Cara Pengendalian Lalat Buah Pada Tanaman

Lalat buah adalah hama tanaman jenis serangga yang berwarna hitam kekuningan mirip seperti tawon kecil. Hama ini menyerang buah tanaman dengan cara menyuntikkan telur ke dalam buah. Selanjutnya telur yang bersarang di dalam buah akan berubah menjadi larva. Larva inilah yang akan memakan buah sehingga menjadi busuk.

Klasifikasi Lalat Buah

Lalat buah yang dikenal dengan nama latin Bactrocera merupakan hama jenis serangga. Klasifikasi hama tersebut adalah sebagai berikut:

KingdomAnimalia
OrdoDiptera
FamiliTephritidae
FilumArthropoda
KelasInsekta

Jenis Spesies Lalat Buah

Lalat buah terbagi menjadi tujuh jenis spesies. Setiap spesies memiliki tanaman inang tersendiri.

  • Bactrocera dorsalis

Bactrocera dorsalis adalah jenis lalat buah anggota suku Tephritidae. Spesies ini sangat biasa ditemukan di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Selatan, dan menjadi pengganggu utama kualitas buah perdagangan di tempat-tempat tersebut.

Bactrocera dorsalis telah terlihat di lebih dari 200 jenis tanaman buah dan kacang-kacangan, tetapi spesies ini paling sering bertelur pada buah mangga, pepaya, dan alpukat. Lalat dewasa memakan buah yang membusuk, nektar tanaman, dan zat lain selama hidupnya dan lebih suka memberi makan di pagi hari.

  • Bactrocera cucurbitae

Bactrocera cucurbitae atau lalat melong adalah spesies dari keluarga Tephritidae. Ini adalah hama pertanian yang serius, terutama di Hawaii .

Lalat melon menggunakan setidaknya 125 tanaman inang. Serangga ini merupakan hama utama kacang, melon, mentimun, terung, kacang hijau, gambas, paprika, labu, labu siam, tomat, dan semangka.

  • Bactrocera tryoni

Bactrocera Tyroni menginfeksi hampir semua tanaman buah komersial seperti apel, alpukat, capsicum , belimbing, ceri, jeruk, anggur, jambu biji, buah Kiwi, mangga, pepaya, markisa, persik, pir, kesemek, plum, delima, dan tomat, kecuali nanas.

Bacrtrocera tyroni sangat memilih untuk bertelur ke buah yang membusuk, meskipun beberapa bukti menunjukkan bahwa mereka akan menelur ke buah yang kurang matang juga. B. tyroni lebih suka memilih buah yang memiliki lapisan luar yang dapat ditusuk atau telah mengalami lesi.

  • Bactrocera oleae

Bactrocera oleae atau dikenal dengan nama lalat buah zaitun spesies yang termasuk subfamili Dacinae. Ini adalah spesies fitofag, yang larvanya memakan buah pohon zaitun, oleh karena itu nama umumnya. Ini dianggap sebagai hama serius dalam budidaya buah zaitun.

  • Bactrocera correcta

Bactrocera correcta merupakan salah satu spesies tephritid yang tersebar luas di Asia Tenggara . Ini adalah spesies hama yang serius dengan kisaran inang yang luas dan telah menyebabkan infestasi besar-besaran di Vietnam dan Thailand.

Mirip dengan B. dorsalis dalam pola warna, tetapi memiliki bintik-bintik wajah melintang dan pita kosta tidak lengkap. Itu juga menyerupai B. penecorrecta.

  • Bactrocera fulvoabdominalis
  • Bactrocera brunnea

Siklus Metamorfosis

Metamorfosis lalat buah terdiri dari empat stadium yaitu telur, larva, pupa dan imago. Pada tahap larva inilah serangan pada buah tanaman mulai terlihat. Pasalnya telur diletakkan di dalam buah. Selanjutnya telur yang berubah menjadi larva akan memakan daging buah sampai akhirnya berubah menjadi puva.

Siklus hidup Hama Tanaman jenis serangga ini relatif singkat, hanya sekitar 2 minggu. Siklus hidupnya dimulai dari telur, satu hari kemudian menjadi larva dan pada tahap larva mengalami empat kali pergantian kulit (instar), tiga hari kemudian larva akan menjadi pupa. Setelah delapan hingga sebelas hari, pupa akan berubah menjadi imago. Imago inilah yang disebut lalat dewasa. Beberapa waktu kemudian imago akan bertelur kembali.

Cara Pengendalian Hama Lalat Buah

Untuk melakukan pengendalian terhadap serangan hama lalat buah ada empat pilihan. Pertama adalah dengan kultur teknis, Cara kedua adalah fisik/ mekanik, pilihan ketiga adalah biologis, dan pilihan terakhir adalah kimiawi. Berikut ini pembahasan lengkpanya.

  • Pengendalian Secara Kultur Teknis
  1. Sanitasi lahan. Sanitasi lahan bertujuan untuk memutuskan daur hidup lalat buah, sehingga perkembangannya dapat ditekan. Sanitasi dilakukan dengan cara mengumpulkan buah yang jatuh atau busuk kemudian dimusnahkan dan dibakar atau dibenamkan di dalam tanah dengan cara membuat lobang berukuran 1 x 0,5 m atau 1 x 1 m. Sampah/serasah di sekitar tanaman juga harus dikumpulkan dan dibakar atau dipendam dalam tanah. Pastikan ke dalam tanah tidak memungkinkan larva dapat berkembang menjadi pupa. Pupa yang ada dalam tanah dapat dimusnahkan dengan cara membalikkan tanah di sekitar tanaman.
  2. Menggunakan perangkap lem kuning atau lem tikus bening yang dicampur dengan sedikit metyl eugenol untuk menangkap lalat dewasa.
  3. Pengasapan dengan membakar sampah kering, dan dibagian atasnya ditutupi sampah basah, agar dapat dihasilkan asap dan tidak sampai terbakar. Kepulan asap yang menyebar ke seluruh bagian tanaman akan mengusir keberadaan hama lalat.
  4. Pemasangan mulsa plastik dapat menekan larva berubah menjadi pupa dan akhirnya mengurangi populasi serangga dewasa.
  • Pengendalian secara fisik/mekanis

Menggunakan perangkap lalat buah, atraktan metyl eugenol/cue lure yang dipasang atau digantung di dalam perangkap yang terbuat dari bekas air mineral untuk menangkap lalat jantan. Bagian dasar botol diberi sedikit air, lalat buah mati terendam air. Sebaiknya perangkap dipasang dibagian luar lahan atau di bagian pinggir pertanaman, hal ini bertujuan agar lalat tidak terkumpul di tengah pertanaman.

  • Pengendalian secara biologi
  1. Pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan cara menghasilkan lalat buah jantan mandul. Teknik pengendalian jantan mandul berhasil mengendalikan hama ini di Jepang. Dengan melepaskan serangga jantan yang sudah mandul, maka telur yang dihasilkan dari perkawinan dengan lalat betina menjadi steril atau tidak bisa menghasilkan keturunan, dan akhirnya populasi akan turun dan musnah.
  2. Memanfaatkan musuh alami lalat buah baik parasitoid, predator atau patogen.
  • Pengendalian Secara Kimiawi

Beberapa jenis insektisida kimia yang beredar di pasar dapat digunakan untuk membasmi hama ini. Dilakukan penyemprotan insektisida paling ampuh dengan kandungan bahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpinfos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan insektisida.

Baca Juga: 6 Jenis Hama Penggerek Batang Padi.

Demikian pembahasan tentang Jenis hama lalat buah dan cara pengendaliannya. Semoga informasi pertanian ini bermanfaat!