Kutu Kebul Hama Pada Tanaman Dan Cara Pengendalian

Kutu kebul merupakan salah satu jenis hama yang sangat meresahkan petani. Hama dari jenis serangga ini menyerang daun tanaman yang bisa menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis yang berdampak pada pertumbuhan tanaman.

Apa Itu Hama Kutu Kebul?

Kutu kebul adalah hama yang umum pada berbagai varietas tanaman yang tumbuh di lahan terbuka atau rumah kaca. Baik kutu dewasa maupun nimfa menghisap getah tanaman dan mengeluarkan embun madu di daun, batang dan buah.

Ukuran kutu kebul sekitar 0,8 – 1 mm dan tubuh serta kedua pasang sayapnya ditutupi lilin berwarna putih hingga kekuningan seperti tepung. Hama tanaman ini sering ditemukan di bagian bawah daun, dan, jika terganggu, akan muncul membentuk awan. Kutu berkembang dalam kondisi hangat dan kering, dan itulah mengapa mereka biasanya bukan merupakan masalah pada tanaman lahan terbuka.

Telur diletakkan di sisi bawah daun. Nimfanya kuning hingga putih, berbentuk oval dan berwarna hijau pucat. Kutu dewasa tidak dapat hidup tanpa memakan tanaman inang selama lebih dari beberapa hari. Hal ini menjadikan pengendalian gulma sebagai tindakan pengendalian populasi yang penting.

Klasifikasi Hama Kutu Kebul

Berikut ini klasifikasi ilmiah dari hama kutu kebul:

Nama IlmiahAleyrodidae
KingdomAnimalia
FilumArthropoda
OrdoHemiptera
KelasInsecta

Gejala Serangan

Bercak klorotik dan jamur hitam terbentuk pada jaringan yang terserang. Selama serangan parah, bercak-bercak ini dapat menyatu dan menyebar ke seluruh daun, kecuali area di sekeliling pembuluh daun. Daun kemudian dapat berubah bentuk, mengeriting atau berbentuk mangkok.

Beberapa kutu kebul menularkan virus seperti virus keriting daun kuning pada tomat atau virus garis cokelat pada singkong.

Secara singkat berikut ini adalah gejala serangan hama kutu ini yang dapat dikenali dengan mudah.

  1. Bercak-bercak kuning pada daun.
  2. Jamur hitam bertepung muncul.
  3. Perubahan bentuk daun – mengeriting atau berbentuk mangkok.
  4. Pertumbuhan terhambat.
  5. Serangga kecil berwarna putih hingga kekuningan.

Tanaman Yang Diserang

Hama daun jenis serangga ini menyerang berbagai macam tanaman mulai dari tanaman musiman sampai tanaman jangka panjang. Berikut ini beberapa jenis tanaman inang dari kutu kebul.

  1. Pisang
  2. Buncis
  3. Kubis
  4. Kembang Kol
  5. Ceri
  6. Kacang Arab
  7. Jeruk
  8. Kopi
  9. Kapas
  10. Mentimun
  11. Terong
  12. Kacang Hijau
  13. Anggur
  14. Jagung
  15. Mangga
  16. Singkong
  17. Melon
  18. Bawang
  19. Tanaman Hias
  20. Pepaya
  21. Kacang Tanah
  22. Cabe
  23. Kacang Gude
  24. Delima
  25. Kentang
  26. Labu
  27. Sorgum
  28. Kedelai
  29. Stroberi
  30. Tebu
  31. Ubi Jalar
  32. Tomat

Cara Pengendalian Hama Kutu Kebul

Hama serangga ini dapat diatasi dengan melakukan pengendalian hayati dan pengendalian kimiawi. Selain itu dapat pula melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi serangan.

  • Pengendalian Hayati

Solusi hayati akan beragam tergantung pada spesies kutu kebul yang terlibat dan jenis tanaman. Disarankan menggunakan insektisida
alami berbasis minyak gula apel (Annona squamosa), piretrin, sabun insektisida, ekstrak kernel biji Mimba (NSKE 5%), atau minyak
Mimba (5 ml/ l air).

Tawon parasitoid Encarsia formosa, Eretmocerus eremicus, serangga sayap jala hijau umum Chrysoperla carnea, atau kumbang seperti Delphastus spp. juga umum digunakan. Musuh alami lain adalah tungau pemangsa, nematoda, serangga sayap jala hijau, kepik, orius, serangga bermata besar dan serangga damsel. Jamur patogenik termasuk Beauveria bassiana, Isaria fumosorosea, Verticillium lecanii dan Paecilomyces fumosoroseus.

  • Pengendalian Kimiawi

Selalu pertimbangkan pendekatan terpadu berupa tindakan pencegahan bersama dengan perlakuan hayati jika tersedia. Kutu kebul cepat mengembangkan kekebalan terhadap semua pestisida, sehingga disarankan untuk merotasi produk yang berbeda.

Terapkan produk yang berbasis kombinasi dari: bifentrin, buprofezin, fenoksikarb, deltametrin, azadiraktin, lamda sialotrin, sipermetrin, piretroid, pimetrozin atau spiromesifen untuk mengendalikan serangga tersebut. Perlu diketahui bahwa tindakan pencegahan biasanya cukup untuk mengurangi populasi ke tingkat yang tidak berbahaya.

  • Langkah Pencegahan
  1. Pada tahap awal serangan, tempatkan perangkap berperekat di lahan untuk menangkap kutu kebul secara massal.
  2. Amati tanda-tanda adanya kutu kebul pada saat membeli atau transplantasi tanaman baru.
  3. Pantau lahan Anda dengan perangkap lengket kuning (50 per hektar).
  4. Lakukan praktik tumpangsari dengan tanaman yang tidak rentan.
  5. Gunakan tanaman pendamping yang menarik atau yang dapat mencegah kutu kebul (nasturtium, zinnia, semak burung kolibri, sage nanas, monarda).
  6. Berkonsultasilah dengan tetangga Anda dan pastikan menabur pada waktu yang tepat, tidak terlalu awal atau terlambat.
  7. Beri jarak yang lebih rapat pada saat menanam.
  8. Pastikan pemupukan yang seimbang.
  9. Jangan gunakan insektisida berskala luas yang dapat mempengaruhi serangga yang bermanfaat.
  10. Buang daun dengan telur atau larva di atasnya.
  11. Kendalikan gulma dan inang alternatif di dalam dan sekitar lahan.
  12. Buang sisa-sisa tanaman dari lahan atau rumah kaca setelah panen.
  13. Rencanakan untuk membiarkan lahan tidak ditanami dalam waktu singkat pada suhu yang hangat.
  14. Lapisan plastik rumah kaca penyerap sinar UV dapat mengurangi serangan.

Baca Juga: Cara Pengendalian Hama Kutu Putih.

Demikian pembahasan tentang hama kutu kebul pada tanaman, semoga bermanfaat!