Kutu Putih Hama Pada Tanaman Dan Cara Pengendalian

Kutu putih merupakan salah satu jenis hama yang sangat meresahkan petani. Hama jenis serangga ini menyerang berbagai jenis tanaman budidaya mulai dari tanaman pangan sayur, tanaman buah, tanaman perkebunan dan lainnya. Jenis hama ini menyerang bagian daun tanaman tetapi tidak jarang pula menyerang bagian batang dan buah.

Apa Itu Hama Kutu Putih?

Kutu putih adalah hama jenis serangga oval, tanpa sayap yang ditemukan di daerah beriklim hangat atau sedang. Tubuh dari hama ini dilindungi oleh lapisan lilin tepung tipis yang memberinya penampilan seperti kapas.

Hama tanaman ini memasukkan bagian mulut penindik dan pengisap panjang (stylet) mereka ke dalam jaringan tanaman dan menyedot getahnya. Gejala-gejalanya adalah reaksi terhadap zat-zat beracun yang disuntikkan ke dalam tanaman ketika makan. Serangga ini juga bertelur di tanah. Setelah menetas, nimfa dan serangga dewasa dapat merayap ke tanaman tetangga.

Hama Daun ini juga dapat tersebar pada jarak yang lebih atau kurang lebih jauh oleh angin, semut, binatang, burung atau hanya selama kegiatan kerja ladang seperti pemangkasan atau panen. Hama ini memiliki berbagai inang alternatif seperti terong dan ubi jalar, serta berbagai gulma. Suhu hangat dan cuaca kering mendukung siklus hidup mereka dan keparahan gejala.

Klasifikasi Hama Kutu Putih

Berikut ini klasifikasi ilmiah hama kutu putih:

Nama IlmiahPseudococcidae
KingdomAnimalia
FilumArthropoda
OrdoHemiptera
KelasInsecta

Gejala Serangan

Massa mirip kapas yang terdiri dari kawanan serangga muncul di bagian bawah daun, batang, bunga, dan buah-buahan. Mereka sangat aktif dan meskipun jumlahnya rendah memiliki dampak yang sangat kecil, infestasi dapat menyebabkan daun muda menguning dan mengeriting, pertumbuhan tanaman terhambat dan buah-buahan jatuh sebelum waktunya. Lebih kecil kemungkinan daun yang lebih tua menjadi cacat atau terdistorsi.

Serangga mengeluarkan madu pada saat mengisap getah dan hal ini membuat jaringan lengket dan rentan dijajah oleh bakteri dan jamur. Buah-buahan sangat rentan untuk diserang dan dapat berubah bentuk atau sepenuhnya dilapisi oleh sekresi lilin. Semut mungkin tertarik oleh getah madu dan dapat menyebarkan hama ke tanaman lain.

Tanaman Yang Diserang

Hama kutu putih menyerang sangat banyak tanaman budidaya yang menjadi komoditas andalan para petani. Berikut beberapa diantaranya:

  1. Pisang
  2. Buncis
  3. Pare
  4. Jeruk
  5. Kopi
  6. Kapas
  7. Mentimun
  8. Terong
  9. Kacang Hijau
  10. Anggur
  11. Mangga
  12. Singkong
  13. Melon
  14. Tanaman Hias
  15. Pepaya
  16. Kacang Ercis
  17. Kacang Tanah
  18. Pir
  19. Cabe
  20. Kentang
  21. Labu
  22. Padi
  23. Sorgum
  24. Kedelai
  25. Tebu
  26. Tomat

Cara Pengendalian Hama Kutu Putih

Pengendalian kutu putih dapat dilakukan dengan cara pengendalian hayati dan pengendalian kimiawi. Namun akan lebih bijak jika melakukan langkah pencegahan agar dapat meminimalisir serangan.

  • Pengendalian Hayati

Pada tanda pertama serangan ringan, olesi koloni kutu putih dengan kapas yang diolesi minyak atau alkohol. Anda juga dapat mencuci tanaman dengan air hangat dan sedikit deterjen, minyak petrol, atau sabun insektisida. Tanaman di sekitarnya harus disemprot dengan minyak Mimba atau piretrin untuk mencegah penyebaran populasi. Lawan alami termasuk lacewing hijau, tawon parasitoid, lalat terbang, kumbang kepik, dan kupu-kupu predator Spalgius epius.

  • Pengendalian Kimiawi

Selalu pertimbangkan pendekatan terpadu dengan tindakan pencegahan bersama dengan perlakuan hayati jika tersedia. Perawatan terhadap kutu putih sulit dilakukan karena mereka dilindungi dari kondisi lingkungan yang buruk oleh lapisan serat dan lilin mereka. Namun, semprotan daun dengan larutan berdasar bifentrin, chlorpyriphos, deltamethrin dan pyrethroids dapat efektif melawan kutu putih.

  • Langkah Pencegahan
  1. Gunakan benih unggul atau transplantasi dari tanaman sehat atau dari sumber bersertikat.
  2. Pantau ladang secara teratur untuk melihat tanda-tanda adanya hama.
  3. Singkirkan dan hancurkan tanaman atau bagian tanaman yang terinfeksi hama.
  4. Berantas gulma di dalam dan sekitar lahan budidaya.
  5. Jangan menanam tanaman rentan lainnya di sekitar lahan budidaya.
  6. Berhati-hatilah untuk tidak menyebarkan kutu putih selama bekerja di ladang.
  7. Disinfeksi peralatan dan alat sangat dianjurkan.
  8. Dorong populasi predator dengan praktik lapangan yang baik, misalnya dengan penggunaan insektisida khusus untuk kutu putih.
  9. Hindari irigasi dengan menggenangi tanaman selama musim tanam.
  10. Ikuti program pemupukan yang seimbang dan tepat waktu.
  11. Kontrol semut dengan pita lengket di batang atau ranting pohon.
  12. Rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak rentan dianjurkan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Kutu Daun.

Demikian pembahasan tentang hama kutu putih dan cara pengendaliannya, semoga bermanfaat!