Penyakit Layu Bakteri Pada Tanaman Dan Cara Pengendalian

Penyakit layu bakteri pada dasarnya menyerang tanaman pada bagian akar namun dampaknya bisa dilihat dengan memperhatikan kondisi daun. Pertama, daun termuda layu, lalu seluruh tanaman. Daun tetap hijau dan melekat pada batang. Akar dan bagian bawah batang menjadi kecokelatan. Akar dapat membusuk dan mengeluarkan sekresi kekuningan saat dipotong.

Apa Itu Penyakit Layu Bakteri?

Bakteri dapat hidup lama di dalam tanah, dapat bertahan hidup di sisa-sisa tanaman atau pada inang alternatif. Bakteri ini memasuki tanaman melalui luka dalam sistem akar selama munculnya akar lateral.

Temperatur yang meningkat (dari 30° C hingga 35° C), kelembapan udara dan kelembapan tanah yang tinggi, dan pH tanah alkali mendukung pengembangan penyakit. Tanah berat yang dapat mempertahankan kelembapan tanah dalam waktu lama sangatlah rentan. Inang alternatif utama untuk Ralstonia solanacearum termasuk tomat, tembakau, pisang raja dan pisang.

Gejala Serangan Penyakit Layu Bakteri

Daun termuda mulai layu selama hari terpanas dan sebagian pulih ketika suhu lebih dingin. Dalam kondisi yang menguntungkan, layu dapat mempengaruhi seluruh tanaman dan tetap permanen. Daun yang layu mempertahankan warna hijau dan tetap menempel pada batang.

Akar dan bagian bawah batang menunjukkan perubahan warna menjadi coklat gelap. Akar yang terinfeksi dapat membusuk karena infeksi dari bakteri sekunder. Ketika dipotong, batang dapat mengeluarkan sekresi putih hingga kekuningan seperti susu.

Tanaman Yang Diserang

Penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri ini menyerang beberapa jenis tanaman berikut:

  1. Pisang
  2. Mentimun
  3. Terong
  4. Jahe
  5. Melon
  6. Kacang Tanah
  7. Cabe
  8. Kentang
  9. Labu
  10. Tomat
  11. Kunyit

Cara Pengendalian

Penyakit akar tanaman ini dapat dikendalikan dengan secara kimiawi dan pengendalian hayati. Namun akan lebih baik jika melakukan langkah pencegahan pada awal budidaya.

  • Langkah Pencegahan
  1. Tanam varietas tahan penyakit.
  2. Pastikan tanah, air irigasi, benih, dan transplantasi bebas patogen.
  3. Gunakan jarak tanam yang disarankan.
  4. Berikan drainase yang baik untuk lahan.
  5. Rotasi tanaman untuk periode 5 tahun atau lebih.
  6. Pastikan pH tanah sedikit asam sebesar 6,0-6,5.
  7. Pastikan pasokan nutrisi yang baik.
  8. Buang tanaman yang terinfeksi untuk menghindari penyebaran.
  9. Hindari memindahkan peralatan dari tanah yang terkontaminasi ke tanah yang tidak terkontaminasi.
  10. Desinfeksi alat dengan pemutih sebelum mengerjakan lahan selanjutnya.
  11. Hancurkan dan bakar semua tanaman serta sisa-sisa tanaman yang terinfeksi.
  • Pengendalian Hayati

Penggabungan massa tanaman segar (pupuk hijau) dari famili silangan ke dalam tanah (biofumigasi) dapat membantu mengendalikan patogen. Tanaman dapat dimaserasi atau dipotong sebelum digali ke dalam tanah, baik secara mekanis atau dengan tangan.

Bahan kimia Thymol yang diturunkan dari tanaman memiliki efek yang sama. Bakteri kompetitif yang mengkoloni sistem akar tanaman solanaceous juga efektif.

  • Pengendalian Kimiawi

Selalu pertimbangkan pendekatan terpadu dengan tindakan pencegahan bersama dengan perlakuan hayati jika tersedia. Karena sifat patogen yang ditularkan melalui tanah, perlakuan kimiawi penyakit ini mungkin tidak layak, kurang efektif, atau tidak efektif.

Baca Juga: Penyakit Bacterial Canker Pada Tanaman Dan Cara Pengendaliannya.

Demikian pembahasan tentang penyakit layu bakteri pada tanaman. Semoga informasi pertanian tentang hama dan penyakit ini bermanfaat!