Ulat Kastor Hama Pada Tanaman Dan Cara Pengendalian

Ulat kastor merupakan salah satu jenis hama yang menyerang tanaman pada bagian daun. Tanda dari adanya serangan hama tanaman ini dapat dikenali dengan adanya Kerusakan bekas gigitan pada daun. Terjadi penggerogotan helai daun (tinggal menyisakan pembuluh vena utama) hingga penggundulan daun tanaman oleh ngengat coklat muda dengan sisik maupun ulat coklat keabu-abuan berkepala hitam.

Apa Itu Ulat Kastor?

Kerusakan bekas gigitan disebabkan oleh larva Ophiusa melicerta. Ngengat dewasa berwarna coklat muda dengan sisik di seluruh tubuhnya, yang lebih mirip layang-layang. Mereka memiliki pola hitam dan putih yang khas di daerah belakang sayap. Betinanya menempelkan telurnya di permukaan daun dan di bagian-bagian lunak tanaman. Telur-telurnya berwarna kehijauan dan ditata dengan rapi mengikuti punggungan dan alur-alur di permukaan daun.

Ulat yang telah dewasa berukuran hingga 60 mm dan memiliki kepala hitam dan tubuhnya memiliki pola warna yang bervariasi. Tubuhnya mirip beludru, dengan penampilan bergaris-garis hitam di pertengahan punggung yang memanjang pada latar belakang hitam. Masa hidup larva berlangsung sekitar 15-19 hari dan total perkembangannya sekitar 33-41 hari.

Gejala Serangan

Ulat coklat keabu-abuan polos ini menimbulkan kerusakan pada tanaman di sekitar kerangka daun (hanya menyisakan pembuluh vena utama) dan melakukan penggundulan tanaman atau perusakan lahan. Larva muda menggerogoti epidermis daun, sementara larva dewasa yang lebih rakus dapat menyantap seluruh tanaman dan menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

Tanaman Yang Diserang

Hama daun ini menyerang beberapa jenis tanaman berikut:

  1. Jeruk
  2. Kacang hijau
  3. Kacang tanah
  4. Delima
  5. Kedelai
  6. Tomat

Cara Pengendalian Hama Ulat Kastor

Hama tanaman jenis serangga ini dapat dikendalikan dengan cara pengendalian hayati dan pengendalian kimiawi. Namun perlu diperhatikan langkah pencegahan pada proses budidaya tanaman agar tidak terjadi serangan.

  • Langkah Pencegahan
  1. Pantau tanaman dan kumpulkan larva-larva dewasa atau bagian-bagian tanaman yang terinfeksi.
  2. Kontrol penggunaan insektisida agar tidak mengganggu populasi serangga yang menguntungkan.
  3. Sediakan ruang terbuka bagi burung-burung yang akan memangsa larva.
  4. Gunakan perangkap untuk memantau dan menangkap ngengat.
  5. Bajak tanah setelah panen untuk mengumpankan ulat tersebut ke pemangsanya.
  • Pengendalian Hayati

Pemberian campuran ekstrak inti biji nimba 5% dan minyak nimba 2% mengurangi populasinya jika dibarengkan dengan tahap awal larva. Tawon dari spesies Trichogramma evanescens minutum dapat mencemari telur-telur dengan parasit. Larva, pada gilirannya, terserang hebat oleh parasitparasit Braconid, Microplitis maculipennis dan spesies genus Rhogas.

Parasit lain juga bisa didapatkan secara komersial atau tengah dalam tahap penelitian dan percobaan. Beberapa spesies burung juga merupakan pemangsa yang efektif pada tahap akhir larva. Sediakan tempat bertengger bagi burung untuk membantu mengurangi serangan hama.

  • Pengendalian Kimiawi

Jika memungkinkan, selalu pertimbangkan pendekatan terpadu dengan tindakan-tindakan pencegahan bersamaan dengan perlakuan hayati. Malathion dapat disemprotkan tiga kali sejak masa berbunga pada selang tiga minggu. Semprotkan malathion 2ml/l air atau chloropyriphos 2ml/l air jika jumlah Ulat Kastor sudah mengkhawatirkan.

Baca Juga: Cara Pengendalian Hama Ulat Grayak.

Demikian pembahasan tentang hama ulat kastor yang menyerang berbagai jenis tanaman. Semoga informasi pertanian ini bermanfaat!