Manfaat Pupuk Organik Untuk Tanah Dan Tanaman

Manfaat pupuk organik sangat banyak dan telah dibuktikan oleh banyak petani dalam meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Maka tidak heran ketika sudah banyak petani yang mulai beralih ke penggunaan pupuk organik dalam budidaya berbagai jenis tanaman. Tertarik untuk mulai menggunakan pupuk organik, langsung simak ulasannya berikut ini!

Apa Itu Pupuk Organik?

Dikutip dari Wikipedia “Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya.”

Jenis Pupuk Organik

Jenis pupuk organik dapat dibedakan berdasarkan sumbernya, bentuknya, dan cara pembuatannya. Berikut ini pembahasan dari masing-masing jenisnya.

Pupuk Organik Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumbernya pupuk organik dapat dibedakan menjadi tujuh jenis yaitu pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk kompos, pupuk hayati, humus, pupuk serasah, dan pupuk guano. Silahkan lihat pemabahasan singkat dari masing-masing pupuk tersebut!

  • Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Pupuk ini sangat banyak dimanfaatkan oleh petani karena mudah didapatkan dan harganya relatif lebih murah. Hewan peliharaan yang paling banyak menghasilkan pupuk kandang adalah sapi, kerbau, kuda, kambing, domba dan ayam. Manfaat pupuk kandang untuk tanaman juga sangat banyak karena mengandung banyak unsur hara makro dan mikro.

Ini Pembahasan Lengkap Tentang Pupuk Kandang.

  • Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan jenis pupuk organik yang didapatkan dari tanaman atau tumbuhan hijau. Pada dasarnya semua jenis tanaman dapat dijadikan pupuk hijau. Namun tanaman kacang-kacangan biasanya paling banyak digunakan oleh petani karena lebih mudah terurai dan kaya akan kandungan nitrogen.

Baca Pembahasan Lengkap Pupuk Hijau.

  • Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah pupuk yang dibuat melalui proses fermentasi dengan memanfaatkan bakteri pengurai. Jenis pupuk organik ini dapat dibuat dengan menggunakan bahan organik dari tumbuhan dan hewan. Untuk membuat pupuk kompos dibutuhkan media tersendiri dan waktu untuk proses fermentasinya.

Silahkan baca pembahasan lengkap tentang Pupuk Kompos.

  • Pupuk Hayati

Pupuk hayati merupakan jenis pupuk yang memanfaatkan mikrobiologi (Biofertilizer) untuk membantu proses penguraian unsur hara dalam tanah. Jenis pupuk ini pada dasarnya dibuat melalui proses rekayasa atau buatan dengan memanfaatkan limbah industri baik rumah tangga atau pabrik. Bakteri dihasilkan dengan memanfaatkan tumbuhan atau tanaman berbahan herbal sehingga memiliki fungsi yang sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menyiapkan kebutuhan nutrisi dan unsur hara bagi tanaman.

Silahkan Baca: Pembahasan Tentang Pupuk Hayati.

  • Humus

Humus pada dasarnya hampir sama dengan pupuk kompos. Hanya saja humus ini berlangsung secara alamiah tanpa adanya upaya pemberian bakteri secara sengaja untuk melakukan proses dekomposisi. Bakteri pengurai dalam tanah melakukan pelapukan terhadap daun, limbah pertanian, sisa makanan, dan kayu dan lainnya. Proses pembentukannya cenderung lebih lama.

  • Pupuk Serasah

Dinamakan pupuk serasah karena pupuk ini pada dasarnya bisa diletakkan di atas tanah atau tanpa dicampurkan ke dalam tanah. Pupuk ini berasal dari pelapukan sisa-sisa tanaman seperti jerami, sabut kelapa dan rumput. Penggunaan pupuk ini bertujuan untuk menjaga kelembaban dan tingkat kesuburan tanah sehingga siap ditanami.

Lihat: Pembahasan Lengkap Pupuk Serasah.

  • Pupuk Guano

Pupuk guano adalah jenis pupuk yang berasal dari dalam gua sarang kalelawar dan merupakan kotoran kelelawar yang mengendap dalam waktu yang lama dan telah bercampur dengan tanah serta sudah diuraikan oleh bakteri. Pupuk berfungsi untuk menyuburkan tanah karena memiliki kandungan fosfor dan nitrogen yang sangat tinggi.

Baca: Pembahasan Lengkap Pupuk Guano.

Pupuk Organik Berdasarkan Bentuknya

Sementara berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Pembahasan kedua jenis pupuk tersebut adalah sebagai berikut:

  • Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair bisa didapatkan dari sumbernya yang memang berbentuk cair maupun dari sumber pada yang diuraikan atau diekstraksi terlebih dahulu. Pupuk organik cair bisa didapatkan dari urin ternak seperti Kelinci, kambing, sapi dan lainnya. Selain itu juga bisa dengan melakukan fermentasi terhadap berbagai macam bahan organik yang awalnya berbentuk padat.

Jenis pupuk ini sangat digemari petani karena kemudahannya dalam mengaplikasikan pada tanaman. Pupuk organik cair dapat diaplikasikan dengan berbagai macam teknik pemupukan seperti teknik kocor langsung, teknik siram, teknik semprot, sampai teknik injeksi pada batang tanaman.

Baca: Pembahasan Lengkap Pupuk Organik Cair

  • Pupuk Organik Padat

Pupuk Organik Padat adalah pupuk organik yang berbentuk padat. Jenis pupuk ini paling banyak dan sangat mudah ditemukan di sekitar kita. Baik yang terbentuk secara sengaja melalui proses fermentasi maupun yang terbentuk secara alami melalui proses pelapukan oleh bakteri. Pupuk organik padat juga bisa berasal dari kotoran hewan peliharaan.

Untuk pupuk organik padat yang diproduksi oleh pabrik jenis pupuk ini juga dikenal dengan istilah pupuk granule. Biasanya berbentuk butiran padat dan bersifat slow release.

Pupuk Organik Berdasarkan Cara Produksinya

Pupuk organik juga dapat dibedakan berdasarkan cara produksinya. Ada pupuk organik yang diproduksi oleh petani secara mandiri dan ada pula yang diproduksi oleh pabrik atau perusahaan pembuatan pupuk. Memproduksi pupuk organik secara mandiri tentunya bisa menghemat biaya dalam budidaya pertanian namun membutuhkan waktu yang lebih lama.

Sementara menggunakan pupuk organik yang diproduksi oleh pabrik tentunya harus mengeluarkan biaya dan harganya juga terbilang lebih mahal daripada pupuk anorganik.

Manfaat Pupuk Organik Bagi Tanaman

Manfaat pupuk organik terbagi menjadi dua yaitu manfaat pada ekosistem pertanian dan pada tanaman. Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut:

Manfaat Pada Ekosistem Pertanian

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa pupuk organik berasal dari pelapukan makhluk hidup maka pupuk organik memiliki manfaat yang sangat baik untuk ekosistem pertanian. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

  • Menjaga Kesuburan Tanah

Pupuk organik sangat baik digunakan untuk budidaya pertanian secara terus menerus karena mampu menjaga tingkat kesuburan tanah. Artinya bahwa penggunaan pupuk ini tidak menyebabkan kerusakan tanah yang akan berdampak secara langsung bagi pertumbuhan tanaman.

  • Menjaga Kelembaban Tanah

Selain untuk kesuburan tanah, pupuk organik juga berperan penting dalam menjaga tingkat kelembaban tanah. Dengan memanfaatkan pupuk organik lahan tanam akan menjadi ideal untuk budidaya berbagai jenis tanaman.

  • Mengaktifkan Unsur Hara Dalam Tanah

Kandungan mikroorganisme dalam pupuk organik membantu untuk mengaktifkan unsur hara dalam tanah. Tanah yang kaya akan unsur hara akan sangat baik untuk dijadikan tempat budidaya tanaman. Unsur hara dalam tanah sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk proses tumbuh dan perkembangannya.

  • Memperbaiki Struktur Tanah

Tanah yang subur biasanya identik dengan tanah yang gembur. Peran pupuk organik ini salah satunya adalah membantu menggemburkan tanah. Oleh karena itu pupuk organik terutama pupuk padat biasanya dijadikan sebagai pupuk dasar sebelum proses penanaman.

  • Meningkatkan Aktivitas Biologi Tanah

Pupuk organik adalah ‘sahabat’ terbaik bagi mikroorganisme yang berada dalam tanah. Dengan adanya pupuk organik ini maka aktivitas biologis dalam tanah menjadi meningkat yang pada akhirnya tanah menjadi subur dan menjadi penyedia nutrisi yang baik bagi tanaman.

  • Ramah Lingkungan

Manfaat pupuk organik yang paling baik dan menjadi salah satu alasan petani untuk menggunakannya adalah karena jenis pupuk ini sangat ramah lingkungan. Penggunaan pupuk ini tidak menyebabkan gangguan pada ekosistem pertanian, gangguan pada kesehatan manusia dan hewan peliharaan. Oleh karena itu pupuk organik sangat aman digunakan untuk budidaya tanaman.

Manfaat Pada Tanaman

Selain manfaatnya secara langsung pada ekosistem pertanian terutama pada tanah juga bermanfaat pada pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut!

  • Menguatkan Akar Tanaman

Pupuk organik memiliki peran yang sangat baik dalam menguatkan akar tanaman. Oleh karena itu tanaman yang menggunakan pupuk organik cenderung lebih kuat atau lebih tahan jika terendam air dalam waktu yang lama.

  • Batang Tanaman Menjadi Lebih Kokoh

Manfaat pupuk organik juga bisa didapatkan dengan melihat kekuatan batang tanaman. Tanaman yang dipupuk dengan pupuk organik cenderung lebih kuat menopang beratnya buah dan daun tanaman sehingga tidak mudah patah.

  • Menyuburkan Tanaman

Fungsi pupuk organik yang tentunya paling dicari adalah menyuburkan tanaman secara umum. Ukuran kesuburan tanaman ini bisa dilihat dari rimbunnya daun dan ranting yang lebih banyak.

  • Meningkatkan Hasil Produksi

Tanaman yang subur tentunya akan menghasilkan produksi yang lebih baik juga. Dengan menggunakan pupuk organik maka peningkatan produksi tidak hanya dilihat dari segi kuantitas tetapi juga dari kualitasnya. Hasil panen dari pemupukan organik cenderung lebih tahan lama, untuk tanaman buah cenderung memiliki rasa yang lebih baik seperti lebih manis. Pastinya hasil produksinya juga lebih sehat karena tidak terpapar zat kimia sintesis.

  • Lebih Tahan Terhadap Serangan Hama Dan Penyakit

Pupuk organik juga berperan untuk menguatkan sistem kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Meskipun bukan untuk mengusir hama secara langsung tetapi bisa bertahan lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia sintesis.

Baca Juga: Manfaat Pupuk Herbafarm Untuk Tanaman.

Demikian pembahasan tentang manfaat pupuk organik untuk ekosistem pertanian dan tanaman secara langsung. Semoga informasi ini bermanfaat!