30+ Jenis Penyakit Pada Tanaman Cabe

Penyakit pada tanaman cabe merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh petani. Serangan yang terjadi bisa menyebabkan kerusakan pada bagian akar, batang, daun, bunga dan buah. Efek dari serangan tentu saja akan sangat mempengaruhi pertumbuhan, produksi buah, bahkan parahnya bisa menyebabkan kematian tanamn dan gagal panen.

Jenis Penyakit Pada Tanaman Cabe

Jenis penyakit pada tanaman cabe pada pembahasan ini akan dikelompokkan berdasarkan bagian tanaman yang diserang. Semoga dengan cara ini petani lebih mudah melakukan identifikasi terhadap gejala serangan penyakit yang menyerang bagian tertentu tanaman cabenya. Silahkan langsung saja simak ulasannya berikut ini!

Penyakit Daun Cabe

Pembahasan pertama adalah penyakit tanaman cabe yang menyerang bagian daun. Penyakit ini bisa saja disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau hal-hal lain berupa penggunaan bahan-bahan kimia sintesis secara berlebihan. Berikut ini beberapa penyakit yang menyerang daun cabe.

  • 01 Bercak Kering

Gejala-gejalanya disebabkan oleh Alternaria solani, jamur yang melewati musim dingin pada puingpuing tanaman yang terinfeksi di tanah atau pada inang alternatif. Bibit atau benih yang dibeli mungkin juga sudah terkontaminasi. Daun bagian bawah sering terinfeksi ketika kontak dengan
tanah yang terkontaminasi.

Suhu hangat (24-29 °C) dan kelembaban tinggi (90%) mendukung pengembangan penyakit ini. Periode basah yang panjang (atau cuaca basah/kering bergantian) meningkatkan produksi spora, yang dapat menyebar melalui angin, percikan air hujan atau irigasi pancur.

Silahkan Baca: Cara Mengatasi Penyakit Bercak Kering.

  • 02 Bercak Layu

Virus Bercak Layu Tomat atau Tomato Spotted Wilt Virus (TSWV) ditularkan oleh berbagai spesies kutu thrips, termasuk kutu thrips bunga Barat (Frankliniella occidentalis), kutu thrips bawang (Thrips tabaci) dan kutu thrips cabai (Scirtothrips dorsalis). TSWV juga aktif dalam vektor thrips, dan dapat menularkannya secara terus menerus. Nimfa yang memperoleh virus dari memakan tanaman yang terinfeksi akan mempertahankan kemampuan untuk menularkannya selama sisa
hidup mereka.

Namun, TSWV tidak dapat ditularkan ke telur dari betina yang terinfeksi. Virus ini memiliki jumlah inang yang sangat banyak, termasuk tomat, lada, kentang, tembakau, selada dan banyak tanaman lainnya.

  • 03 Virus Garis Tembakau

Pada awalnya, pada tanaman yang terinfeksi muncul area kecil klorosis yang tidak beraturan atau terjadi perubahan warna pada daun, yang berdiameter 2-5 mm. Seiring waktu, mereka menjadi bercak klorotik bersudut atau nekrotik besar (berwarna kuning hingga cokelat) dengan diameter 5-15 mm, yang muncul sebagai pola mosaik tidak teratur pada daun. Daun menjadi nekrotik dan dapat rontok sebelum waktunya, sehingga mengurangi kanopi dan terjadi pengerdilan tanaman.

Bunga lebih sedikit dan buah kapas juga dapat rontok sebelum waktunya, sehingga mengurangi hasil panen. Pembuluh daun yang terinfeksi menjadi kuning, menebal dan berubah bentuk. Gejala lebih sering terjadi pada daun muda yang tampak lebih pucat daripada yang sehat, biasanya dengan ujung yang tumbuh kerdil. Oleh karena itu, daerah yang terkena dampak di lahan tampak lebih pucat.

  • 04 Bercak Daun Kelabu

Bercak Daun Kelabu dapat mencapai diameter 2 cm, berbentuk bulat dengan tepian ungu. Ketika matang, mereka tumbuh membentuk pola konsentris dan bagian tengah berwarna keputihan muncul dalam luka, yang kemudian bisa retak dan jatuh, menghasilkan tampilan berupa lubang tembakan. Luka normalnya terbentuk pada daun di bagian atas kanopi dan dimulai dari tepi daun, bergerak ke dalam.

Daun di bagian atas tanaman pada tahap akhir pemekaran adalah yang paling rentan terhadap infeksi, karena kebutuhan nutrisi yang tinggi pada saat itu. Penyakit ini bersifat sekunder jika terdeteksi dan dapat diobati dengan kalium yang tepat waktu. Namun penyakit ini dapat menyebabkan kerontokan daun besar-besaran dan kerugian panen jika dibiarkan tidak diobati.

Silahkan Baca: Cara Mengatasi Penyakit Bercak Daun Kelabu.

  • 05 Layu Bakteri

Daun termuda mulai layu selama hari terpanas dan sebagian pulih ketika suhu lebih dingin. Dalam kondisi yang menguntungkan, layu dapat mempengaruhi seluruh tanaman dan tetap permanen. Daun yang layu mempertahankan warna hijau dan tetap menempel pada batang. Akar dan bagian bawah batang menunjukkan perubahan warna menjadi coklat gelap. Akar yang terinfeksi dapat membusuk karena infeksi dari bakteri sekunder. Ketika dipotong, batang dapat mengeluarkan sekresi putih hingga kekuningan seperti susu.

Silahkan Baca: Cara Pengendalian Penyakit Layu Bakteri Pada Tanaman.

  • 06 Variasi Warna Daun

Variasi warna daun menunjukkan perubahan warna menjadi putih hingga kuning yang tidak merata pada bagian daun dan terkadang batang. Jaringan dengan warna hijau normal berdekatan, menghasilkan mosaik yang berbeda, pola tidak teratur atau linier.

Kadang-kadang timbul perubahan warna urat daun, yaitu urat daun berubah warna sementara sisa jaringan daun berwarna hijau tua. Jika sebagian besar tanaman terpengaruh, kurangnya klorol dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan. Namun dalam kebanyakan kasus, kekurangan klorol hanya mempengaruhi sebagian kecil tanaman dalam satu lahan dan tidak mempengaruhi hasil panen.

  • 07 Bercak Bakteri

Gejala pertama berupa luka-luka kecil berwarna kuning kehijauan pada daun muda, yang biasanya tampak berupa cacat dan menggulung. Pada daun-daun yang lebih tua, luka-lukanya agak membengkak, berwarna hijau gelap, dan berminyak, sering dikelilingi oleh lingkaran bernuansa kuning.

Luka-luka ini lebih banyak berkumpul pada pinggiran atau ujung daun. Pada akhirnya, bintik-bintik ini terlihat seperti lubang bekas tembakan karena bagian tengahnya mengering dan hancur. Bintik-bintik pada buah (hingga 0,5 cm) diawali dengan warna hijau pucat, areanya nampak berair, yang akhirnya berwujud kasar, berwarna coklat dan berkeropeng.

  • 08 Jamur Jelaga

Jamur jelaga dapat ditemukan pada pohon mangga dan tanaman lain yang sebelumnya dimakan oleh serangga. Jamur ini sebenarnya tumbuh pada madu, sekresi lengket dan manis yang dihasilkan oleh beberapa serangga untuk menarik perhatian serangga-serangga lain. Memanfaatkan madu sebagai sumber makanan, jamur ini secara bertahap menutupi bagian permukaan tanaman yang terkena dampak, menghasilkan warna bernuansa hitam.

Jamur jelaga adalah jamur nonparasit dan nonpatogen, sehingga tidak mengkolonisasi jaringan tanaman atau memicu gejala. Namun, mereka mengubah kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis dan bertukar gas dengan atmosfer. Daun yang terinfeksi parah bisa mati dan gugur, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup
tanaman.

  • 09 Bercak Serkospora

Selama tahap awal infeksi, bercak-bercak yang menyerupai lingkaran berwarna kecoklatan dengan titik pusat abu-abu muda dan tepian berwarna coklat kemerahan muncul pada daun. Selanjutnya, berkembang menjadi bercak-bercak coklat bundar besar hingga berukuran 1,5 cm yang membentuk cincin konsentris gelap yang tumbuh di sekitar titik pusat yang berwarna keputihan. Cincin gelap tebal dan lingkaran kuning memberi penampilan mirip mata katak.

Bercak-bercak tersebut selanjutnya menyatu membentuk luka daun yang lebih besar. Titik pusat yang berwarna putih kadang nampak kering dan pecah, meninggalkan efek seperti bekas lubang tembakan. Pada tahap infeksi selanjutnya, daun menguning dan layu atau berguguran, membuat buah terpapar sinar matahari langsung. Dalam kasus yang parah, bercak-bercak ini juga dapat dijumpai pada tangkai buah dan kelopak, seringkali mengakibatkan busuk pada ujung batang.

  • 10 Penyakit Hawar

Di daerah kering, infeksi umumnya terjadi pada akar dan mahkota tanaman. Luka hitam atau coklat yang khas muncul pada batang di garis tanah. Pada kelembaban yang relatif tinggi, semua bagian tanaman bisa terserang. Akar yang terinfeksi menjadi coklat tua dan lembek, dan menyebabkan rebah kecambah. Bercak hijau tua hingga coklat tampak pada daun dan buah. Tanaman dewasa menunjukkan gejala busuk mahkota. Luka coklat gelap menutupi batang dan mengakibatkan kematian tanaman. Buah bisa membusuk di lahan, setelah panen, atau selama penyimpanan.

  • 11 Daun Keriting

Gejala Virus Keriting Daun Cabai dicirikan dengan melengkungnya tepi daun ke atas, menguningnya pembuluh dan pengurangan ukuran daun. Selain itu, pembuluh daun menjadi bengkak dengan pemendekan ruas dan tangkai daun. Daun yang lebih tua menjadi kasar dan rapuh. Jika tanaman terinfeksi pada awal musim, pertumbuhannya akan terhambat, menyebabkan kerugian hasil panen yang signikan. Pembentukan buah pada kultivar yang rentan akan tidak sempurna dan cacat. Virus ini menyebabkan gejala yang sama seperti kerusakan karena aktivitas makan thrips dan tungau.

  • 12 Embun Tepung

Leveillula sebagian besar mempengaruhi daun, sementara tangkai dan buah hanya kadang-kadang mengalami infeksi. Gejala pertama adalah bintik-bintik bertepung dengan warna keputihan di sisi bawah daun dan bintik-bintik kuning dengan intensitas bervariasi di sisi atas. Selanjutnya bintik-bintik bertepung berwarna keputihan juga dapat berkembang di sisi atas daun. Ketika penyakit tersebut berkembang, bagian yang terinfeksi mengerut, daun rontok dan tanaman kemungkinan mati.

  • 13 Virus Mosaik

Gejalanya bervariasi tergantung pada varietas yang terinfeksi dan kondisi lingkungan. Dalam beberapa kasus, virus mungkin ada tetapi gejalanya tersembunyi atau tertutup. Pada varietas yang rentan, bercak kekuningan atau bintik hijau muda dan kuning dapat terlihat pada daun dan buah. Pada beberapa varietas, pola bercak cincin yang jelas atau garis nekrotik kuning dapat terlihat.

Daun muda tampak berkerut dan kurus, dan daun-daun yang berwarna hijau muda nampak kusam dengan penampilan kasar. Seluruh pertumbuhan tanaman sangat terhambat dan mengalami cacat, terlihat rimbun namun tidak produktif. Jika berkembang, buah memiliki banyak luka melingkar berwarna coklat, kadang-kadang dilingkupi lingkaran cahaya kuning.

Penyakit Batang Cabe

Penyakit tanaman cabe yang kedua menyerang bagian batang cabe. Serangan ini bisa berasal dari dalam tanah yang naik ke bagian batang atau sumber penyakit yang berasal dari daun atau buah yang turun menyerang batang. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan masing-masing penyakit pohon cabe berikut ini!

  • 14 Busuk Batang Dan Pangkal

Jamur terutama menyerang batang, meskipun bagian tanaman lain mungkin bisa terpengaruh dalam kondisi yang nyaman bagi jamur. Pertumbuhannya cepat di atas jaringan tanaman dan tanah di sekitarnya sehingga membentuk lapisan jamur putih berbulu dengan karakteristik bundar, kecokelatan seperti biji yang dinamakan sklerotia. Jaringan batang menjadi cokelat pucat dan lunak, tetapi tidak berair.

Dalam beberapa kasus, batang mungkin benar-benar tercekik dan daun secara bertahap mulai layu dan menjadi klorosis. Pada akhirnya, tanaman itu dapat tumbang atau mati, dan seluruh baris atau sebagian besar tanaman yang mati dapat ditemukan di lahan. Bibit sangat rentan dan cepat mati setelah terinfeksi. Kadang-kadang, buah juga tertutupi lapisan jamur dan cepat membusuk.

  • 15 Busuk Batang

Gejala berbeda-beda di antara spesies inang, tetapi ada sejumlah kesamaan. Awalnya, bercak-bercak basah dengan bentuk tidak teratur muncul pada buah, daun, atau tangkai daun. Ketika mereka membesar, daerah yang terkena tertutupi oleh jamur berkapas putih yang banyak, pada tahap-tahap selanjutnya tersebar menjadi struktur reproduksi seperti kutil berwarna keabu-abuan atau hitam yang dapat terlihat yang disebut sclerotia. Lesi “kering” dapat berkembang di pangkal batang dan cabang, dengan jelas dibatasi dari jaringan sehat.

Mereka sangat mencolok pada mahkota dasar pada beberapa spesies. Selama tahap selanjutnya, jamur mengelilingi batang dan bagian atas tanaman cenderung layu, berubah kecokelatan dan mati. Sclerotia terbentuk di dalam batang dan menggantikan jaringan tanaman. Hal ini dapat mengakibatkan kematian dan robohnya tanaman. Polong dan benih yang terinfeksi dapat menyusut atau tergantikan oleh pertumbuhan jamur hitam.

  • 16 Layu Verticillium

Gejala sangat bervariasi antara tanaman yang berbeda. Biasanya penguningan intervena muncul pertama kali pada tepi daun yang lebih tua. Seiring perluasan penguningan pada sisa jaringan, daun akan nampak layu, seringkali hanya pada satu sisi. Sifat khusus ini disebut klorosis sektoral atau “layu satu sisi”. Gejala ini diperkuat oleh cuaca yang hangat dan cerah. Pada batang, garis-garis hitam berkembang dan meluas dari pangkal ke atas, menyebabkan batang layu.

Pada pohon, pertumbuhan yang buruk, penuaan dini daun, pohon kerdil dan kematian seluruh cabang adalah gejala-gejala utama. Munculnya warna pada jaringan kayu dalam bentuk lingkaran cincin atau garis-garis dapat menjadi gejala tambahan. Kadang-kadang, dalam pemeriksaan yang lebih teliti menggunakan lensa, titiktitik hitam kecil terlihat pada jaringan mati maupun jaringan hidup.

Penyakit Buah Cabe

Bagian tanaman cabe yang paling merugikan jika diserang penyakit adalah buahnya. Jika buah cabe terserang penyakit maka bisa dipastikan kualitas produksi berkurang, jumlahnya pun menurun sehingga menyebabkan kerugian secara langsung. Apa saja jenis penyakit yang menyerang buah cabe, silahkan langsung saja simak pembahasannya satu persatu berikut ini!

  • 17 Busuk Pantat Buah

Busuk pantat buah ditandai dengan penampilan bercak tidak beraturan di ujung buah. Bercak-bercak bervariasi dalam ukuran dan warna. Pada tahap awal berwarna hijau muda, kemudian menjadi coklat dan hitam saat buah matang. Jaringan buah kehilangan konsistensi bentuk, menjadi cekung dan ujungnya akhirnya tampak rata. Busuk hitam internal juga dapat berkembang pada buah dengan gejala yang minim atau tanpa gejala eksternal.

  • 18 Penyakit Antraknosa

Luka melingkar atau bersudut yang basah pada buah yang selanjutnya menjadi lunak dan sedikit cekung. Bagian tengah luka berwarna oranye atau cokelat dan berubah menjadi hitam, sedangkan jaringan di dekatnya berwarna lebih terang. Luka dapat menutupi sebagian besar permukaan buah. Banyak luka bisa terjadi.

Cincin konsentris sering ditemukan pada bintik-bintik buah. Buah hijau mengalami infeksi secara tersembunyi dan tidak menunjukkan gejala apa pun hingga matang. Gejala pada daun dan batang muncul sebagai bintik kecil berwarna abu-abu kecoklatan dengan tepian berwarna cokelat tua. Pada akhir musim, buah yang matang membusuk dan cabang
mengalami mati pucuk.

  • 19 Busuk Lunak

Gejala awal sering terlihat berupa jaringan vena gelap dan area mati kering pada daun. Luka yang cekung dan sangat berair muncul dan berkembang dengan cepat pada batang, buah, dan tangkai buah. Seiring perkembangan penyakit, dapat terjadi pembusukan pada batang yang nampak kering, coklat gelap atau hitam, seringkali ini menyebabkan cabang patah.

Akhirnya, seluruh buahnya menjadi berair, lunak, berlendir. Penyakit ini menggantung di tanaman seperti kantong berisi air. Secara umum, cairan bakteri dapat terlihat pada jaringan yang sakit dan menimbulkan bau busuk. Tanaman yang terserang akan layu dan kemudian mati.

  • 20 Busuk Buah

Jamur ini menyebabkan dua kelompok utama gejala pada buah yang tidak harus muncul secara bersamaan. Umumnya disebut bercak hitam dan busuk inti buah, seringkali tergantung pada varietas buah. Penyakit bercak hitam ditandai dengan munculnya bercak hitam kecil berwarna coklat kemerahan (1-3 mm) yang dikelilingi oleh lingkaran hijau kuning pada buah dan daun. Seiring perkembangan penyakit, bintik-bintik ini bergabung untuk membentuk bercak yang lebih besar yang dapat menutupi hingga 50% permukaan buah.

Pada daun, dapat terjadi klorosis dan menyebabkan daun gugur sebelum waktunya. Bagian luar buah mulai membusuk, sementara jaringan yang dapat dimakan tetap tidak rusak. Warna kulit yang sedikit tidak normal atau perubahan bentuk buah dapat menjadi ciriciri eksternal dari busuk inti buah tetapi seringkali buah tetap nampak sehat hingga panen. Saat dibelah, pembusukan kulit biji bisa terlihat jelas.

Penyakit Akar Cabe

Akar tanaman merupakan bagian penting dari seluruh proses kehidupannya. Melalui akar inilah seluruh unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman mulai diproses. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui gejala serangan penyakit yang menyerang bagian akar pada tanaman cabe. Berikut ini jenis penyakit yang kemungkinan menyerang akar tanaman cabe.

  • 21 Layu Fusarium

Layu fusarium berkembang dalam jaringan transportasi pada tanaman, mempengaruhi pasokan air dan unsur hara. Tanaman dapat terinfeksi secara langsung melalui ujung akar atau melalui luka diakar. Setelah ada di suatu area, patogen akan tetap aktif selama beberapa tahun.

Kekurangan Unsur Hara

Selain karena adanya serangan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur penyakit tanaman cabe juga disebabkan oleh kurangnya unsur hara dalam tanah. Unsur hara makro dan mikro sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur dan berproduksi secara maksimal. Berikut ini gejala penyakit tanaman cabe yang kekurangan unsur hara makro dan mikro.

  • 22 Kekurangan Nitrogen

Gejala muncul pertama kali pada daun yang lebih tua dan secara bertahap naik ke daun yang lebih muda. Dalam kasus ringan, daun dewasa yang lebih tua berubah menjadi hijau pucat. Jika tidak diatasi, seiring waktu penguningan yang luas berkembang pada daun-daun itu bersama dengan
perubahan warna merah muda pada pembuluh dan tangkai daun. Analisis tangkai daun sebenarnya memungkinkan petani untuk mendeteksi awal dari kekurangan nitrogen pada tanaman.

Seiring kekurangan berlanjut, daun-daun ini akhirnya berubah menjadi putih kekuningan (termasuk pembuluh daun) dan dapat melengkung atau tumbuh cacat. Daun muda tetap berwarna hijau pucat tetapi tumbuh jauh lebih kecil dari biasanya. Tanaman memiliki penampilan kurus karena percabangan berkurang tetapi tingginya biasanya normal.

Tanaman menjadi lebih rentan terhadap tekanan air, dan layunya daun adalah hal biasa. Kematian dini dan kerontokan daun dapat terjadi, yang menghasilkan hasil panen yang sangat rendah. Pemulihan setelah penerapan nitrogen dalam bentuk pupuk dapat terlihat setelah beberapa hari.

  • 23 Kekurangan Posfor

Gejala-gejala kekurangan fosfor dapat muncul pada semua tahap namun lebih jelas pada tanaman muda. Tidak seperti unsur hara lain, gejala kekurangan fosfor umumnya tidak terlalu mencolok dan mungkin sulit diidentikasi. Dalam kasus ringan, indikasi yang memungkinkan adalah tanaman kerdil atau terhambat pertumbuhannya. Namun, tidak ada gejala yang jelas terlihat pada daun.

Dalam kasus parah, batang dan tangkai daun menunjukkan perubahan warna hijau tua hingga ungu. Sisi bawah dari daun yang lebih tua juga menunjukkan pigmentasi ungu, dimulai dari ujung dan tepi dan kemudian meluas ke seluruh helai daun. Daun-daun ini mungkin menjadi kasar dan
pembuluh daun mungkin membentuk jejaring cokelat. Dalam beberapa kasus, kekurangan fosfor ditandai oleh ujung yang seperti terbakar dan berkembangnya bercak-bercak klorosis dan nekrotik pada tepi daun. Bunga dan buah diproduksi, namun hasil panen buah rendah.

  • 24 Kekurangan Zat Besi

Gejala-gejala kekurangan zat besi muncul pertama kali pada daun yang paling muda. Ini ditandai oleh klorosis (menguning) pada daun yang lebih atas, dengan pelepah dan urat daun tetap hijau cerah (klorosis intervena). Pada tahap berikutnya, jika tidak ada tindakan yang diambil, seluruh daun berubah menjadi kuning keputihan dan bercak-bercak nekrotik coklat mulai muncul pada bilah daun, seringkali menyebabkan perkembangan bercak nekrotik pada tepian.

Area terdampak dapat dengan mudah diidentikasi dari jarak jauh pada lahan. Klorosis daun dan nekrosis mengurangi kandungan klorol, menghambat laju fotosintesis, memperlambat pertumbuhan dan menurunkan potensi hasil panen tanaman

  • 25 Kekurangan Magnesium

Pada tanaman yang kekurangan magnesium, umumnya timbul bintik-bintik hijau atau pola klorotik di jaringan intervena pada daun yang lebih tua, seringkali berawal di dekat tepian. Pada sereal, di daun yang kekurangan magnesium ringan timbul manik-manik bergaris hijau yang berkembang menjadi klorosis intervena.

Dalam kasus yang parah, klorosis berkembang ke tengah daun dan urat daun kecil juga terpengaruh. Bercak-bercak kemerahan atau coklat muncul di bilah daun. Selanjutnya, berkembangnya area nekrotik pada jaringan yang sangat klorotik membuat daun menjadi kasar dan cacat. Akhirnya, seluruh daun diselimuti warna kuning, sehingga menyebabkan kematian atau gugurnya daun sebelum waktunya. Pertumbuhan akar terhambat, menghasilkan tanaman yang lemah.

  • 26 Kekurangan Boron

Gejalanya bervariasi, tergantung dari jenis tanaman dan kondisi pertumbuhan, namun umumnya terlihat pertama kali pada tanaman yang baru tumbuh. Tanda pertama umumnya berupa perubahan warna dan penebalan daun muda. Klorosis bisa terjadi seragam, atau tersebar pada intervena, berangsur memudar semakin jauh dari vena utama. Daun dan batang di dekat ujung tunas menjadi rapuh dan mudah patah ketika dibengkokkan.

Daun dapat mengkerut (sedikit menonjol di daerah intervena) dan di ujung serta di tepian daun dapat melengkung ke bawah. Pada beberapa kasus, urat daun dapat terlihat menebal dan menonjol dan tangkai daun bisa melintir. Ruas mungkin memendek, menghasilkan kepadatan daun yang lebih besar di dekat puncak. Pada kasus yang lebih parah, kekurangan boron menyebabkan nekrosis pada titik pertumbuhan. Akar penyimpanan seringkali pendek dan berujung tumpul dan mungkin pecah jika kekurangan boron terus berlanjut.

  • 27 Kekurangan Kalsium

Kekurangan kalsium sangat jarang terjadi dan kemungkinan besar dapat terjadi pada tanah berpasir selama periode kering. Gejalanya terutama terlihat pada jaringan yang pertumbuhannya cepat seperti tunas dan daun muda. Tunas muda tidak berkembang dengan baik dan jumlahnya akan menurun seiring waktu. Awalnya, daun muda atau daun separuh dewasa mungkin memperlihatkan noda klorotik yang tersebar acak di dahan. Jika tidak diatasi, daun akan mulai melengkung ke bawah atau ke atas dan tepiannya secara bertahap akan mengalami nekrosis dan seperti hangus.

Daun-daun dewasa dan tua umumnya tidak terpengaruh. Sistem akar tidak tumbuh dengan baik dan tanaman cenderung layu dan pertumbuhannya terhambat. Dalam kasus kekurangan kalsium yang parah, bunga dapat
gugur, dan titik pertumbuhan daun baru tampak hangus atau mati. Buahnya lebih kecil dan terasa tidak enak, dan pada mentimun, lada
dan tomat, busuk ujung buah dapat terjadi. Benih memiliki tingkat perkecambahan yang lebih rendah.

  • 28 Kekurangan Mangan

Gejalanya tidak separah kekurangan unsur hara lain dan sangat bergantung pada jenis tanaman. Urat daun (muda) di bagian tengah atau atas pada tanaman yang mengalami kekurangan mangan akan tetap hijau sementara bilah daun selebihnya pada awalnya menjadi hijau pucat, kemudian timbul pola bintik-bintik dengan area berwarna hijau pucat hingga kuning (klorosis intervena). Seiring waktu, lukaluka nekrotik kecil muncul pada jaringan klorotik, terutama di dekat tepi dan ujung (ujung seperti terbakar).

Pengurangan ukuran daun, cacat dan melengkungnya tepian daun juga merupakan kemungkinan lain dari gejala. Jika tidak diatasi, bintik nekrotik coklat dapat berkembang pada permukaan daun, dan daun yang sangat terpengaruh akan menjadi coklat dan layu. Jangan tertukar dengan
kekurangan magnesium, yang gejalanya serupa namun awalnya timbul pada daun yang lebih tua.

  • 29 Kekurangan Seng

Gejala kekurangan seng bervariasi pada spesies berbeda namun beberapa efek dapat digeneralisasikan. Banyak spesies memperlihatkan daun yang menguning, seringkali pada intervena (pembuluh daun utama tetap hijau). Pada beberapa spesies, daun muda paling terpengaruh. Namun pada sepsies yang lain, baik daun tua maupun daun muda menunjukkan gejala yang sama.

Daun muda seringkali lebih kecil dan sempit dan memiliki tepi bergelombang. Seiring waktu, bintik-bintik klorotik dapat berubah warna
menjadi seperti perunggu dan bintik-bintik nekrotik dapat berkembang dari tepian. Pada beberapa tanaman, daun yang kekurangan seng seringkali memiliki ruas yang lebih pendek, sehingga daun berkelompok di sekitar batang (roset). Perubahan bentuk daun dan penurunan pertumbuhan dapat terjadi, disebabkan oleh perkembangan daun muda yang terbatas (daun kerdil) dan panjang ruas yang berkurang.

  • 30 Kekurangan Kalium

Gejala terutama terlihat pada daun yang lebih tua dan hanya terjadi pada daun muda pada kasus kekurangan kalium yang parah. Kekurangan kalium ringan ditandai dengan terjadinya klorosis ringan di tepi dan ujung daun, kemudian diikuti oleh ujung daun yang seperti terbakar.

Bilah daun berubah menjadi agak lebih pucat namun pembuluh daun tetap berwarna hijau tua (klorosis intervena). Jika tidak diatasi, bercak-bercak klorotik ini akan berubah menjadi seperti bekas terbakar yang kering dan kasar berwarna coklat muda atau cokelat tua (nekrosis) yang biasanya menyebar dari tepi daun ke pelepah. Namun, pembuluh daun utama tetap berwarna hijau.

Daun cenderung mengeriting dan mengkerut dan sering gugur sebelum waktunya. Daun muda tetap kecil dan kusam, dan terlihat
menangkup. Tanaman yang kekurangan kalium terhambat pertumbuhannya dan lebih rentan terhadap penyakit dan keadaan lain
seperti kekeringan dan pembekuan. Dalam beberapa kasus, buah dapat menjadi cacat.

Penyakit Tanaman Cabe Lainnya

  • 31 Rebah Kecambah Pada Bibit Cabe

Rebah kecambah dapat mempengaruhi beberapa tanaman dan disebabkan oleh jamur dari genus Pythium, yang dapat bertahan selama beberapa tahun di tanah atau di sisa-sisa tanaman. Jamur ini bisa tumbuh subur pada cuaca yang hangat dan hujan, tanah terlalu lembab dan tanaman yang disebarkan terlalu padat. Kondisi stres, seperti genangan air atau pemberian nitrogen yang tinggi, bisa melemahkan tanaman dan juga mendukung perkembangan penyakit ini.

Spora disebarluaskan melalui alat atau peralatan kerja yang terkontaminasi dan lumpur pada pakaian atau sepatu. Meskipun jamur ini dapat menyerang tanaman selama seluruh siklus hidupnya, benih yang berkecambah atau bibit muda lebih rentan. Penyakit ini tidak harus dibawa dari satu musim ke musim yang lain di tempat yang sama, tetapi bisa muncul bilamana kondisinya mendukung infeksi.

  • 32 Kerusakan Karena Herbisida

Tanaman sangat sensitif terhadap 2,4-D atau dikamba, terutama tanaman kapas dataran tinggi Gossypium hirsutum dan kapas Pima G. barbadense. Herbisida-herbisida ini termasuk grup asam fenoksiasetat atau auksin sintetis (grup I) dan digunakan untuk mengendalikan spesies gulma berdaun lebar. Pemilihan waktu atau formulasi yang salah atau kondisi cuaca yang buruk dapat berakibat penyimpangan arah yang mempengaruhi tanaman.

Kontaminasi juga dapat berasal dari lahan di sekitarnya. Stres tanaman yang terjadi sebelumnya akibat penanganan yang buruk dapat memperburuk gejalanya. Berapa lama gejala terlihat tergantung pada dosis dan dapat berkisar dari beberapa titik hingga seluruh tanaman jika kadar penyemprotan tinggi. Penting diketahui bahwa herbisida dapat merusak tanaman bahkan dalam dosis kecil.

  • 33 Luka Bakar Akibat Pestisida

Disebut juga totoksisitas, gejalanya disebabkan oleh penyalahgunaan bahan kimia pada tanaman. Gejalanya meliputi bintik-bintik pada daun, bercak hitam, hangus pada tepi daun dan luka bakar pada ujung daun dan terkadang dapat disangka sebagai penyakit, kerusakan oleh serangga atau tungau atau patologi lain yang disebabkan oleh kondisi lingkungan. Kerusakan juga dapat terjadi karena angin yang berhembus ke tanaman non-target atau sensitif. Fitotoksisitas juga dapat terjadi ketika bahan-bahan kimia yang tidak cocok diterapkan pada saat yang bersamaan.

  • 34 Sengatan Matahari Abiotik

Sengatan matahari abiotik mengacu pada kerusakan terhadap tanaman, semak-semak atau pohon-pohon oleh kombinasi sinar matahari langsung dan suhu yang berlebihan. Faktor-faktor ini mengubah kelembaban dalam jaringan tanaman, yang diawali layu pada daun muda yang lembut. Daun ini secara bertahap berubah menjadi hijau pucat dan setelah 2-3 hari akhirnya mulai mengembangkan luka-luka di dekat pucuk dan tepian. Luka kering tersebut kemudian merembet ke bagian tengah pembuluh daun.

Kerontokan daun yang disebabkan oleh stres kekeringan atau serangan serangga juga dapat menyebabkan luka bakar matahari pada buah atau kulit kayu, karena kondisinya tidak lagi ternaungi oleh daun. Di kulit batang terdapat bentuk retakan dan pembusukan, yang akhirnya berkembang
menjadi daerah mati di batang.

  • 35 Jamur Kelabu

Tumbuhnya jamur pada daun, pucuk, polong atau buah adalah gejala yang paling mencolok. Pada awalnya, terdapat luka yang jarang, berwarna coklat dan berair pada bagian tanaman yang bersentuhan dengan tanah atau yang telah terluka. Jamur dalam jumlah banyak, berbulu dan berwarna abu-abu hingga coklat terbentuk pada jaringan-jaringan ini.

Selanjutnya, jamur tumbuh pada buah dan polong yang lebih muda, menghasilkan penampilan yang kabur. Atau, gejala ini muncul selama penyimpanan. Dalam kedua kasus tersebut, kerugian parah dapat diperkirakan. Daun basal (dasar) dan batang yang membusuk menyebabkan kegagalan panen total dalam kasus varietas tanaman hortikultura yang rentan (rebah kecambah). Kadang-kadang, mati pucuk terjadi di cabang dan terdapat pembentukan kanker (pembusukan) pada tanaman kayu.

Baca Juga: Penyakit Pada Tanaman Mangga

Demikian pembahasan tentang penyakit pada tanaman cabe, semoga informasi pertanian ini bermanfaat!