Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Anggur

Penyakit Tanaman Anggur. Salah satu kunci sukses keberhasilan budidaya tanaman anggur adalah pada perawatan. Perawatan lebih terkhusus lagi pada pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit. Tanaman anggur yang terbebas dari hama dan penyakit tentunya bisa tumbuh subur dan berbuah lebat.

Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Anggur

Untuk bisa mengatasi masalah hama dan penyakit pada tanaman anggur tentunya harus kenal dulu apa saja jenis hama dan penyakitnya. Setiap jenis hama dan penyakit tentunya memiliki penanganan yang berbeda-beda. Terlebih lagi tanaman anggur merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai banyak jenis hama yang bisa menyerangnya.

Jenis Hama

Hama pada tanaman anggur tentunya akan sangat meresahkan karena bisa membuat tanaman kurang produktif bahkan bisa membunuh tanaman anggur. Hama bisa menjadi penyebab daun anggur menjadi kering dan keriting. Adapun jenis hama dan cara pengendaliannya adalah sebagai berikut:

  • Ulat Grayak

Jenis hama tanaman anggur yang pertama adalah ulat grayak. Hama sejenis ulat lokal yang suka menyerang daun tanaman. Biasanya, jika ulat ini sudah menyerang daun akan berlubang dan gundul. Selain itu, Ulat Grayak juga menghambat pertumbuhan tanaman. Terkadang tanaman memang tidak mati. Tetapi untuk berbuah sangat lambat sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Cara Mengatasi Ulat Grayak Pada Tanaman Anggur:

  1. Yang pertama adalah menjaga kebersihan kebun. Karena dari kebun yang kotor akan muncul larva, belatung dan ulat kecil ini.
  2. Yang kedua ialah lakukan pemangkasan daun dan cabang pohon. Maksudnya supaya tanaman tidak terlalu rimbun. Karena ini yang menyebabkan munculnya ulat.
  3. Cara yang ketiga adalah dengan menyemprotkan insektisida. Jika Insektisida Nabati (organik) sudah tidak mempan silahkan gunakan insektisida kimia.
  • Kutu Phylloxera

Kutu Phylloxera adalah hama penyebab tanaman anggur mati. Biasanya hama ini menyerang daun dan akar. Maka dari itu, jika sudah ada kutu berukuran kecil ini, akar tanaman menjadi rusak.

Ciri-ciri tanaman anggur diserang kutu Phylloxera adalah muncul bintik-bintik kecil pada daun. Bentuknya seperti kutil dengan warna putih kecokelatan. Selain itu, akar terlihat membengkak dan di setiap ruasnya terdapat bintik-bintik yang sama.

Cara mengendalikan kutu Phylloxera pada tanaman anggur:

  1. Untuk kutu Philloxera silakan lakukan pengendalian dengan cara melakukan sanitasi yang baik. Jangan lupa untuk menaburkan nematosida jenis curater pada akar tanaman.
  2. Langkah selanjutnya adalah silakan semprotkan insektisida. Biasanya yang digunakan adalah yang mengandung bahan barnex dan numectin.
    Jangan lupa untuk memangkas daun tanaman agar tidak terlalu rimbun.
  • Ngengat buah anggur

Hama tanaman anggur yang selanjutnya adalah ngengat buah anggur. Hama ini merupakan larva yang menyerang bunga serta buah. Efeknya ialah keduanya tumbuh secara abnormal.

Ngengat yang mempunyai nama ilmiyah Paralobesia Viteanea ini hanya menyerang tanaman anggur saja tidak yang lain. Maka dari itu, harus dilakukan tindakan yang juga khusus untuk mengendalikannya.

Cara Mengendalikan Ngengat Buah Anggur:

  1. Coba atasi dengan penyemprotan insektisida abamectin. Jika tidak ada bisa diganti dengan alfamer atau bannex.
  2. Cara pengendalian ini bisa dipadukan dengan menjaga kebersihan kebun.
  3. Tindakan sanitasi yang ideal juga sangat perlu untuk dilakukan.
  • Rayap

Rayap merupakan hama tanaman yang sangat populer. Bahkan hewan kecil ini tidak hanya menyerang tanaman buah tetapi juga tanaman bahan pokok seperti jagung dan palawija.

Rayap biasanya menyerang akar dan batang tanaman. Hewan ini akan memakannya sehingga terbentuk liang-liang yang membuat batang dan akar menjadi rusak. Jika tidak segera ditangani, tanaman bisa mati.

Cara Mengatasi Hama Rayap Pada Tanaman Anggur adalah dengan menyemprotkan nematosida. Silakan gunakan nematosida berjenis curater, pentakur, petrofur maupun furadan. Namun pastikan saat menyemprotkannya ke batang larutkan terlebih dahulu zat nematosida di atas dengan air.

  • Lumut Kerak

Hama lumuk kerak/ lichen Adalah dua jenis organisme komposit yang terdiri dari cendawan Ascomycotina atau Basidiomycotina dengan alga hijau/biru yang dapat ditemukan pada permukaan kulit, cabang atau ranting. Penyakit ini sering terjadi pada cuaca panas yang ekstrim atau pada musim kemarau yang panjang.

Jenis hama ini akan menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan tanaman sehingga penyerapan air, mineral dan proses fotosintesis terganggu. Dampaknya menyebabkan tanaman menjadi lemah dan mati.

Cara Pengendalian Lumur Kerak adalah:

  1. Pemupukan yang seimbang.
  2. Menjaga kelembaban sekitar tanaman anggur.
  3. Melakukan pruning secara benar.
  4. Memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang.
  5. Memangkas daun dan ranting jika terlalu rimbun.
  6. Penyemprotan pestisida berbahan aktif tembaga oksiklorida bergantian dengan fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida dan pestisida berbahan aktif tembaga oksi sulfat atau belerang.
  • Tungau Merah

Hama tanaman anggur yang terakhir adalah tungau merah. Ini adalah penyakit tanaman yang sering menyerang daun anggur. Biasanya jika daun dimakan oleh binatang ini bentuknya akan semakin kecil dan kering.

Ciri-ciri daun yang diserang oleh tungau merah ialah terdapat bercak kuning di permukaannya. Sejatinya bercak kuning tersebut ialah efek dari air daun yang habis karena dihisap oleh hama.

Cara mengatasi hama tungau merah pada tanaman anggur Biasanya petani menggunakan semprotan insektisida yang memiliki kandungan kimia aktif seperti abamectin. Akan tetapi untuk melakukannya pastikan kadarnya sudah diketahui. Karena bahan ini berpotensi membuat tanaman kepanasan yang beresiko kematian. Oleh sebab itu, tanya ahlinya terlebih dahulu sebelum dilakukan pengendalian.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Vanili.

Jenis Penyakit

Selain hama tanaman anggur juga sering terserang penyakit yang dapat menyebabkan berkurangnya produksi dan kematian. Penyakit ini sebagian besar muncul akibat kurang berfungsinya atau tidak adanya drainase. Selengkapnya tentang penyakit pada anggur adalah sebagai berikut.

  • Tepung Palsu

Penyakit yang pertama yang ditimbulkan adalah tepung palsu (Downy Mildew). Penyakit ini merupakan salah satu penyakit utama yang berada pada tanaman anggur. Gejala awal yang diterima tanaman berada pada permukaan daun dengan munculnya bintik-bintik yang memiliki warna sedikit kekuning-kuningan. Lalu meluas menjadi bercak berwarna coklat muda hingga tua sehingga membuat daun menjadi kering dan juga gugur.

Apabila penyakit jamur ini menyerang buah yang masih muda maka akan terjadi proses pembusukan pada buah tersebut. Tetapi biasanya serangan ini terjadi pada buah yang sudah besar dan bisa menyebabkan cacat pada buah tersebut yang berupa bercak-bercak coklat seperti berkarat.

Cara Mengatasi Penyakit Tepung Palsu Pada Tanaman Anggur:

  1. Bisa dilakukan dengan mengumpulkan dan juga membakar daun, ranting, buah yang terserang sehingga mengurangi kelembaban kebun dan juga penyebaran dari tepung palsu
  2. Memberikan fungisida yang memiliki bahan aktif + karbendazim dengan konsentrasi 0,2% atau sekitar 2 gram per liter air.
  • Tepung Cendawan

Gejala yang ditimbulkan oleh cendawan tepung (Powdery mildew) ini adalah terdapat pada tingkat pertumbuhan bisa daun ranting dan buah yang terdapat bercak-bercak dan bertepung dengan memiliki warna putih kelabu dan bisa meluas hingga sisi atas daun.

Bila ini terus berlanjut maka daun bisa dalam kondisi kering kemudian menggulung ke atas dengan warna tepung kelabu kemudian berubah menjadi warna hitam ataupun warna yang gelap. Tanaman terserang lambat laun menjadi layu dan juga kerdil serta berujung pada kematian.

Cara Mengatasi Penyakit Tepung Cendawan Pada Tanaman Anggur:

  1. Bagian tanaman yang terserang ataupun yang sakit dipotong dan dimusnahkan bisa dengan dilakukan proses pembakaran dan juga bisa dilakukan dengan penimbunan.
  2. Dikendalikan dengan tepung belerang ataupun bubur california.
  • Penyakit Busuk Kering

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit busuk kering (Red Fire Disease) adalah bercak yang mula-mula berada pada bagian bawah daun kemudian menyebar secara tidak beraturan yang membentuk lingkaran konsentris kemudian warnanya juga berubah menjadi coklat di mana tepinya berwarna kuning. Bila serangan penyakit busuk kering ini tinggi atau berlanjut maka daun akan mengering dan menggulung seperti terjemur matahari.

Cara Mengatasi Penyakit Busuk Kering Pada Tanaman Anggur:

  1. Melakukan sanitasi kebun yaitu dengan membakar bagian tanaman yang terserang oleh penyakit ini ataupun dikuburkan di dalam tanah.
  2. Mengurangi kelembaban kebun yaitu dengan cara memetik daun-daun yang sudah tidak lagi berproduktif.
  3. Menyemprotkan dengan fungisida.
  • Busuk Kapang Kelabu

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit busuk kapang kelabu (Gay Moud Rot) ini adalah bagian bawah permukaan buah yang terserang sehingga kulit perlahan-lahan mengupas, buah keriput berwarna coklat. Pada kondisi tertentu misalkan cuaca lembab kapan bisa berwarna kelabu seperti tepung.

Cara Mengendalikan Penyakit Busuk Kapang Kelabu Pada Tanaman Anggur:

  1. Pemangkasan daun atau ranting yang sudah tidak produktif yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi udara sekitar tanaman.
  2. Memberikan fungisida.
  3. Setelah panen buah disimpan ditempat yang sejut atau dingin dengan suhu sekitar -0,5 – 0 derajat celcius
  • Busuk Hitam

Penyakit busuk hitam (Black Rot) Merupakan penyakit yang menyerang buah yang hampir matang, menyebabkan bercak-bercak kecil dengan warna coklat dibagian tepinya, buah akan membusuk, keriput dan berwarna hitam. Penyakit black rot disebabkan oleh cendawan Guignardia bidwelli.

Cara Pengendalian Penyakit Busuk Hitam:

  1. Memangkas dan memusnahkan buah yang terserang.
  2. Mengurangi kelembaban dengan memperbaiki drainase.
  3. Memangkas daun dan cabang yang terlalu rimbun.
  4. Membungkus buah.
  5. Semprotkan fungisida dithane, antracol, bion M, mandazim, manzate atau cozeb.
  • Busuk Akar

Busuk akar terjadi karena serangan beberapa jenis cendawan patogen yang menyerang area perakaran tanaman anggur. Cendawan patogen tersebut antara lain Fusarium solani, Verticillium dahliae, Rhizoctonia solani, Phytophthora sp. dan Armillaria mellea. Gejala diawali dengan membusuknya akar, daun menguning dimulai dari bawah (daun tua), mengering dan rontok. Pertumbuhan terhambat dan cabang atau ranting mengering.

Cara Pengendalian Penyakit Busuk Akar:

  1. Memperbaiki drainase sehingga media tanam tidak terlalu lembab dan basah.
  2. Mengurangi penggunaan pupuk nirogen dan meningkatkan unsur kalium.
  3. Menaburkan kapur dolomit untuk menambah unsur magnesium (Mg).
  4. Menjaga agar perakaran tidak sampai terluka.
  5. Pengocoran Trichoderma dan PGPR untuk meminimalisir serangan cendawan patogen.
  6. Jika diperlukan kocorkan fungisida dithane, antracol, cozeb, topzeb, bendas atau ridomil.
  • Karat Daun

Gejala terlihat adanya tepung berwarna jingga pada permukaan bawah daun dan bercak hijau kekuningan pada permukaan daun bagian atas. Seluruh permukaan daun tertutupi lapisan semacam tepung dan menyebabkan daun mengering dan rontok. Penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan Physopella ampelopsidis.

Cara Pengendalian Karat Daun:

  1. Memperbaiki drainase dan menjaga areal tanaman agar tidak terlalu lembab.
  2. Memangkas daun dan cabang agar tanaman tidak terlalu rimbun.
  3. Memangkas dan memusnahkan daun yang terserang.
  4. Jika terpaksa semprotkan fungisida clinten, moltovin, sultricob atau kocide.
  • Kudis

Penyakit kudis/ antracnosa bisa menyerang seluruh bagian tanaman. Disebabkan oleh cendawan Elsinoe ampelina, serangan menyebabkan terjadinya bercak-bercak kelabu dengan tepi berwarna coklat kemerahan. Serangan pada buah menyebabkan daging buah mengeras dan berkudis.

Cara Pengendalian :

  1. Sanitasi yang baik.
  2. Pangkas dan musnahkan bagian tanaman yang terserang.
  3. Semprotkan fungisida antracol, detazeb, bion M atau cozeb
  • Bercak Daun

Penyakit bercak daun pada tanaman anggur disebabkan oleh cendawan Cercospora viticola dan Alternaria vitis. Penyakit ini menyerang bagian daun dan tunas tanaman anggur. Gejala terlihat dengan adanya bercak-bercak coklat dan bintik-bintik hitam dan menyebabkan tunas dan daun mengering lalu rontok.

Cara Mengatasi Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman Anggur:

  1. Sanitasi yang baik.
  2. Memangkas daun dan cabang agar tidak terlalu rimbun.
  3. Menanam pada area yang tersinari cahaya matahari secara penuh.
  4. Menjaga agar areal tanaman tidak terlalu lembab.
  5. Memotong dan memusnahkan bagian tunas dan daun yang terserang.
  6. Jika terpaksa boleh mencoba menyemprotkan fungisida acrobat, score, paskal, antracol, CR 20, Curzate atau starmyl.
  • Mati Pucuk

Mati pucuk (Die-Back) adalah gejala dimana ranting atau cabang tanaman anggur mengering atau mati. Gejala diawali dari bagian ujung ranting yang lama kelamaan menyebar kebagian bawah.

Penyebabnya adalah:

  1. Serangan patogen tanaman yaitu Eutypa armeniacae.
  2. Kekurangan unsur logam (Cu).
  3. Kadar air didalam tanah terlalu tinggi.

Cara Mengatasi Penyakit Mati Pucuk:

  1. Memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang.
  2. Menjaga tanaman agar tidak kekurangan unsur logam (Cu).
  3. Memperbaiki drainase agar mediat tanam tidak terlalu lembab/becek.
  4. Penyemprotan fungisida score, dithane, equation, tridex atau bion M

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Pada Tanaman Kakao

Agar terhindar dari serangan hama dan penyakit, sebaiknya lakukan Teknik Budidaya Anggur yang tepat sejak awal. Semoga informasi ini bermanfaat.