6 Jenis Hama Penggerek Batang Padi

Penggerek batang padi merupakan salah satu jenis hama utama tanaman padi. Hama ini menyerang semua stadium pertumbuhan tanaman padi yaitu pada masa vegetatif yang disebut sundep dan masa generatif yang disebut beluk. Kerugian akibat serangan hama ini bisa lebih besar dari serangan jenis hama padi lainnya.

Spesies Penggerek Batang Padi

Hama penggerek batang pada tanaman padi ini ditemukan enam spesies yaitu penggerek batang padi putih, kuning, bergaris, merah jambu, kepala hitam dan berkilat. Dari keenam spesies tersebut ada empat spesies yang banyak ditemukan pada pertanian padi di Indonesia yaitu penggerek batang padi putih, kuning, bergaris dan merah jambu. Sementara spesies kepala hitam dan berkilat populasinya masih terbilang rendah dan jarang ditemukan.

Penggerek batang padi putih

Sesuai dengan namanya sayap ngengat ini berwarna putih dengan ukuran yang berbeda antara jantan dan betina. Sayap betina berukuran 13 mm sementara yang jantan sayapnya berukuran 11 mm. Telurnya diletakkan pada bagian atas daun atau pelepah secara berkolompok. Satu kelompok telur jumlahnya bervariasi dengan kisaran 170-260 butir. Stadium dari telur ini terbilang cukup cepat yaitu hanya hitungan 4-9 hari saja.

Larva berwarna putih kekuningan dengan ukuran maksimal 21 mm. Stadium larva antara 19-31 hari kecuali untuk larva yang mengalami diapause. Diapause terjadi pada akhir musim kemarau sehingga tidak langsung menjadi pupa. Lama proses diapause tergantung panjangnya musim kemarau.

Pupa yang berasal dari larva yang berdiapause akan menjadi ngengat secara serentak. Lama stadium pupa adalah sekitar 6-12 hari. Tanaman inang dari spesies ini adalah tanaman padi dan padi liar. Dinamika perkembangannya sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan terutama curah hujan atau ketersediaan air dan juga keberadaan musuh alaminya.

Nama ilmiahScirpophaga innotata
OrdoLepidoptera
FamiliCrambidae
SpesiesScirpophaga innotata
KelasInsecta
SubfilumHexapoda

Penggerek batang padi Kuning

Sayap ngengat ini memiliki warna yang sama dengan namanya yaitu berwarna kuning dengan tambahan titik hitam pada sayap bagian depan. Ukuran sayap ngengat jantan adalah 14 mm sementara sayap betina adalah 17 mm. Ngengat ini dapat hidup antara 5-10 hari. Sementara siklus hidup mulai dari telur sampai menjadi ngengat berkisar antara 39-58 hari.

Telur diletakkan pada bagian ujung daun secara berkelompok. Dalam satu kelompok terdapat 50 – 150 butir telur. Peletakan telur dilakukan pada malam hari selama 3-5 malam. Stadium telurnya antara 6 -7 hari kemudian berubah menjadi larva.

Larva dari ngengat ini bisa ditandai dari warnanya yang putih kekuningan sampai kehijauan. Ukuran panjang maksimum dari larvanya maksimal 25 mm. Lama stadium larva antara 28 – 35 hari. Selanjutnya larva akan berubah menjadi pupa.

Pupa berwarna agak putih kekuning-kuningan. Ukuran pupa ini berkisar antara 12-15 mm. Stadium pupa sampai menjadi imago adalah 6-23 hari. Tanaman inang utama adalah padi dan tanaman padi liar. Penyebarannya luas dari daerah tropis sampai subtropis. Perubahan kepadatan populasi penggerek batang padi kuning di lapangan sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim (curah hujan, suhu, kelembaban), varietas padi yang
ditanam, dan musuh alami yaitu parasitoid, predator, dan patogen.

Nama IlmiahScirpophaga incertulas
OrdoLepidoptera
FamiliCrambidae
SpesiesScirpophaga incertulas
KelasInsecta
SubfilumHexapoda

Penggerek batang padi Bergaris

Sayap depan dari ngengat ini berwarna cokelat tua dengan warna kepala cokelat muda. Panjangnya maksimal 13 mm. Ngengat ini aktif mulai senja dengan masa hidup mencapai satu minggu.

Satu ekor ngengat betina mampu bertelur selama 3-5 hari dengan jumlah telur yang dihasilkan kisaran 100 – 550 butir. Telur diletakkan pada pangkal daun dan pelepah secara berkolompok dengan jumlah satu kelompok sekitar 60-70 butir. Lama stadium telur adalah 4-7 hari.

Larva bisa ditandai dari warnanya tubuhnya yaitu abu-abu sementara kepala berwarna cokelat dan terdapat garis berwarna cokelat yang sejajar dengan tubuhnya. Panjang maksimal dari larva ini adalah 26 mm. Masa stadium larva selama 33 hari.

Pupa berwarna cokelat tua. Stadium pupa adalah 6 hari. Perubahan dari larva menjadi pupa terjadi di dalam batang padi. Perubahan kepadatan populasi penggerek batang padi bergaris tergantung pada temperatur dan ketersediaan makanan. Satu siklus hidup bisa mencapai enam generasi/tahun. Tanaman inang penggerek batang padi bergaris terutama adalah padi, padi liar, jagung, dan beberapa jenis rumput. Penyebaran lebih luas bisa mencapai 40o lintang utara.

Nama IlmiahChilo Suppressalis
OrdoLepidoptera
FamiliCrambidae
SpesiesChilo Suppressalis
KelasInsecta
SubfilumHexapoda

Penggerek batang padi Merah jambu

Meski namanya merah jambu namun ternyata tubuh ngengat ini berwarna cokelat, sayap bagian depan berwarna cokelat tua sementara sayap belakang berwarna putih. Ukuran tubuhnya sepanjang 4-17 mm.

Masa stadium telur adalah 6 hari. Sama halnya dengan spesies lain telurnya juga diletakkan secara berkelompok pada pelepah daun padi. Bentuk kelompoknya mirip manik-manik dengan jumlah 30-100 butir setiap kelompoknya.

Penamaan warna merah jambu ini dilihat dari larvanya. Stadium larva 28 -56 hari. Sementara panjang tubuhnya maksimal 35 mm.

Pupa berwarna coklat tua dengan panjang 18 mm (Gambar 6D). Pupa terdapat dalam pelepah atau dalam batang dan stadium pupa 8-11 hari. Total siklus hidup 46-83 hari.

Penyebarannya luas dan bersifat polifag. Dapat hidup dari tumbuhan famili Graminae dan Cyperaceae. Penggerek batang padi merah jambu lebih beradaptasi pada lingkungan darat karena tanaman inang yang beragam, namun terdapat juga di lingkungan sawah dan air dalam.

Nama IlmiahSesamia inferens
OrdoLepidoptera
FamiliNoctuidae
SpesiesSesamia inferens
KelasInsecta
SubfilumHexapoda

Penggerek batang padi kepala hitam

Ngengat berkepala hitam memiliki sayap depan bersisik. Pada bagian tengah berwarna keperakan sementara bagian sayap belakang kuning muda. Ukuran ngengat ini memiliki panjang sekitar 10 – 30 mm. Siklus hidup secara keseluruhan adalah 26 – 61 hari.

Telur diletakkan berkelompok pada daun dekat pangkal atau pelepah. stadium telur terbilang cukup singkat karena hanya berkisar 6 hari saja.

Larva berkepala hitam, stadium larva 30 hari, larva ini hidup bersama-sama dalam satu tunas. Pupa berwarna coklat tua, stadium pupa 6 hari.

Nama IlmiahChilo polychrysus
OrdoLepidoptera
FamiliCrambidae
SpesiesChilo polychrysus
KelasInsecta
SubfilumHexapoda

Penggerek batang padi berkilat

Chilo auricilius, penggerek padi berumbai emas atau penggerek terai, adalah ngengat dalam keluarga Crambidae. Itu dijelaskan oleh Gerald C. Dudgeon pada tahun 1905. Ditemukan di India, Taiwan, Bhutan dan Sri Lanka, serta di Sulawesi, Kalimantan, Pulau Sangir, dan Maluku.

Penggerek Batang Padi Berkilat (PBBBk), Chilo auricilius (Walker) (Lepidoptera: Crambidae) merupakan salah satu jenis ngengat yang menjadi hama, yang sering ditemukan pada tanaman padi yang ditanam dekat dengan tanaman jagung dan tebu. Larva hama ini memakan beberapa kelompok tanaman seperti padi, tebu, sorgum, dan jagung. Pada tanaman tebu muda, larva memakan daun sehingga menyebabkan kematian pada tunas tanaman muda tersebut.

Nama IlmiahChilo auricilius
OrdoLepidoptera
FamiliCrambidae
SpesiesChilo auricilius
KelasInsecta
SubfilumHexapoda

Gejala Serangan Penggerek Batang

Meski setiap spesies dari hama tanaman padi ini mempunyai karakteristik tersendiri tetapi tipe serangannya sama. Penggerek batang padi mulai menyerang tanaman padi dari masa penyemaian sampai matang atau berbuah.

Gejala serangan pada stadium vegetatif menyebabkan matinya pucuk ditengah dan disebut sundep. Kehilangan hasil akibat serangan penggerek batang padi pada stadia vegetatif tidak terlalu besar karena tanaman masih dapat mengkompensasi dengan membentuk anakan baru. Berdasarkan simulasi pada stadia vegetatif, tanaman masih sanggup mengkompensasi akibat kerusakan oleh penggerek sampai 30%. Gejala serangan pada masa generatif menyebabkan malai muncul putih dan hampa yang disebut beluk Kerugian hasil yang disebabkan setiap persen gejala beluk berkisar 1-3% atau rata-rata 1,2%.

Cara Pengendalian Hama Penggerek Batang

Pengendalian serangan hama ini dapat dilakukan berdasarkan pola atau kondisi serangannya. Pada kondisi serangan endemik dapat dilakukan penanggulangan dengan cara berikut ini:

  1. Pengaturan pola tanam
  2. Pengendalian secara mekanik dan fisik
  3. Pengendalian hayati
  4. Pengendalian secara kimiawi
  5. Pengendalian preventif

Sementara untuk pola serangan atau kejadian sporadik cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan insektisida.

Silahkann baca pembahasan lengkap tentang Cara Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi.

Demikian pembahasan tentang jenis hama penggerek batang padi. Semoga informasi pertanian ini bermanfaat.