Cara Pengendalian Ulat Tanah Pada Tanaman

Ulat tanah merupakan hama yang hidup di dalam tanah tanah. Menyerang tanaman pada malam hari dengan memakan atau memotong batang tanaman sehingga hama ini juga dikenal dengan sebutan ulat pemotong. Serangannya dapat menyebabkan kematian tanaman sehingga sangat merugikan petani.

Apa Itu Hama Ulat Tanah?

Sebelum lanjut pada pembahasan cara pengendalian hama ulat tanah pada tanaman, terlebih dahulu mengetahui apa itu ulat tanah. Mulai dari klasifikasi, siklus hidup, ciri-ciri, jenis spesies, tanaman inangnya.

Berikut ini pembahasan selengkapnya

  • Klasifikasi Ulat Tanah
Nama IlmiahAgrotis sp.
KingdomAnimalia
FilumArthropoda
OrdoLepidoptera
KelasInsecta
  • Jenis Spesies

Jenis ulat tanah yang menyerang tanaman terdiri dari 5 macam spesies sebagai berikut:

  1. AgrotisIpsilon
  2. Agrotis Orthogonia
  3. Agrotis Gladiaria
  4. Agrotis Subterranea
  5. Agrotis Segetum
  • Siklus Hidup

Hama ulat ini memiliki siklus hidup mulai dari telur kemudian menjadi larva lalu menjadi puva selanjutnya menjadi imago dan imago kemudian bertelur lagi. Telur diletakkan pada daun tanaman atau gulma di sekitar tanaman. Telur diletakkan secara berkelompok. Ngengat dewasa mampu menghasilkan hingga 1800 butir telur.

  • Ciri-ciri

Telur agak pipih, berwarna putih sampai kusam atau putih pudar, dan berusuk.

Larva yang tumbuh penuh memiliki panjang antara 1 hingga 1,75 inci dan biasanya melengkung menjadi bentuk-C bila terganggu. Larva mempunyai tujuh pasang kaki. Ulat ini berwama kehitaman, berbintik-bintik atau bergaris.

Puva atau kepongpong berwarna coklat. Badannya lunak liat, panjangnya sekitar 3-5 cm.

Imago atau ngengat dewasa berbintik-bintik coklat keabu-abuan. Memiliki sayap depan berwarna cokelat muda dan coklat tua dengan tanda lebih gelap ke tepian luar, dan sayap belakang berwarna putih. Ngengat betina terlihat mirip dengan jantan tetapi agak lebih gelap.

  • Tanaman Inang

Tanaman inang dari hama ini sangat beragam mulai dari tanaman sayur-sayuran seperti tomat, cabe, kubis dan lainnya. Hama ini juga menyerang tanaman pangan seperti jagung, kacang-kacangan dan lainnya. Ulat pemotong ini juga menyerang tanaman kapas.

Gejala Serangan Ulat Tanah

Ulat tanah biasanya bersembunyi di bawah puing-puing di permukaan tanah di siang hari, tetapi aktif, pemakan makanan yang rakus di malam hari. Beberapa memanjat ke tanaman inang untuk mencari makan, tetapi kebanyakan tinggal di tanah, memotong tanaman inang di atau tepat di bawah permukaan tanah.

Ulat tanah menyerang berbagai tanaman pada semua tahap pertumbuhan, tetapi bibit muda lebih disukai. Kerusakan bisa parah jika muncul ulat dalam jumlah yang besar bertepatan dengan munculnya bibit dan lingkungan lahan yang bergulma.

Hama tanaman ini mencari makan di dekat tanah pada gulma atau jagung jika ada, meninggalkan lubang kecil yang tidak teratur pada daun yang lembut. Ulat yang lebih tua mengubur diri di dalam tanah untuk menghindari siang hari dan muncul di malam hari untuk mencari makan di dasar tanaman.

Tanaman muda dapat diseret ke bawah tanah. Batang dapat diputus (dipotong) di permukaan tanah, mengakibatkan kerusakan pada jaringan yang tumbuh, gangguan pertumbuhan atau kematian. Ulat juga dapat menggali ke dalam batang yang dapat menyebabkan layu dan tumbangnya tanaman yang lebih tua.

Langkah Pengendalian

Upaya pengendalian hama ulat tanah dapat dilakukan dengan pengendalian hayati, mekanis dan kimiawi.

  • Pengendalian Hayati

Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan keberadaan musuh alami Hama ini. Beberapa diantaranya seperti tawon parasit, lalat dan pemangsa seperti belalang. Selain itu dapat pula menggunakan insektisida biologi dari golongan bakteri seperti Bacilius thuringiensis atau dari golongan jamur seperti Beauvaria bassiana.

  • Pengendalian Secara Mekanik

Pengendalian secara mekanik atau manual dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan telur kemudian memusnahkannya. Pengendalian secara langsung pada larva adalah dengan menggali ke dalam tanah tempat persembunyiannya.

  • Pengendalian Kimiawi

Pilihan terakhir dari upaya pengendalian hama ini adalah dengan menggunakan bahan kimia sintesis. Dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Penggunaan insektisida berbahan kimia harus dilakukan dengan bijak agar tidak memberikan dampak buruk bagi ekosistem pertanian.

Cara paling bijak untuk mengatasi serangan hama ulat pemotong ini adalah dengan melakukan upaya pencegahan. Tentunya dengan teknik budidaya yang tepat sebagai berikut:

  • Tanam lebih awal untuk menghindari puncak populasi hama.
  • Hindari menanam jagung di lahan yang sebelumnya ditanami kedelai.
  • Bajak lahan untuk mengubur larva atau mengumpankan mereka pada pemangsa 3 hingga 6 minggu sebelum tanam.
  • Tanam tanaman bunga matahari di sekitar lahan untuk menarik ulat tanah.
  • Bersihkan gulma di dalam dan di sekitar lahan sebelum penanaman dan setelah kemunculannya.
  • Gunakan perangkap cahaya dan feromon untuk memantau atau menangkap ngengat.
  • Lakukan kultivasi sesering mungkin untuk melukai dan mengumpankan ulat kepada pemangsa.
  • Kubur sisa tanaman jauh di dalam tanah setelah panen.
  • Jaga lahan tetap bersih selama beberapa minggu sebelum tanam.

Baca Juga: Hama Wereng Dan Cara Pengendaliannya.

Demikian pembahasan tentang hama ulat tanah dan cara pengendaliannya. Semoga informasi ini bermanfaat!