Pupuk Kandang Alternatif Pertanian Organik

Salah satu pilihan pemupukan untuk pertanian organik adalah menggunakan pupuk kandang. Jenis pupuk organik ini dapat ditemukan dengan mudah dari hewan ternak herbivora yang diperlihara oleh petani atau peternak. Pupuk ini biasanya digunakan sebagai pupuk dasar pada saat persipan lahan dan juga bisa digunakan untuk pupuk lanjutan atau perawatan tanaman.

Apa Itu Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah jenis pupuk organik yang dihasilkan dari limbah hewan ternak Herbivora baik berupa kotoran atau urine. Pupuk ini merupakan salah satu jenis pupuk organik terbaik untuk budidaya tanaman. Pupuk organik ini dapat digunakan untuk pertanian dalam skala bisnis (lahan luas) atau budidaya tanaman di pekarangan rumah.

Jenis

Jenis pupuk kandang dapat dibedakan berdasarkan jenis hewan ternak sumbernya, bentuknya, dan karakteristiknya. Berikut ini pembahasannya lengkapnya:

  • Berdasarkan sumbernya

Pupuk kandang bisa didapatkan dari hewan ternak Herbivora atau vegetarian. Hewan ini hanya memakan daun (sayuran) dan buah atau tidak memakan daging. Jenis hewan tersebut seperti Kambing, Kuda, Sapi, Kerbau, dan kelinci.

  • Berdasarkan Bentuknya

Bentuk pupuk kandang terdiri dari dua jenis yaitu pupuk yang berbentuk padat dan cair. Pupuk padat didapatkan dari kotoran (feses) hewan sementara yang berbentuk cair didapatkan dari urine. Pada jenis hewan tertentu feses dan urine bercampur tetapi pada akhirnya akan mengering dan membentuk pupuk organik padat. Selain itu campuran lain juga bisa didapatkan seperti campuran sekam padi pada feses ayam broiler.

  • Berdasarkan Karakteristiknya

Karakteristik dari pupuk kandang yang dimaksud adalah suhu dari pupuk itu sendiri. Ada yang termasuk pupuk dingin yaitu pupuk yang diuraikan secara perlahan oleh mikroorganisme seperti kotoran sapi dan kerbau. Sementara ada pula yang termasuk pupuk panas karena diuraikan oleh mikroorganisme dengan cepat seperti kotoran kambing, kuda, dan ayam.

Kandungan

Pupuk kandang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi. Secara umum kandungannya adalah Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), Posfor (P) dan Nitrogen (N). Setiap jenis pupuk kandang tentunya memiliki kandungan unsur hara yang berbeda-beda tergantung dari sumbernya.

Manfaat Pupuk Kandang

Secara umum pupuk kandang memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesuburan tanah. Pupuk alami ini mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Menyediakan unsur hara makro dan mikro serta mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga mampu mengefektifkan bahan anorganik di dalam tanah. Manfaat secara spesifik didapatkan tergantung dari sumber hewan ternaknya.

  • Manfaat Pupuk Kotoran Kambing dan Kuda

Kotoran kambing memiliki kandungan unsur kalium yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang lainnya. Pupuk kotoran kambing sangat cocok digunakan untuk perangsang bunga dan buah.

  • Manfaat Pupuk Kotoran Sapi Dan Kerbau

Pupuk yang berasal dari kotoran sapi memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Selulosa adalah serat yang berupa senyawa rantai karbon yang akan mengalami proses dekomposisi. Proses dekomposisi ini membutuhkan unsur N yang terdapat dalam kotoran tersebut. Oleh karena itu aplikasi pada tanaman sangat disarankan setelah proses dekomposisi tersebut selesai atau telah matang. Pupuk dari kotoran sapi ini sangat cocok digunakan sebagai pupuk dasar untuk tanaman jangka panjang.

  • Manfaat Pupuk Kotoran Ayam

Kotoran ayam sangat cocok digunakan untuk pemupukan tanaman pangan dan sayur atau tanaman musiman. Pupuk ini mengandung unsur Nitrogen (N) tiga kali lebih tinggi dari kotoran hewan ternak lainnya. Jenis pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi ini sangat cocok untuk budidaya tanaman dengan siklus pendek.

  • Manfaat Pupuk Urine Kelinci

Selain limbah dalam bentuk kotoran (feses) urine hewan ternak juga bisa digunakan sebagai pupuk. Salah satunya yang menjadi pilihan adalah urine kelinci. Urin kelinci merupakan pupuk organik cair yang sangat cocok digunakan untuk menyuburkan daun.

Keunggulan Dan Kekurangan

Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan peliharaan ini memiliki keunggulan tersendiri. Berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Mudah didapatkan
  2. Harganya cenderung lebih murah
  3. Kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman lengkap
  4. Ramah lingkungan karena merupakan pupuk organik

Selain dari keunggulan di atas tentu saja ada kekurangan yang dirasakan petani. Berikut ini diantaranya:

  1. Pemupukan lebih sulit karena membutuhkan bobot yang lebih banyak.
  2. Waktu yang dibutuhkan agar siap digunakan lebih lama.
  3. Bobot lebih berat untuk didistribusikan ke lahan tanam
  4. Kandungan unsur hara cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan pupuk buatan pabrik.

Ciri-ciri Pupuk Kandang Yang Siap Digunakan

Beberapa jenis pupuk dari limbah hewan ternak ini membutuhkan proses dekomposisi sebelum digunakan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak menyebabkan masalah bagi tanaman nantinya. Adapun ciri-cirinya apabila sudah siap digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Berwarna hitam gelap
  2. Bertesktur gembur
  3. Tidak lengket
  4. Bersuhu dingin
  5. Tidak berbau

Kotoran hewan yang membutuhkan proses pengomposan sebelum digunakan adalah jenis dengan karakteristik dingin.

Baca Juga: Manfaat Pupuk Kompos Untuk Tanaman.

Demikian pembahasan tentang pupuk kandang. Semoga informasi ini bermanfaat!