Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Bawang Merah

Penyakit Bawang Merah. Budidaya tanaman bawang merah memiliki potensi bisnis yang sangat besar. Bawang merah merupakan kebutuhan setiap hari yang harus dipenuhi. Oleh karena itu tingkat permintaannya sangat tinggi. Namun dalam budidaya selalu saja ada masalahnya seperti serangan hama dan penyakit tanaman.

Jenis Hama Bawang Merah

Hama pada tanaman bawang merah terbilang cukup banyak. Selain banyak jenis hama ini juga dapat menyebabkan gagal panen. Hama apa saja dan bagaimana cara pengendaliannya? Silahkan langsung simak ulasan berikut ini.

Ulat Grayak

Ulat grayak merupakan jenis ulat yang hidup didalam tanah. Jenis ulat ini sangat berbahaya bagi pertumbuhan tanaman bawang merah. Jenis ulat grayak biasa menyerang tanaman bawang merah saat masih usia muda, yaitu 1-4 minggu setelah tanam.

Ciri-ciri ulat grayak yaitu ngengat berwarna gelap dan terdapat garis putih di sayap depannya dengan sayap belakang berwarna putih dan bercak hitam. Jenis hama Hama ini sangat cepat berkembang. Sebab seekor ulat betina betina mampu menghasilkan telur sebanyak 2000-3000 butir telur. Oleh sebab itulah, hama ini harus cepat ditangani sebelum semakin berkembang pesat dan membuat tanaman bawang merah gagal panen.

  • Cara mengendalikan hama ulat grayak:
  1. Menggunakan insektisida kimia. Namun cara ini sangat tidak disarankan karena mampu mempengaruhi kualitas tanaman yang ditanam karena zat kimia yang diberikan mampu meresap kedalam tanah dan merusak tekstur tanah.
  2. Cara lain yang bisa dilakukan dan lebih aman lingkungan daripada menggunakan insektisida kimia. Dengan menggunakkan pupuk bawang merah organik tidak hanya lebih aman dari sisi lingkungan, pencegahan hama maupun penyakit pada bawang merah bisa diminimalisir.
  3. Selain itu ada acara alami seperti membuat perangkap dari lampu dan baskom berisi air sabun. Cara untuk menggunakan perangkap ini juga terbukti sangat mudah. Anda hanya perlu menyalakan lampu pada saat malam hari dan meletakkan baskom berisi air sabun tepat dibawah lampu. Lampu yang menyala terang pada malam hari adalah cara ampuh untuk memancing ngengat untuk datang mendekat. Setelah ngengat datang dan mendekati lampu ngengat kemudian akan jatuh kedalam air sabun. Cara ini cukup ampuh untuk menekan populasi dari ngengat yang menjadi biang dari ulat grayak.

Ulat Bawang

Ulat bawang merupakan jenis ngengat yang memiliki sayap depan berwarna kelabu gelap, sedangka sayap belakangnya berwarna keputihan. Ulat bawang ini dapat diketahui karena imago betina biasa meletakkan telurnya pada ujung daun dalam jumlah cukup banyak, yaitu sekitar 50-150 butir dan berkelompok.

Hama ini juga termasuk cepat berkembang, karena seekor imago betina mampu menghasilkan telur dengan jumlah telur rata-rata 1000 butir. Anda bisa melihat telur tersebut secara kasat mata karena berwarna putih, bulat telur, dan berukuran 0.5 mm. Hama ini sangat berbahaya karena bersifat polifag (pemakan segala). Terlebih, lama hidup larva ini juga cukup lama, yaitu 10 hari dan dapat menghabiskan tanaman bawang merah secara cepat.

Gejala serangan ulat ini adalah timbulnya lubang-lubang pada daun, mulai dari tepi daun pemukaan atas atau bawah, hingga keseluruh bagian daun.

Pada dasarnya semua jenis hama yang menyerang bawang merah dapat diatasi dengan insektisida kimiawi. Begitu juga dengan serangan hama ulat daun ini. Cara ini memang efektif untuk menghentikan serangan hama dengan cepat namun tentu saja ada dampak yang tidak bisa dikesampingkan dari penggunaan cara ini yakni rusaknya ekosistem.

Rusaknya ekosistem ini nantinya akan berdampak pula pada tanaman bawang merah yang anda tanam karena secara tidak langsung insektisida tersebut mempengaruhi bawang merah dan menjadikan bawang merah tersebut tidak sehat.

Lalat Pengorok Daun

Lalat pengorok daun merupakan hama penting bawang merah yang dapat menyerang sejak tanaman buerumur 15 HST hingga masa panen. Hama ini cukup menakutkan bagi para petani bawang merah, karena kerugian ekonomi yang ditanggung sangatlah besar, setidaknya minimal 30% kerusakan, hingga kegagalan panen 100%.

Gejala dari serangan hama ini adalah, daun bawang merah menjadi kering seperti terbakar akibat korokan larva Liriomyza sp. Jika hama ini menyerang saat tanaman masih muda, maka resikonya adalah tanaman rusak sepenuhnya, sedangkan ketika menyerang saat tanaman sudah berumbi, maka petani harus memanen dini. Dengan begitu, umbinya masih sangat kecil dan memiliki harga murah dipasaran.

  • Cara Pengendalian Lalat Penggorok Daun (Liriomyza sp)
  1. Cara pertama yang bisa dilakukan dan cenderung lebih aman digunakan adalah dengan pemilihan bibit bawang yang berkualitas dan tahan hama. Varietas yang tahan hama ini tidak hanya mampu tahan terhadap serangan hama lalat tapi juga tahan terhadap serangan hama yang lainnya.
  2. Cara kedua yaitu menggunakan plastik mulsa untuk melindungi tanaman dan penggalian kecil di sekitar tanaman. Penggalian kecil ini berfungsi agar tidak ada pupa atau kepompong lalat yang tesembunyi didalam tanah dan agar terkena sinar matahari.
  3. Cara ketiga yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama lalat ini adalah dengan menggunakan insektisida kimia. Sangat ampuh dalam mengendalikan hama namun tidak disarankan karena dapat merusak tanaman dan juga tekstur tanah.

Trips

Gejala serangan trips ini adalah daun berubah menjadi putih ke perak-perakan. Sedangkan ketika serangan sudah berat, maka seluruh permukaan daun akan menjadi putih dan menyeluruh pada tanaman bawang merah. Dengan begitu, lahan pertanaman bawang merah menjadi putih.

Serangan thrips ini umumnya terjadi ketika suhu udara rata-rata diatas normal dan kelembaban melebihi angka 70%. Ciri-ciri hama trips ini adalah tubuhnya tipis, panjang sekitar 1 mm, dan warna tubuh kuning. Ketika dewasa, tubuhnya akan berubah menjadi coklat kehitaman.

Telur dari hama ini dapat bertahan anatara 4-5 hari dan berwarna kekuningan. Sedangkan pada fase nimpa, hama berwarna putih kekuningan dengan lama masa hidupnya 9 hari.

Cara pengendalian yang bisa dilakukan jika sudah terkena serangan adalah dengan menggunakan insektisida berbahan kimia. Sangat ampuh tapi tidak disarankan.

Cara terbaik untuk mengendalikan hama thrips ini adalah melakukan tindakan preventif atau pencegahan dengan cara pemilihan bibit tanaman yang unggul dan tahan serangan hama serta pengendalian gulma yang tumbuh di sekitar tanaman karena sangan berpotensi sebagai tanaman
inang dari thrips ini.

Orong-orong

Orong-orong adalah hama yang sangat rakus. Dengan imago menyerupai cengkerik dan sepasang kaki depan yang kuat untuk mencengkeram. Hama ini seringkali hidup aktif saat malam hari.

Sejak nimfa hingga dewasa, orong-orong memiliki bentuk yang sama, hanya berbeda ukurannya. Hama ini sangat berbahaya karena bersifat polifag. Sehingga dapat menyerang seluruh bagian tanaman bawang merah, mulai dari umbi akar, hingga daunnya. Selain itu, orong-orong juga dapat memakan hama kecil lainnya, seperti kutu daun yang menempel pada tanaman.

Akibat serangan hama ini, tanaman bawang merah menjadi layu dan mati. Ini dikarenakan perakaran tanamannya yang rusak .

Sehingga petani mengalami kerugian yang tidak sedikit dan bahkan gagal panen. Utamanya hama ini menyerang tanaman yang masih berumur sekitar 2 minggu tanam.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Semangka

Jenis Penyakit Bawang Merah

Selain hama tanaman bawang merah juga bisa terserang penyakit. Penyakit yang bisa datang dari organisme tertentu ataupun karena pengolahan tempat budidaya yang kurang tepat. Berikut ini jenis penyakit pada tanaman bawang merah dan solusi pencegahannya.

Antranoksa

Antraknosa adalah jenis penyakit penting yang paling diingat oleh petani. Sebab, serangan hama ini sangatlah mengerikan dan bisa menyebabkan kerugian yang tidak sedikit hanya dalam waktu yang sangat singkat. Penyakit antraknosa ini disebabkan oleh jamur/cendawan Colletotrichum gloeosporioides (Penz). Serangan penyakit ini dapat membunuh tanaman bawang merah dalam waktu yang sangat cepat, mendadak dan serentak.

Gejala serangan awal antraknosa adalah bercak berwarna putih pada daun, kemudian terbentuk lekukan kea rah dalam (invaginasi), berlubang dan kemudian patah.

Jika serangan sudah massif, maka miselia ini akan menyebar ke permukaan tanah, menyerang tanaman lain, dan menjadikan umbi busuk. Akibat umbi dan perakaran yang membusuk, maka daun nya mengering dan mati. Tentu saja, penyakit ini dapat dengan cepat menyebar ke seluruh pertanaman bawang merah, dan menyebabkan gagal panen.

Embun Bulu

Embun bulu disebabkan oleh jamur Peronospora destructor (Berk). Sesuai namanya, jamur ini dapat membentuk masa spora berwarna ungu yang sangat banyak hingga menutupi daun, batang hingga umbi dan berbentuk menyerupai bulu bulu.

Gejala serangan penyakit ini nampak begitu jelas pada pagi hari, ketika daun masih basah terkena embun. Tanaman bawang yang terserang penyakit ini, daunnya akan tampak hijau pucat, pertumbuhannya terhambat, lalu mati jika dibiarkan.

Bercak infeksi yang awalnya di ujung daun, kemudian menyebar ke bagian pangkal, menuju ke umbi lapis, kemudian menginfeksi seluruh lapisan umbi. Sehingga menyebabkan umbi bawang menjadi kecoklatan, membusuk dengan lapisan luar yang mengering, berkerut, layu dan didapati anyaman miselia jamur yang berwarna hitam gelap.

Layu Fusarium

Penyakit layu fusarium menyerang bagian dasar umbi bawang merah dan perakaran, sehingga menyebabkan pertumbuhan umbinya terganggu. Gejala serangan penyakit layu fusarium adalah daunnya menguning, terpelintir, akar membusuk, dan dasar umbi tampak keputihan.

Serangan penyakit ini dimulai dari dasar umbi dan meluar ke atas atau ke samping. Setelah terinfeksi penyakit ini, bagian daun akan berangsur mati, dimulai dari ujung hingga ke pangkal. Setelah itu, tanaman akan mati secara keseluruhan. Tentu saja, proses kematian tanaman ini berjalan dengan sangat cepat, bahkan sebelum dulur menyadari bahwa ini adalah serangan fusarium.

Penyakit Ngelupruk

Sesuai namanya, penyakit ngelupruk (stemphylium leaf blight) ini disebabkan oleh jenis jamur Stemphylium vesicarium (Wallr) Simmons. Gejala yang ditimbulkan adalah bercak berwarna putih kekuningan yang dapat menyebar begitu cepat sesuai dengan arah bertiupnya angin.

Selain disebabkan oleh jamur Stemphylium vesicarium (Wallr) Simmons, penyakit ini juga disebabkan oleh asosiasi bersama jamur A.porri. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat membunuh tanaman secara serantak jika kelembaban udara di lahan terlalu tinggi.

Bercak Daun Serkospora

Penyakit bercak daun serkospora disebabkan oleh jamur Cercospoera duddiae (Walles). Gejala serangan penyakit ini tampak dari bercak klorosis yang berkumpul pada ujung daun hingga hampir ke pangkal daun dan tampak belang-belang.

Warna serangan kuning pucat dan bergaris tengah sekitar 3-5 mm. Jika dibiarkan, serangan serkospora ini dapat membunuh jaringan tanaman dan menyebabkan tanaman mati.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Bawang Merah Secara Umum

Pada dasarnya pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bawang merah dapat dilakukandengan teknik budidaya yang benar. Adapun tahapannya yaitu sebagai berikut:

  • Waktu penanaman yang tepat

Waktu tanam yang tepat memiliki peran penting untuk mencegah dan menekan serangan penyakit. Salah satu penyakit yang dapat menyerang ketika waktu tanam kurang tepat adalah jenis jamur A. Porii dan jenis jamur lainnya. Lakukan penanaman pada musim kemarau untuk menghindari serangan penyakit akibat tular tanah.

  • Pemilihan Bibit Varietas Unggul Dan Sehat

Saat ini, serangan hama S. exigua dapat dihindari dengan penggunaan varietas yang tahan serangan hama. Salah satu jenis bawang merah yang tahan serangan hama S. exigua adalah varietas kuning, bima dan sumenep. Varietas selanjutnya yang tahan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah varietas bauji. Varietas bauji ini dikenal tahan terhadap serangan jamur A. porii.

  • Pengolahan Lahan Yang Benar

Pengolahan tanah yang baik serta pemberian masa jeda bermanfaat untuk mencegah serangan penyakit tular tanah. Lakukan pengolahan tanah dengan benar, dan jangan lupa untuk menggunakan herbafarm Granul dan Herbafarm Cair agar bakteri baik yang terkandung didalamnya dapat membunuh bekteri jahat ataupun jamur yang merugikan.

  • Sanitasi Yang Baik

Sanitasi memegang peranan penting dalam pencegahan penyakit. Sanitasi yang buruk berpotensi untuk meningkatkan kelembaban udara di iklim mikro secara drastis, serta memicu perkembangan bakteri maupun jamur penyebab penyakit.

Selain sanitasi yang baik, pemusnahan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi serta mensterilkan tanaman pada masa pertanaman sebelumnya juga berguna untuk menghindari terjadinya penularan penyakit. Umumnya, sisa pertanaman sebelumnya dapat memicu penularan penyakit tular tanah.

  • Pemupukan Secara Organik

Pemupukan secara organik terbukti mampu mengendalikan pertumbuhan penyakit pada tanaman bawang merah. Ini dikarenakan pemupukan secara organik mampu menjaga keseimbangan ekosistem didalam tanah. Dengan begitu, mikroorganisme baik yang ada didalam tanah dapat secara alami menyerang bakteri, jamur ataupun virus penyebab penyakit.

Pembahasan lengkapnya silahkan baca: Cara Budidaya Tanaman Bawang Merah.

Demikianlah pembahasan tentang cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman bawang merah. Pastikan anda selalu bijak dalam mengendalikan serangan hama dan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem lahan budidaya anda.