Penyakit Antranoksa Pada Alpukat Dan Cara Pengendaliannya

Penyakit antranoksa pada tanaman alpukat berpotensi menyebabkan kerugian. Pertumbuhan tanaman menjadi terganggu, proses produksi terhambat. Penyakit inipun bisa menjadi penyebab gagal panen. Penyakit antraknoksa menyerang hampir semua bagian tanaman kecuali akar. Serangan penyakit ini terjadi pada tingkat kelembaban yang terlalu tinggi.

Penyebab Penyakit Antranoksa Pada Tanaman Alpukat

Penyakit antranoksa pada tanaman alpukat disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Jenis jamur ini memiliki misellium yang berwarna cokelat hijau sampai hitam kelabu. Sementara sporanya berwarna jingga (merah muda).

  • Klasifikasi Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc
  1. Divisio: Mycot
  2. Subdivisio: Eumycotyna
  3. Kelas: Deuteromyces
  4. Ordo: Melanconiales
  5. Family: Melanconiaceae
  6. Genus: Colletotrichum
  7. Spesies: Colletotrichumgloeosporioides Penz.Sacc.

Gejala Serangan

Bagian daun tanaman yang terserang penyakit antranoksa akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Jika bagian daun muda yang terserang maka daun tersebut akan menadi lemas, berwarna hitam, keriput, bagian ujungnya mati, menggulung dan akhirnya gugur. Jika serangan terjadi pada daun tua maka akan tampak bercak hitam atau cokelat kemudian menjadi lubang, mengeriput, dan sebagian ujungnya mati.

Sementara jika serangan terjadi pada ranting, pucuk dan buah maka gejala yang ditunjukkan cenderung akan sama dengan yang terlihat pada daun tua.

Akibat yang ditimbulkan dari serangan penyakit antranoksa adalah pertumbuhan menjadi terhambat karena proses fotosintesis tidak berjalan normal. Jika serangan pada buah tanaman alpukat maka akan menyebabkan menurunkan kualitas buah bahkan bisa berdampak pada gagal panen.

Cara Pengendalian

Untuk mengendalikan penyakit antranokasi pada tanaman alpukat dapat dilakukan secara alami dan menggunakan bahan kimia. Biasanya petani cenderung lebih menyukai penggunaan bahan kimia karena hasilnya lebih cepat terlihat. Namun cara ini sebenarnya bisa mendatangkan efek lain pada tanaman yang justru bisa membahayakan ekosistem.

  • Pengendalian Antranoksa Secara Alami

Jika anda memilih pengendalian secara alami anda bisa menggunakan Ekstrak Bawang Merah. Cara pembuatannya adalah, tumbuk bawang merah hingga hancur, lalu tambahkan dengan air. Aduk hingga rata, selanjutnya saring airnya. Gunakan air tersebut untuk menyemprot ke bagian tanaman alpukat.

  • Pengendalian Menggunakan Bahan Kimia

Jika serangan penyakit antranoksa sangat parah maka pilihannya adalah menggunakan bahan kimia sintesis. Beberapa jenis fungisida yang biasa digunakan petania adalah sebagai berikut.

  1. Dithane M-45
  2. Manzate 200
  3. Antracol

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Vanili.

  • Pengendalian Antranoksa Secara Umum

Selain karena faktor lingkungan penyakit antranoksa bisa terjadi karena perawatan pada tanaman alpukat yang tidak maksimal. Jamur berkembang biak karena adanya air atau kondisi lahan budidaya dan tanaman terlalu lembab. Oleh karena itu perawatan intensif perlu dilakukan dengan melakukan pemangkasan secara teratur. Pembersihan area di sekitar pengakaran tanaman. Selain itu pemberian pupuk organik secara teratur mampu membantu tanaman agar lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Demikianlah pembahasan tentang cara mengatasi penyakit antranoksa pada tanaman alpukat. Semoga bisa mejadi solusi bagi budidaya tanaman vanili anda.