalu pertimbangkan pendekatan terintegrasi dengan tindakan-tindakan pencegahan bersamaan dengan perawatan biologis. Pemberian onicamid dan air pada batang dengan perbandingan @ 1:20 pada 30, 45, 60 hari setelah tanam (HST) boleh direncanakan. Fipronil 2 ml atau thiamethoxam @ 0,2 g atau onicamid @ 0,3 g atau acetamiprid @ 0,2 g (per liter air) juga dapat digunakan.

  • Langkah Pencegahan
  1. Peliharalah berbagai jenis varietas tanaman berbeda di sekitar lahan.
  2. Gunakan mulsa reektif untuk menghalau populasi kutu daun yang menyerang.
  3. Pantau lahan secara rutin untuk melihat kemunculan wabah penyakit atau hama dan menentukan tingkat keparahannya.
  4. Gunakan tangan untuk mengambil kutu daun dari tanaman atau buang bagian tanaman yang terinfeksi.
  5. Periksalah gulma-gulma di dalam lahan maupun di sekitarnya.
  6. Jangan menyiram atau memupuk secara berlebihan.
  7. Kendalikan populasi semut yang melindungi kutu-kutu daun dengan pita berperekat.
  8. Pangkas cabang-cabang pohon atau buang daun-daun bawah atau tanaman-tanaman Anda untuk membuka ventilasi kanopi.
  9. Jika memungkinkan, pasang jaring-jaring untuk melindungi tanaman.
  10. Kendalikan penggunaan insektisida agar tidak mempengaruhi serangga-serangga yang menguntungkan.
  11. Singkirkan sisa-sisa tanaman dari kultur sebelumnya.

Baca Juga: Cara Pengendalian Hama Thrips.

Demikian pembahasan tentang hama kutu daun pada tanaman, semoga bermanfaat!