Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Mangga

Penyakit Mangga. Secara sepintas membudidayakan tanaman mangga terlihat mudah. Namun ternyata jika sudah menjalaninya mangga terancam oleh serangan hama dan penyakit yang sangat banyak jenisnya. Untuk skala budidaya besar tentu hal ini menjadi masalah. Oleh karena itu para petani sebaiknya tahu apa saja jenis hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman mangga.

Cara Mengatasi Penyakit Tanaman Mangga

Penyakit tanaman mangga bisa menyerang mulai dari batang, dahan, ranting, daun, bunga sampai buah. Setiap bagian tanaman mangga ini memiki jenis penyakit tersendiri. Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut.

Antraknose

Penyakit antraknose pada tanaman mangga disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Penyakit ini menyerang hampir semua bagian tanaman yaitu ranting, daun, bunga dan buah. Serangan penyakit ini biasanya terjadi pada kondisi tingkat kelembaban tinggi yaitu pada musim hujan atau masa berbunga. Serangan juga bisa terjadi jika terdapat banyak embun di malam hari.

Gejala serangan penyakit antraknose bisa ditandai dengan adanya bintik-bintik hitam pada daun, flush, malai dan buah. Jika antraknose menyerang bunga maka akan menyebabkan bunga menjadi kering dan gugur sehingga gagal menjadi buah.

Cara mengatasi penyakit antraknose adalah dengan menjaga jarak tanam mangga pada tahap awal budidaya. Melakukan pemangkasan secara teratur agar kelembaban bisa terjaga, membuang bagian tanaman mangga yang sudah terlanjur diserang. Membersihkan daun, bunga dan buah yang gugur akibat serangan antraknose.

Diplodia

Penyakit yang menyerang batang mangga disebut diplodia. Penyakit diplodia disebabkan oleh Botryodiplodia Theobromae. Namun pada dasarnya penyebab awalnya adalah adanya goresan dari benda tajam seperti pisau, gunting perlengkapan budidaya lainnya. Setelah terjadi luka barulah jamur ini kemudian menyerang luka tersebut.

Gejala penyakit diplodia pada tanaman mangga bisa ditandai dari kulit batang luar yang pecah-pecah dan mengeluarkan cairan cokelat kehitaman. Jika tidak ditangani maka akan terus melebar, lalu mengering, kemudian tanaman mangga akan mati.

Cara mengatasi penyakit diplodia adalah disesuaikan pada bagian yang terkena serangan. Jika yang terkena adalah bagian ranting atau dahan bisa langsung dipotong lalu lukanya ditutup dengan klorox. Jika yang terkena adalah batang mangga maka kulitnya perlu dikupas kemudian diolesi dengan benlate.

Cendawan Jelaga

Cendawan jelaga merupakan jenis penyakit mangga yang paling sering dijumpai. Penyakit ini disebabkan oleh  jamur Meliola mangifera. Penyakit ini bermula dari adanya serangga yang menghasilkan cairan manis atau embun madu. Cairan manis itulah yang membuat jamur meliola mangifera berkembang dengan cepat.

Gejala penyakit cendawan jelaga bisa dilihat dengan adanya warna hitam pada daun dan buah. Jika serangan ini terjadi pada musim kemarau maka bisa menyebabkan daun mengering dan keriting.

Untuk mengatasi penyakit cendawan jelaga maka yang perlu dibasmi adalah serangganya terlebih dahulu dengan menggunakan insektisida. Selain itu perlu juga untuk membasmi semut hitam yang menjadi pelindung dari jamur tersebut.

Blendok

Blendok adalah penyakit pada batang mangga yang disebabkan oleh kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini akan menjadikan batang mangga sebagai sarangnya dengan membuat lubang pada batang. Dari lubang tersebut keluar cairan berwarna cokelat atau hitam.

Cara pengendalian penyakit blendok adalah dengan menutup lubang yang dibuat oleh kumbang tersebut. Penutup lubang bisa berupa kapas atau kain yang sudah dicelupkan pada insektisida.

Bercak Karat Merah

Penyakit yang menyerang daun mangga disebut bercak karat merah. Penyakit ini disebabkan oleh ganggang Cephaleuros mycoidea Karst. Selain meyerang daun mangga penyakit ini juga bisa menyerang ranting, bunga dan tunas.

Gejalanya sangat jelas terlihat yaitu adanya bercak-bercak berwarna merah pada daun. Akibat dari serangan penyakit bercak karat merah adalah kurang maksimalnya produksi buah.

Cara pengendalian penyakit ini adalah dengan cara memangkas dahan atau ranting yang terkena serangan. Pengendalian dengan menggunakan bahan kimia bisa menggunakan fungisida bordeaux atau sulfat tembaga.

Gleosporium

Gleosporium adalah penyakit yang menyerang titik sentral produksi tanaman mangga yaitu daun, bunga dan buah. Penyakit yang disebabkan oleh jamur Gloeosporium mangifera bisa menyebabkan gagal panen.

Gejala serangan Gleosporium pada daun muncul bintik-bintik hitam dan menggulung. Serangan pada bunga membuat bunga menjadi layu. Sementara serangan pada buah menyebabkan buah mangga menjadi busuk.

Pengendalian penyakit Gleosporium bisa dilakukan dengan menyemprotkan fungisida bubur bordeaux.

Bisul Daun

Seperti namanya bisul daun adalah penyakit bisul yang muncul pada daun mangga. Bisul berwarna putih ini terlihat menonjol pada bagian atas daun. Penyabab penyakit ini adalah larva serangga Procontarinia matteiana. Larva ini akan memakan atau menyerap cairan daun sehingga bolong-bolong kemudian menyembul ke atas menyerupai bisul.

Untuk mengatasi penyakit ini dilakukan dengan membuang bagian daun yang sudah terlanjur diserang. Menyemprotkan insektisida pada sore hari.

Kudis Buah

Meski namanya kudis buah tetapi penyakit ini tidak hanya menyerang buah mangga saja. Penyakit ini juga dapat menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Penyakit ini disebabkan oleh Elsinoe Mangifera.

Gejala yang timbul dari adanya serangan penyakit kudis buah adalah timbulnya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Akibat dari serangan ini adalah gagalnya pembuahan karena bunga akan rontok.

Cara mengatasi penyakit kudis buah adalah dengan memangkas dahan atau ranting yang terkena serangan. Selanjutnya bisa disemprotkan fungisida.

Jamur Upas

Jamur upas berasal dari hama Corticium Salmonicolor. Jenis jamur ini akan berkembang sangat pesat pada musim hujan. Jamur upas akan membungkus batang pohon mangga sehingga ujung ranting bahkan sampai daun akan terlihat tidak sehat.

Pengendalian jamur upas bisa dilakukan dengan menyemprotkan fungisida pada tahap gejala awal. Jika sudah terjadi serangan maka bagian kulit dikupas dan dibuang. Namun jika serangan sudah parah maka sebaiknya buang dahan atau ranting yang terbungkus jamur upas.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Anggur.

Cara Pengendalian Hama Tanaman Mangga

Selain penyakit ancaman keberhasilan budidaya tanaman mangga juga berasal dari hama. Mulai dari hama yang berukuran kecil sampai besar. Dari yang menyerang batang, buah, bunga sampai bunga. Silahkan simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Kalelawar

Hama yang satu ini menjadi musuh bagi sebagian besar petani buah. Kalelawar menyerang buah mangga yang mulai mengkal sampai matang. Serangan terjadi pada malam hari dengan memakan buah mangga.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi serangan ini. Salah satu yang bisa dipilih adalah dengan memasang jaring. Cara alami bisa dilakukan dengan membiarkan predater semut kerangkeng hidup diantara daun-daun mangga. Alternatif lain adalah dengan membuat kincir angin yang dipasangi peluit atau kitiran.

Lalat Buah

Hama yang menyerang buah mangga berikutnya adalah lalat buah. Serangan hama ini bisa ditandai dengan adanya titik hitam atau lubang kecil pada kulit buah mangga. Selanjutnya akan menguning disekitar bagian hitam tersebut lalu membusuk. Buah akan jatuh dan tentunya menyebabkan gagal panen.

Untuk mengendalikan serangan lalat buah bisa dengan membungkus buah mangga. Namun jika terjadi serangan secara masif sebaiknya gunakan perangkap lalat atau menggunakan insektisida. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan pengasapan yang bisa mengusir lalat buah dan hama kecil lainnya.

Ulat Buah

Ancaman buah mangga berikutnya datang dari ulat buah. Hama inilah yang biasanya menyebabkan buah mangga menjadi pecah. Ulat buah menyerang bagian ujung atau tengah mangga sampai mencapai biji. Akibatnya buah mangga bisa jatuh sebelum matang.

Cara mengatasi serangan ulat buah adalah dengan membungkus buah mangga. Jika buah sudah terserang sebaiknya dikumpulkan lalu dibakar.

Bubuk Buah

Buah mangga juga memiliki jenis hama yang sulit diidentifikasi gejalanya. Meski buah mangga terlihat normal namun bagian dalam sudah terserang hama bubuk buah. Serangan hama ini bisa ditandai apabila buah mangga sudah jatuh. Buah mangga yang jatuh tersebut bisa dibelah untuk melihat bagian dalam yang ternyata sudah dimakan oleh hama.

Cara mengendalikan hama ini adalah membuang atau membakar buah mangga yang sudah jatuh. Membalikkkan tanah disekitar tanaman mangga kemudian menyemprotkan insektisida.

Kepik

Kepik juga merupakan jenis hama yang menyerang buah mangga. Kepik masuk ke dalam buah mangga sehingga tidak layak lagi dikonsumsi. Untuk mengendalikan hama ini adalah dengan membiarkan predator semut merah sebagai musuh alami kepik. Semut merah membuat kepik tidak bisa berkembangbiak.

Ulat Phylotroctis sp

Ulat Phylotroctis sp adalah hama yang menyerang bunga mangga. Ulat yang berwarna cokelat ini akan menggerek pangkal calon malai bunga. Akibatnya adalah buah mudah akan segera gugur karena adanya lapisan absisi pada tangkai buah. Ulat ini biasanya menyerang pada malam hari.

Untuk mengendalikan jenis ulat ini bisa dilakukan pemangkasan pada bagian yang terserang. Cara lain adalah dengan menggunakan pestisida.

Ulat Penggerek Pucuk

Ulat penggerek pucuk menyerang batang muda dan malai bunga. Ulat ini menggerek dari atas ke bawah pada bagian tunas muda. Hama ini menyebabkan terputusnya aliran nutrisi dari akar ke daun. Akibatnya adalah daun menjadi layu, kering, dan mati.

Pengendalian serangan hama ini dengan memotong bagian yang sudah terlanjur diserang. Selanjutnya adalah dengan membasmi menggunakan pestisida.

Thrips

Hama yang menyerang daun muda mangga adalah Thrips. Hama ini juga menyerang bunga. Thrips menusuk dan mengisap cairan epidermis pada daun dan bunga. Dari bekas tusukan tersebut akan terlihat daun seperti terbakar, berubah warna menjadi cokelat dan menggelinting.

Thrips dapat dikenalikan dengan memotong bagian yang sudah terserang. Selanjutnya membuat perangkat untuk menangkap Thrips.

Kutu Putih

Hama kutu putih biasanya terlihat pada bagian daun mangga. Hama ini menghisap cairan sel daun yang mengakibatkan daun tampak bercak kuning kotor. Jika mangga terserang hama ini bisa menyebabkan pertumbuhan menjadi terhambat dan produksi buah menurun.

Kutu putih jika sudah terlanjur menyerang akan sulit dikendalikan. Perlu dilakukan pemangkasan pada bagian yang terserang. Namun jika sudah parah maka sebaiknya lakukan pemangkasan total. Selanjutnya semprotkan insektisida.

Tungau

Tungau menyerang daun mangga muda pada bagian bawah daun. Selain itu hama ini juga menyerang rangkaian bunga. Akibat serangan ini bisa berdampak pada kegagalan produksi buah secara maksimal.

Untuk mengendalikan serangan tungau pada tanaman mangga dilakukan dengan menyemprotkan tepung belerang.

Wereng

Hama wereng ini merupakan hama yang sangat berbahaya. Selain menyerang daun muda mangga dan pucuk malai bunga. Hama ini juga menjadi penyebab munculnya penyakit cendawan jelaga. Wereng menjadi penyebab terganggunya penyerbukan dan gagalnya pembentukan buah.

Hama wereng bisa dikendalikan dengan pengasapan secara berkala sampai serangannya berhenti. Melakukan pemangkasan secara teratur.

Benalu

Hama tanaman mangga yang terakhir adalah benalu. Benalu merupakan tumbuhan gulma yang tumbuh secara parasit pada dahan pohon mangga. Benalu menjadi hama bagi tanaman mangga karena menyerap nutrisi mangga secara langsung.

Cara mengatasi hama benalu ini adalah dengan membersihkannya dari dahan. Jika serangannya sudah parah langsung saja potong dahan tempat hinggap benalu tersebut.

Upaya penangan serangan hama seharusnya bisa dilakukan dengan teknik budidaya mangga yang tepat. Mulai dari proses pemilihan bibit sampai dengan perawatan tanaman pasca tanam.

Silahkan Baca: Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Mangga.

Demikianlah pembahasan tentang hama dan penyakit tanaman mangga serta cara mengatasinya. Selalu upayakan penanganan secara alami. Atau menggunakan anti hama dan penyakit organik.