Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Cabe

Penyakit Cabe. Tantangan dalam budidaya tanaman cabe adalah adanya kemungkinan serangan hama dan penyakit. Cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai jenis hama dan penyakit yang bisa menyerangnya. Oleh karena itu petani cabe perlu memberikan perhatian khusus mulai pada awal budidaya sampai perawatan.

Cara Mengatasi Penyakit Cabe

Penyakit cabe mampu menghambat proses pertumbuhan dan produksi buah. Serangan penyakit yang parah dapat mengakibatkan kematian tanaman dan tentunya gagal panen. Oleh karena itu petani perlu tahu jenis penyakit apa saja yang menyerang cabe dan cara mengtasinya.

Rebah Semai

Rebah semai adalah penyakit yang menyerang tanaman cabe pada media penyemaian. Penyakit ini disebabkan oleh Rhizoctonia solani Kuhn dan Pythium sp. Penyakit ini bahkan membuat benih cabe membusuk dalam media persemaian sebelum muncul ke permukaan. Untuk menghindari terjadinya serangan penyakit ini dilakukan dengan mempersipakan media semai yang bebas dari penyakit tular tanah. Penting juga untuk mempersiapkan bibit dengan baik agar terhindar dari penyakit tular bibit.

Layu Fusarium

Fase generatif tanaman cabe membutuhkan perhatian ekstra. Pada masa ini ini serangan penyakit layu fusarium mungkin terjadi. Penyebab penyakit layu fusarium adalah cendawan jenis Fusarium sp. Untuk mengatasi serangan layu fusarium adalah dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi dan unsur hara dalam tanah mulai dari pasca tanam sampai memasuki fase generatif.

Layu Bakteri

Sama halnya dengan layu Fusarium, layu bakteri juga menyerang tanaman saat memasuki fase generatif. Penyebab penyakit layu bakteri adalah Verticilium sp dan Pellicularia sp. Pencegahan serangan penyakit ini dengan memastikan kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi dengan baik pada saat menjelang tanaman berbunga.

Antranoksa

Penyakit antranoksa pada tanaman cabe merupakan jenis penyakit yang sangat familiar di kalangan petani cabe. Penyakit ini menyerang tanaman cabe pada masa penyemaian, pada usia dewasa menyerang daun dan batang, serta menyerang buah cabe.

Penyakit antranoksa disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Pada dsasarnya penyakit ini sudah terbawa pada bibit cabe. Jika serangan ini sudah terjadi maka mengatasinya harus menggunakan fungisida dengan takaran yang wajar.

Busuk Phytophthora

Penyakit yang menyerang batang tanaman cabe disebut busuk Phytophthora. Penyakit ini disebabkan oleh Phytophthora Capsici yang menyerang pada musim penghujan. Penyebarannya sangat cepat dan sulit dikendalikan. Tanaman yang sudah terserang akan terlihat bercak cokelat kehitaman yang lama kelamaan akan membusuk.

Langkah pengendalian penyakit busuk phytophhtora adalah dengan mengurangi penggunaan pupuk dengan kandungan nitrogen. Cara efektif yang bisa dilakukan pada awal budidaya adalah dengan mengatur jarak tanam yang ideal. Jika sudah terjadi serangan, sebaiknya cabe yang sudah terinfeksi langsung dicabut sampai ke atas. Selanjutnya adalah menyemprotkan fungisida.

Bercak Daun Cercospora

Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabe disebabkan oleh Cercospora Capsici. Gejala penyakit ini terlihat dari adanya bercak berwarna cokelat dengan pinggiran abu-abu yang berbentuk bundar. Penyakit inilah yang pada akhirnya membuat daun menjadi kuning dan berguguran. Serangan penyakit ini biasanya terjadi pada musim hujan.

Langkah pengendalian dan antisipasi terhadap penyakit bercak daun adalah dengan pemilihan bibit unggul. Pengaturan jarak tanam yang ideal juga sangat penting dilakukan. Jika serangan sudah terjadi maka tanaman yang sudah terinfeksi sebaiknya langsung dicabut. Jika serangannya sudah membesar maka gunakan fungisida untuk pengendalian dengan takaran yang wajar.

Keriting Daun

Keriting daun pada tanaman cabe merupakan penyakit yang juga sering dijumpai oleh petani. Penyakit ini disebabkan oleh Cucumber Mosaic Virus (CMV). Gejala dari serangan ini bisa ditandai dari kondisi pertumbuhan yang melambat (kerdil), warna daun menjadi belang-belang, ukuran daun lebih kecil, tulang daun berwarna kuning. Penyakit daun keriting ini menular ke tanaman lain melalui aktivitas serangga.

Cara pencegahan terhadap penyakit daun keriting pada tanaman cabe adalah dengan pemilihan benih yang tahan virus. Apabila cabe telah terserang maka harus segera dimusnahkan. Penggunaan pestisida adalah untuk mengatasi hama serangga yang menyebarkan penyakit ini.

Virus Kuning

Virus kuning atau penyakit bule pada tanaman cabe disebabkan oleh virus gemini. Ciri-ciri cabe yang terserang penyakit bule adalah batang daun menjadi kuning. Penyakit ini sudah terbawa dari benih dan disebarkan oleh kutu.

Untuk mengatasi masalah penyakit kuning ini harus dilakukan pada awal pemilihan bibit. Jika serangan penyakit sudah terjadi maka harus memusnahkan terlebih dahulu hama yang menjadi vektor penyakit ini. Kemudian tanaman sudah terserang dicabut dan dibakar.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Bawang Merah.

Cara Mengatasi Hama Tanaman Cabe

Masalah pada budidaya tanaman cabe berikutnya adalah adanya hama yang berpotensi menyerang tanaman. Hama ini juga sekaligus bisa menjadi vektor penyakit sehingga penyakit menyebar luas ke seluruh tanaman. Jenis hama tanaman cabe adalah sebagai berikut.

Ulat Tanah

Tantangan pertama budidaya cabe saat baru pindah tanam adalah ulat tanah. Ulat yang dikenal dengan nama latin Agrotis ipsilon menyerang tanaman dengan cara memotong batang sehingga roboh.

Untuk mencegah terjadinya serangan ulat tanah ini harus dipastikan bahwa lahan yang akan ditanami sudah terbebas dari jenis ulat tersebut. Oleh karena itu proses pengolahan lahan tanamn sangat penting dilakukan.

Thrips

Saat memasuki musim kemarau petani cabe harus mewaspadai adanya serangan thrips. Hama ini menyebabkan pertumbuhan cabe menjadi kerdil. Ciric-ciri tanaman cabe yang terserang thrips adalah adanya garis garis keperakan pada daun dan bercak-bercak kuning kecoklatan. Selain menyerang tanaman secara langsung, thrips juga menjadi vektor bagi virus yang menyebabkan penyakit tanaman cabe.

Pengendalian bisa dilakukan dengan membiarkan musuh alaminya berkembang biak seperti kumbang dan kepik. Pemasangan mulsa pada persiapan lahan tanam juga merupakan langkah teknis pencegahannya. Jika serangannya sudah parah maka pilihannya adalah menggunakan pestisida dengan takarawan sewajarnya.

Ulat Grayak

Ulat Grayak (Spodoptera litura) merupakan jenis hama tanaman cabe yang paling sering ditemukan. Ulat ini memakan daun cabe hingga bolong-bolong yang berakibat tidak maksimalnya proses fotosintesis. Jika tidak segera diatasi serangan ini akan menjadi parah sehingga semua daun akan dimakan habis dan menyisakan tulang daun saja.

Ulat biasanya menyerang tanaman pada malam hari, sementara siang hari akan bersembunyi pada pangkal daun. Ulat ini juga bisa bersembunyi pada mulsa sehingga bisa lolos dari penyemprotan anti hama.

Pengendalian bisa dilakukan secara manual dengan menangkap ulat-ulat tersebut pada malam hari. Untuk mencegah serangan hama ulat pastikan kondisi lahan selalu bersih dengan melakukan penyiagan secara teratur. Jika serangan ulat ini sudah terlalu parah maka pilihannya adalah dengan menggunakan pestisida kimia dengan tetap memperhatikan anjuran pemakaiannya.

Lalat Buah

Hama tanaman cabe yang menyerang buah adalah lalat buah (Bactrocera dorsalis). Lalat buah menjadi penyebab rontoknya buah cabe. Isi cabe yang sudah gugur ke tanah akan berisi larva dari lalat tersebut. Jika tidak segera dibersihkan maka siklus serangan akan kembali terjadi.

Pengendalian yang bisa dilakukan adalah dengan membersihkan buah yang sudah berguguran tujuannya adalah agar tidak terjadi serangan berulang. Sementara lalat buah bisa diatasi dengan memasang perangkap lalat. Jika cara ini tidak berhasil dan serangan bertambah parah maka pilihannya adalah dengan menggunakan insektisida.

Kutu Daun

Penyebab daun cabe menjadi keriting adalah kutu daun jenis Myzus persicae. Kutu daun ini mengisap cairan pada daun sampai kering. Kutu daun juga merupakan vektor berbagai jenis penyakit seperti Cendawan Jelaga.

Untuk mengatasi masalah kutu daun ini bisa dilakukan dengan memetik daun yang mulai terserang dan memusnahkannya. Penggunaan bahan kimia dilakukan apabila serangan sudah sangat perah.

Tungau

Ada dua jenis tungau yang menyerang tanaman cabe yaitu tungau kuning dan tungau merah. serangan tungau membuat daun keriting menggulung ke bagian kebawah seperti sendok terbalik. Daun menjadi tebal dan kaku sehingga pembentukan pucuk terhambat. Lama kelamaan daun akan menjadi coklat dan mati.

Pengendalian dari serangan ini adalah dengan mencabut tanaman yang kondisinya sudah parah. Sementara yang masih terbilang ringan, cukup dipotong pada bagian pucuknya saja. Untuk serangan yang sudah sangat parah maka penggunaan insektisida kimia bisa dilakukan.

Nematoda

Nematoda merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu kerusakan akibat nematode dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah dengan menanam varietas cabe yang tahan terhadap nematode dan melakukan penggiliran tanaman. Dan apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan.

Untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabe secara menyeluruh bisa dimulai dari awal budidaya. Teknik Budidaya Cabe yang dilakukan harus tepat dengan memperhatikan kondisi lahan tanam dan daerah sekitarnya. Selain itu penggunaan pupuk organik herbafarm bisa dijadikan solusi yang efektif mengatasi berbagai masalah yang bisa timbul dalam proses budidaya cabe.