Pupuk Hijau; Karakteristik Dan Manfaat

Pupuk hijau merupakan salah satu jenis pupuk organik yang bisa dijadikan alternatif dalam budidaya tanaman secara organik. Penggunaan pupuk ini dapat menekan biaya budidaya serta ramah lingkungan. Penasaran seperti apa itu pupuk hijau? Langsung saja simak ulasannya berikut ini!

Apa Itu Pupuk Hijau?

Pupuk hijau adalah pupuk yang berasal dari tanaman atau tumbuhan hijau yang dapat dimanfaatkan secara langsung atau melalui proses dekomposisi terlebih dahulu. Jenis pupuk ini sangat mudah ditemukan karena ketersediaannya di sekitar lahan pertanian sangat banyak.

Sumber Pupuk Hijau

Pupuk hijau bisa didapatkan dari sisa tanaman produksi, tanaman yang ditanam berdampingan dengan tanaman inti, tanaman yang ditanaman tanpa tanaman inti dan tumbuhan liar.

  • Limbah Pertanian

Pertanian pada dasarnya memiliki limbah tersendiri. Limbah dari hasil produksi pertanian berupa daun, batang, dan kulit buah. Limbat pertanian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Limbah dari pertanian ini bisa didapatkan secara gratis oleh petani. Dengan kata lain, petani bisa mendapatkan pupuk organik secara gratis dengan memanfaatkan sampah dari hasil panennya. Hanya saja proses penguraiannya membutuhkan waktu yang lama dan petani kurang sabar untuk menunggunya.

  • Tanaman Pagar

Tanaman pagar adalah upaya menciptakan pupuk hijau dengan menanam tanaman lain diantara tanaman inti. Tanaman ini ditanam disel-sela tanaman yang dibudidayakan untuk menghasilkan pupuk secara berkesinambungan.

Adapun persyaratan tanaman pagar yang cocok digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan daun lebih lebat daripada kayunya.
  2. Proses pertumbuhannya cepat dan gampang bertunas.
  3. Akar dalam tanah tidak bersaing dengan tanaman inti dalam menyerap unsur hara.
  4. Memiliki kemampuan tinggi dalam menambat nitrogen dan kandungan hara lain.
  5. Tidak berpotensi menjadi gulma pada tanaman.

Beberapa jenis tanaman yang cocok digunakan sebagai tanaman pagar adalah Lamtoro, Gamal dan pohon kaliandra.

  • Tanaman Penutup Tanah

Tanaman penutup tanah adalah jenis tanaman yang sengaja ditanam apabila lahan belum ditanami tanaman inti. Tanaman ini juga bisa ditanam bersamaan dengan tanaman inti jika jenis tanaman tersebut adalah tanaman jangka panjang. Tanaman penutup tanah ini berfungsi untuk melindungi tanah dari kerusakan, menyediakan bahan organik dalam tanah dan menjaga kesuburan tanah.

  • Tumbuhan Liar

Selain berasal dari tanaman yang di tanam secara langsung, jenis pupuk ini juga bisa didapatkan dari tumbuhan liar yang ada di sekitar area pertanian. Keberadaan tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang sangat baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.

Tumbuhan liar yang ada di sekitar lahan pertanian bukan hanya gulma. Ada beberapa jenis tanaman liar yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk hijau. Pada sawah biasanya ditemukan pakis air (Azola).

Karakteristik

Pupuk hijau memiliki karakteristik yang sama dengan pupuk organik padat lainnya. Pupuk ini juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian dengan skala bisnis. Adapun kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut:

Keunggulan:

  1. Bisa didapatkan secara gratis
  2. Ramah lingkungan sehingga aman untuk ternak dan manusia
  3. Memiliki keunggulan seperti pupuk organik lain yaitu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
  4. Mampu mencegah terjadinya erosi pada tanah
  5. Jika digunakan sebagai tanaman pagar dapat memberikan hasil tambahan berupa buah produksi, pakan ternak atau kayu bakar.
  6. Cocok untuk semua daerah lahan karena bisa ditumbuhkan secara in situ.

Kekurangan:

  1. Beberapa jenis butuh benih untuk menanamnya
  2. Kesempatan menanam tanaman inti menjadi lebih terbatas
  3. Membutuhkan tenaga dan waktu tambahan untuk menanamnya
  4. Berpotensi mendatangkan hama dan penyakit pada tanaman inti.
  5. Bisa menjadi kompetitor atau gulma tanaman inti dalam menyerap nutrisi dalam tanah.

Manfaat

Pupuk organik yang bersumber dari tumbuhan hijau ini memiliki tiga pemanfaatan pada lahan pertanian.

  • Dibenamkan Secara Langsung

Pupuk hijau dapat dibenamkan secara langsung ke dalam tanah pada saat persiapan lahan. Jenis yang bisa dibenamkan secara langsung seperti Azolla dan Legum karena memiliki kandungan nitrogen tinggi dan mudah terurai.

  • Dimanfaatkan Sebagai Mulsa

Jerami merupakan jenis pupuk organik yang bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanaman inti. Pemanfaatannya bisa dilakukan pada budidaya tanaman cabe dan bawang daun. Mulsa alami ini berfungsi untuk menjaga struktur tanah dan juga bisa berperan sebagai sumber nutrisi dan hara yang bermanfaat bagi tanaman.

  • Dijadikan Kompos

Pemanfaatan pupuk organik dari tanaman ini juga bisa melalui proses pengomposan. Merubah menjadi pupuk kompos sebelum memanfaatkannya dalam lahan tanamn sangat penting untuk pupuk yang bersumber dari tanaman yang memiliki kandungan C/N yang tinggi.

Silahkan Baca: Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun.

Demikianlah pembahasan tentang pupuk hijau. Semoga bermanfaat!