Pupuk Hayati Solusi Pertanian Modern

Kondisi tanah pertanian semakin hari semakin mengalami penurunan tingkat kesuburan. Hal ini disebabkan oleh pencemaran yang terjadi akibat adanya limbah dari industri pertanian, rumah tangga, polusi udara dari kendaraan bermotor berbahan minyak, serta penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintesis secara terus menerus. Salah satu solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan pupuk hayati.

Apa Itu Pupuk Hayati?

Pupuk hayati adalah jenis pupuk yang mengandung mikroba yang berfungsi untuk menyediakan nutrisi bagi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman baik secara langsung maupun tidak langsung. Pupuk ini juga dikenal dengan istilah Bio Fertilizer karrena kandungan mikroorganisme hidup dalam pupuk tersebut.

Pupuk ini dibuat secara spesifik disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang juga sangat spesifik. Kebutuhan tanaman untuk pertumbuhan adalah nitrogen (N), posfat (P), dan kalium (K). Keberadaan bakteri dalam pupuk hayati adalah untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan fungsi tambahan sebagai anti hama dan perangsang tumbuh.

Jenis Pupuk Hayati

Pupuk hayati terbagi menjadi enam jenis berdasarkan fungsi dari kandungan mikroba yang ada di dalamnya. Adapun jenisnya adalah sebagai berikut:

  • Penambat Nirtogen

Pupuk hayati penambat nitrogen berfungsi mengikat senyawa nitrogen yang berasal dari udara selanjutnya diproses secara biologis di dalam tanah. Hasil proses tersebut selanjutnya akan digunakan oleh tanaman. Ada dua jenis mikroba yang berperan menambat nitrogen yaitu mikroba yang mampu bersimbiosis dengan tanaman dan bakteri yang tidak bersimbiosis dengan tanaman.

Mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman adalah Rhizobium dan Azospirilium sementara Azotobacter Chrococcum dan Bacillus Megatherium tidak bersimbiosis dengan tanaman. Penggunaan mikroba yang tidak bersimbiosis dengan tanaman lebih banyak digunakan karena tidak bergantung pada jenis tanaman yang akan dibudidayakan, artinya penggunaannya lebih luas.

  • Pelarut Posfat

Jenis yang kedua adalah berfungsi sebagai pelarut Posfat. Pupuk ini mengandung bakteri salah satu dari mikroba berikut ini psesudomonas, Bacillus, Thiobacillus, Mycobacterium, Micrococcus, Plavobacterium, Escherichia freundii, Cunninghamella, Brevibacterium, Serratia, Alcaligenes, dan Achromobacter. Jenis mikroba ini mampu melarutkan fosfat yang terikat dalam tanah sebagai senyawa organik atau batuan mineral. Setiap mikroba memiliki kemampuan peluruhan yang berbede-beda.

Keberadaan mikroba tersebut bekerja dengan mengeluarkan asam organik dan melepaskan ikatan fosfat sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman. Mikroba dapat menyumbang sebanyak 20-50% kebutuhan fosfat tanaman.

  • Dekomposer

Fungsi lain yang bisa ditemukan pada pupuk hayati adalah sebagai dekomposer. Kemampuan sebagai dekomposer ini untuk mengubah senyawa organik yang bersifat komplek menjadi senyawa yang lebih sederhana. Oleh karena itu pupuk ini juga dapat digunakan untuk pembuatan Pupuk Kompos.

Silahkan Baca: Cara Membuat Pupuk Kompos.

  • Anti Mikroba Pathogen

Pada dasarnya ada dua jenis bakteri yaitu bakteri Pathogen dan Aphatogen. Bakteri phatogen merupakan jenis bakteri yang dapat menjadi hama dan sumber penyakit bagi tanaman sementara bakteri aphatogen merupakan bakteri menguntungkan yang baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.

Salah satu fungsi mikroba dalam pupuk hayati adalah sebagai anti pathogen yang berfungsi untuk melawan keberadaan bakteri lain yang bisa merusak tanaman. Dengan keberadaan bakteri ini tanaman menjadi lebih kuat terhadap serangan hama dan penyakit.

Silahkan Lihat Hama Dan Penyakit Tanaman.

  • Pengakumulasi Logam Berat

Tanah pertanian tidak terlepas dari keberadaan logam berat yang secara langsung mempengaruhi tingkat kesuburannya. Logam berat bisa berasal dari mana saja baik itu berasal dari limbah industri pertanian, rumah tangga atau penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintesis. Penggunaan pupuk hayati mampu mengakumulasi logam berat. Dengan memanfaatkan bakteri tersebut maka pencemaran tanah pertanian akibat logam berat bisa teratasi.

  • Pemacu Pertumbuhan Tanaman

Fungsi pupuk hayati yang tentunya sangat disukai oleh petani adalah sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Rhizobakteria berperan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pertumbuhan tanaman.

Perannya secara langsung adalah dengan memfasilitasi penyerapan berbagai jenis unsur hara dalam tanah serta mensintesis dan mengubah konsentrasi Fithohormon pemacu pertumbuhan tanaman. Sedangkan perannya secara tidak langsung adalah berperan sebagai anti pathogen.

Bentuk Pupuk Hayati

Pupuk hayati yang diproduksi dan digunakan petani terbagi menjadi dua jenis yaitu bentuk tunggal dan majemuk. Pengelompokan ini didasarkan berdasarkan fungsi dari kandungan mikroba yang ada di dalamnya. Bentuk tunggal memiliki satu jenis mikroba misalnya hanya sebagai pelarut fosfat saja. Bentuk jamak adalah pupuk yang memiliki fungsi lebih dari satu misalnya sebagai pelarut fosfaf sekaligus penambat nitrogen dan perangsang tumbuh.

Manfaat Untuk Tanaman

Secara umum pupuk hayati memiliki manfaat yang sangat lengkap untuk kebutuhan budidaya pertanian. Adapun manfaat yang bisa didapatkan adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kesuburann tanah.
  2. Memacu pertumbuhan tanaman.
  3. Melawan bakteri aphatogen atau hama tanaman.

Baca Juga: Manfaat Pupuk Organik Untuk Tanaman.

Demikian pembahasan tentang pupuk hayati, semoga informasi ini bermanfaat. Pastikan jika anda membeli produk pupuk tersebut untuk mengecek kandungan bakterinya agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan budidaya pertanian anda.