Layu Fusarium Penyakit Tanaman Dan Cara Pengendalian

Layu Fusarium merupakan salah satu penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh jamur. Penyakit ini menyerang bagian daun tanaman dengan tanda-tanda layu selama siang hari. Jaringan vaskuler (di dalam batang) berwarna cokelat atau merah.

Apa Itu Layu Fusarium?

Layu fusarium berkembang dalam jaringan transportasi pada tanaman, mempengaruhi pasokan air dan unsur hara. Tanaman dapat terinfeksi secara langsung melalui ujung akar atau melalui luka di akar. Setelah ada di suatu area, patogen akan tetap aktif selama beberapa tahun.

Gejala Serangan

Jamur ini memperlihatkan pola kerusakan yang spesik pada tanaman. Dalam beberapa kasus, tanaman menunjukkan tanda-tanda layu bahkan pada tahap remaja, dengan daun yang menguning. Pada tanaman dewasa, sedikit tanda-tanda layu sering muncul pada bagian tanaman. Ini paling umum terjadi selama jam-jam terpanas pada satu hari.

Daun kemudian menguning, seringkali hanya pada satu sisi. Bagian membujur dari batang menunjukkan perubahan warna menjadi merah kecokelatan pada jaringan internal, awalnya pada pangkal, selanjutnya pada batang.

Tanaman Yang Diserang

Penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur ini menyerang beberapa jenis tanaman berikut:

  1. Buncis
  2. Pare
  3. Kubis
  4. Kacang Arab
  5. Kapas
  6. Mentimun
  7. Bawang Putih
  8. Jahe
  9. Kacang Hijau
  10. Anggur
  11. Melon
  12. Bawang Merah
  13. Kacang Ercis
  14. Cabe
  15. Labu
  16. Tomat

Cara Pengendalian

Cara pengendalian penyakit layu fusarium yang merupakan salah satu penyakit daun pada tanaman ini adalah sebagai berikut:

  • Langkah Pencegahan
  1. Sesuaikan pH tanah pada nilai 6,5 – 7,0 dan gunakan nitrat sebagai sumber nitrogen.
  2. Tanam varietas yang tangguh jika tersedia di wilayah Anda.
  3. Pantau lahan untuk melihat tanda-tanda penyakit.
  4. Ambil dan buang tanaman terdampak.
  5. Jaga peralatan Anda bersih, terutama ketika bekerja antara lahan yang berbeda.
  6. Hindari kerusakan pada tanaman ketika bekerja di lahan.
  7. Berikan pemupukan seimbang dengan fokus khusus pada kalium yang disarankan.
  8. Bajak dan bakar sisa tanaman setelah panen.
  9. Tutupi area yang terinfeksi dengan kertas plastik hitam di bawah sinar matahari penuh selama sebulan untuk membunuh jamur.
  10. Rotasi tanaman hingga 5 – 7 tahun untuk mengurangi jumlah jamur dalam tanah.
  • Pengendalian Hayati

Beberapa agen pengendalian hayati termasuk bakteri dan keturunan non-patogenik F. oxysporum yang bersaing dengan patogen telah digunakan untuk mengendalikan layu fusarium pada beberapa tanaman.

Trichoderma viride juga dapat digunakan untuk memperlakukan benih (10g / 10kg benih). Beberapa jenis tanah menekan pertumbuhan Fusarium. Menyesuaikan pH tanah pada nilai 6,5 – 7,0 dan lebih menggunakan nitrat dibanding amonium untuk sumber nitrogen dapat menurunkan tingkat keparahan penyakit.

  • Pengendalian Kimiawi

Selalu pertimbangkan pendekatan terpadu berupa tindakan pencegahan bersama dengan perlakuan hayati jika tersedia. Berikan fungisida tanah pada lokasi yang terkontaminasi jika tindakan lain tidak efektif. Membasahi tanah dengan tembaga oksiklorida @3g/l air sebelum penaburan/pemindahan juga efektif.

Baca Juga: Cara Pengendalian Penyakit Layu Bakteri Pada Tanaman.

Demikian pembahasan tentang penyakit layu Fusarium pada tanaman dan cara pengendaliannya. Semoga informasi pertanian ini bermanfaat!